BERFIKIR SEJENAK DEMI MASA DEPAN

March 24, 2007

SKANDAL POLITIK AMERIKA-ISRAEL

Filed under: politik — supraptoe @ 9:49 am

(Teori Konspirasi AS terhadap Negara Muslim)

Ambisi Amerika untuk memerangi dan menguasai negara-negara muslim semakin brutal dan tak tahu malu. Sebagai negara adidaya semangat kolonialismenya menggarap ‘tanah orang lain’ tak pernah menemukan titik kepuasaan. Israel, negara Yahudi yang disinyalir sebagai “anak emas” AS manut mengikuti kebijaksanaan sang “bapak” membantai memporak-porandakan kawasan Timur Tengah dengan agresi yang memalukan nan irasional. Afganistan, Irak, Palestina, Iran, Libanon menjadi sasaran empuk praktek bejat AS dan sekutunya. Bersama Israel, AS –dan ini kebiasaannya- sering membasuh tangannya sendiri dengan darah orang lain menggunakan jargon yang telah gagal diterapkan di rumanya sendiri, teori Demokrasi dan Liberalisme.

Skenario AS
Tahun 2003 merupakan awal keseriusan Amerika menjalankan game politiknya. Dengan dalih memerangi terorisme serta dugaan senjata pemusnah masal, berhasil memporak-porandakan seluruh kawasan Irak. Tetapi ironisnya selama tiga tahun menduduki Irak, klaim justifikasi atas agresinya sama-sekali absurd. Irak tidak memiliki senjata pemusnah masal apapun. April 2006, Menlu Amerika Condoleezza Rice mengakui bahwa Amerika telah melakukan ribuan kesalahan besar di Irak.
Propaganda Bush kemudian terekam jelas dalam pernyataannya jika perang melawan Islam Militan diibaratkan sama seperti perang melawan Nazi dan Komunisme. Maka jika AS mundur dari Irak, sama artinya AS telah dikalahkan oleh musuh-musuh nomer wahidnya -sebuah arogansi untuk menyatan diri tak tertandingi. Beban AS setelah penyerangan ini berdampak besar bukan saja di bidang militer tetapi turut menimbulkan krisis kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. Masyarakat dunia tentu menentang peperangan dengan alasan apapun terbukti dari demonstrasi yang terjadi di 300 kota pada 60 negara, yang melibatkan 10 juta orang, sebelum AS melancarkan aksinya di Irak.
Pengikut setia AS, Israel, pun tak kurang menjengkelkanya dari AS. Israel, kata Mahmud Ahmadiinejad -Preisden Iran- adalah kabilah yang tidak memiliki tanah. Pendudukannya disebagian Palestina adalah berkat dukungan Negara-negara Eropa sebagai penebusan dosa atas kekejaman yang dilakukan Nazi membantai jutaan umat Yahudi semasa Hitler. King Abdullah mengatakan “Jika demikian halnya kenapa bukan sebagian tanah Eropa atau AS yang dihadiahkan pada Israel. Kenapa Palestina yang harus menanggung dosa masa lalu Nazi?”. Berdasarkan kecurigaan politik inilah Ahmadiinejad mendukung penghapusan Negara Israel dari peta dunia. Tak ayal lagi pernyataannya ini membuat Israel geram.
Israel yang ingin keberadaannnya diakuai Negara Arab, mulai bergerak menguasai kawasan Timur Tengah. Dengan dalih melindungi dua serdadunya yang diculik kelompok Hizbullah, mereka pun menyerang Libanon. Israel mungkin saja berharap bisa membangun ‘rejim’nya di Libanon seperti yang diinginkan Ariel Sharon saat menginvansi Libanon tahun 1982 dengan membunuh sekitar 15 ribu sampai 20 ribu orang disana.
Konspirasi Amerika dan Israel belum lama ini ternyata keliru, tadinya mereka berhitung dapat melumpuhkan Hizbullah dalam hitungan hari, ternyata gagal. Israel pun menerima resolusi PBB ketika mengalami kehilangan terbesar dalam pertempurannya. Israel kehilangan 37 tank, 1 helicopter militer, dan 24 tentaranya. Kalau dijumlahkan dalam sebulan berarti mereka kehilangan 74 tank, 3 helicopter militer, 1 kapal perang, dan 116 tentara.
Perang yang terjadi di Libanon kali ini malah mendongkrak popularitas Hizbullah. Mereka mampu mengadakan perlawanan terhadap Israel selama 34 hari. Dalam perangnya Hizbullah tidak bergerak dengan tangan kosang. Hizbullah mendapat bantuan senjata dari Iran dan Suriah maskipun tidak sencanggih Israel. Israel memiliki kapal perang, helikopter militer, pesawat yang jumlahnya ribuan, tank, dan pasukan 168 personil, ini berbanding jauh dengan Hizbullah yang hanya mempunyai 3.000 personil, dengan persenjataan yang terbatas, dan kemampuan daya ledak yang sangat lemah, tetapi justru mampu mendesak Israel mundur dari Libanon.
Kekalahan yang diterima Israel dalam perang melawan Hizbullah membuat Amerika seolah kehilangan akal melumpuhkan Iran -objek utama AS dalam perang Israel-Hizbullah. Bebagai resolusi ditawarkan terkait percobaan nuklir Iran yang terus-menerus di tentang AS termasuk memberikan hak-hak surgawi bagi Iran jika Iran berkenan mengikuti petunjuk AS. Tapi rupanya Iran bukanlah sebuah negara yang mudah terbuai gombalisme politik ala AS, Dus tidak mudah lumpuh hanya dengan gertakan AS dan sekutunya.
Selain itu Kemengan pergolakan politik intern dalam dunia Islam sering di sambut berlebihan oleh AS. Sebut saja Hamas ketika kemenangannya dalam pemilu Palestina, AS menyambutnya dengan reaksi negatif. AS tidak akan melakukan negosiasi apapun jika Hamas terus menerus melakukan metode kekerasan terhadap Israel.
Didorong oleh politik exigency, pemerintah AS kurang sabar melihat proses demokrasi yang berlangsung di sejumlah negara hanya karena hasilnya kurang menguntungkan dilihat dari kepentingannya sendiri. Prosedur demokraik sendiri ternyata berkembang baik di Iran ketika Ahmadinejad terpilih menjadi presiden. Terpilihnya Ahmadinejad tentu tidak menyenangkan AS karena sikapnya (Ahmadinejad) yang amat konfrontatif
Iran dibawah kepempimpinan Mahmud Ahmadiinejad saat ini menjadi Negara paling berpengaruh di Timur Tengah. Belum lagi kemampuan pengembangan teori nuklirnya yang membuat barat ketar-ketir. Keinginan Iran dalam pengembangan nuklirnya murni untuk perdamaian, dan untuk pasokan listrik 60 juta warganya rupanya tidak diterima AS. Dengan kelicikannya AS berhasil mendesak PBB agar memberikan sangsi terhadap Iran jika masih bersikukuh dalam proyek nuklirnya. Meski negaranya mengahadapi sangsi PBB, Iran tidak menunjukan kekhawatiran sedikit pun, mereka tetap optimis dan yakin, sangsi PBB tidak akan berdampak buruk bagi perekonomian atau program nuklir yang menjadi kebanggaan Negara Iran.
Surat yang dilayangkan Ahmadiinejad terhadap Presiden AS merupakan bukti rasional atas mulut besarnya Bush berkenaan dengan kebijakan politik anehnya selama ini khususnya yang terjadi di timur tengah. Sebuah konfrensi pers di Teheran memberitakan; jika Presidan Iran ini menentang orang nomor satu AS untuk mengadakan debat publik terbuka di televisi dengan harapan dapat menemukan jalan keluar dari semua kemelut berkepanjangan ini. Ia juga meminta agar perdebatan itu tidak disensor demi kepentingan publik AS. Tetapi Gedung Putih sendiri menyatakan penolakan keinginan Ahmadiinejad pada Bush untuk melakukan debat terbuka di televisi.

Ketegasan Komunal
Apakah antara Barat (khususnya AS) dan Negara-negara Muslim memiliki kebuntuan negosiasi? Kita tidak bisa memprediksi. Tetapi mungkin kesadaran politik elegan dalam dunia Islam mampu merubah cara pandang yang prontal beralih pada perubahan taktik dan strategi yang dinamis.
AS tidak akan pernah puas dengan aksinya, posisi sentralnya di mata dunia memiliki kebijakan yang sulit dilawan sekalipun oleh institusi PBB. Dunia sudah malum dengan kedok AS beserta sekutunya tinggal ketegasan sikap negara Arab melakukan resitensi terhadap Amerika dan antek-anteknya. Jika dikehendaki sebenarnya mereka bisa melakukan embargo minyak, seperti yang pernah dilakukan Raja Faisal. Embargo ini sangat berpengaruh besar terhadap industri barat, bahkan mungkin bisa menyebabkan kelumpuhan. Iran ketika pemerintahanya di pegang Ayatullah Khomeini negaranya di embargo Eropa dan AS yang menyebabkan pendapatan perkapitanya menurun tetapi buktinya -dan hingga sekarang- Iran tetap survive bahkan keadaan ekonominya kembali stabil. Dengan kekacauan yang dilancarkan AS di beberapa negara muslim semestinya sudah menjadi pemicu rekonsiliasi antar negara Arab melawan Amerika.
Pemimpin dunia Islam untuk jangka panjang mungkin lebih membutuhkan sosok dengan visinya yang pragmatis. Bukan saja lebih terfokus pada masalah interen negaranya tetapi juga turut serta memeperbaiki citra di panggung internasional. Dunia Islam harus mampu bermain “politik cantik” jika mau membongkar kedok kemunafikan. Untuk saat ini Negara-negara Arab perlu sosok pemimpin yang memiliki wibawa untuk seluruh negri Arab.
Ketegasan politik dalam berdiplomasi tidak saja berlaku untuk negara-negara Arab mereka yang tau kelicikan negara adidaya ini hendaknya turut berperan aktif bersuara lantang di ruang international; saat ini hanya sedikit dari mereka yang telah berani menyatakan kebenaran tersebut. Dunia, kata Ahmadiinejad tidak lama lagi akan berbalik pada persatuan dan keadilan dan sesungguhnya Tuhan mampu menguasai segala sesuatu. Keselamatan bagi mereka yang mengikuti petunjuknya. Waulahu A`lam bi Shawab.(aprina)

1 Comment »

  1. Allah Akbar, Maha Besar Allah, yang sudah menciptakan dunia dengan segala isinya, dari awal sampai akhir, dengan skenarionya, kita sebagai makhluk ciptaannya hendaknya IKHLAS menerima kenyataan bahwa kita tidaklah punya pengaruh apa2 terhadap segala sesuatu…

    Comment by aji baan — November 14, 2008 @ 12:59 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: