BERFIKIR SEJENAK DEMI MASA DEPAN

March 24, 2007

MELANGGAR TRADISI

Filed under: pesan kyai — supraptoe @ 9:47 am

“Hâdzâ tanbîhan lakum!”, teriak laki-laki berdahi lebar itu beberapa detik sebelum menempeleng wajah saya di depan teman-teman satu asrama. Tujuh tahun yang lalu (kira-kira). Shubuh itu saya memang melakukan pelanggaran meskipun sebetulnya tidak terlalu berat. Dan karenanya, saya harus merelakan tangan besar staff keamanan itu mendarat di pipi saya dengan telak. Sangat telak. Celakanya, adegan kekerasaan itu seperti sengaja dipertontonkan di depan kawan-kawan saya. Padahal, kalau mau, bisa saja ia melakukan itu di dalam ruangan tertutup, tanpa dilihat siapa-siapa. Tapi jalan pikiran staff keamanan itu memang berbeda. “Sebagai
pelajaran bagi yang lain”, dengusnya di akhir eksekusi itu sambil membusungkan dadanya yang tidak terlalu bidang.
Dalam banyak kesempatan di Pondok kita, hukuman atas beberapa pelanggaran tertentu memang sengaja didemonstrasikan sedemikian rupa di depan para santri. Membuat malu santri yang mendapat hukuman, mungkin. Tapi pertimbangan bahwa hal itu cukup efektif untuk “menggertak” santri-santri lain agar tidak mengulangi kesalahan yang sama harus lebih diutamakan.
Tahun ini, sebuah pelanggaran serius juga terjadi di IKPM Kairo. Benar-benar serius. Lebih serunya, pelaku pelanggaran tersebut adalah tiga orang hawa; kalangan yang sementara ini masih dilirik sebelah mata. Ini sudah keterlaluan. Tak banyak orang yang berani melakukan pelanggaran jenis ini. Selain beresiko tinggi, karena arus memeras otak dalam jangka waktu yang cukup lama, jenis pelanggaran ini juga berpotensi menyulut emosi warga IKPM yang lain. Yah… semacam rasa iri dan sejenisnya. Pelanggaran yang saya maksud adalah tindakan menyalahi salah satu dari sekian banyak sunah IKPM cabang Kairo yang sudah tertradisikan diam-diam selama ini: meraih predikat mumtâz!
Seperti maklum diketahui, warga IKPM Kairo memang mempunyai salah satu sunnah yang masih ditradisikan –atau lebih tepatnya tertradisikan- hingga sekarang. Merasa puas dengan predikat najâh, meskipun dengan nilai pas-pasan. “Kan yang penting lulus, yang penting Lc. Nggak usah terlalu ngoyo kaya di Pondok!”. tau alau sedikit diplomatis, “Sukses akademis kan bukan segala-galanya?” Demikian kira-kira jika tradisi tersebut iredaksikan dengan bahasa yang lebih gampang. Maka, sekali lagi, apa yang dilakukan tiga warga IKPM di atas dalah sebuah pelanggaran serius terhadap tradisi nenek moyang yang sudah diwariskan turun temurun.
Masalahnya, tidak semua bentuk pelanggaran berkonotasi negatif. Tergantung kepada siapa dan atas dasar apa pelanggaran itu dilakukan. Seorang anak yang disuruh meninggalkan keimanan oleh ayahnya yang musyrik, wajib melanggar bahkan menolaknya dengan tegas, tentunya dengan tetap mengindahkan sopan santun, persis seperti yang difirmankan dalam Al-Quran. Bagi mbak Ulya, mbak Ida dan mbak Fisa, demikian nama tiga pelanggar tersebut, siap-siap saja menerima konsekuensi pelanggaran yang sudah menunggu; dipuji dan dicatat namanya dengan tinta emas. Melegenda sedemikian rupa dalam sejarah per-IKPM-an di Kairo. Tidak usah diprotes apalagi sampai naik banding. Mereka bertiga memang berhak mendapat “hukuman setimpal” atas pelanggaran tersebut.
Anda mungkin mencibir saya dengan penggunaan logika terbalik ini. Tapi percayalah, apa yang dilakukan mereka bertiga merupakan pelajaran penting yang harus kita pahami dengan mendalam; bahwa tidak semua
kebiasaan warga IKPM Kairo, khususnya yang berkaitan dengan hal-hal yang kurang baik, harus ditradisikan sesakral yang sudah-sudah. Karena kehidupan kita layaknya air yang harus terus mengalir, tidak boleh menggenang untuk kemudian membusuk. Ia harus terus bergerak, meskipun hanya setapak demi setapak. Ah, andai saya orang keempat yang melanggar tradisi itu!(taufan)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: