BERFIKIR SEJENAK DEMI MASA DEPAN

March 24, 2007

Koreksi Paus dan Tantangan Kita

Filed under: wacana — supraptoe @ 9:41 am

Refleksi Penghinaan Paus Benedictus XVI Terhadap Islam

Ungkapan stigmatik tentang Islam kembali muncul pada tanggal 11 September 2006, kali ini di sampaikan langsung seorang pemimpin besar Gereja kenamaan Paus Benedictus XVI di Universitas Regensburg, Jerman, pernyataan yang di nilai kalangan muslimin berusaha men-diskredit-kan Islam. Ceramah ilmiah yang bertajuk ‘Korelasi antara iman dan filsafat serta pentingnya dialog antar peradaban dan agama’ ternyata menyimpang jauh dari temanya. Ceramahnya tidak berbicara mengenai bagaimana membangun dialog damai dengan umat Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia, tetapi justru mengungkapkan statement kontroversial tentang Islam, hingga menyinggung hal-hal sakral dalam Islam.
Pada ceramah tersebut Paus mengutip pernyataan kaisar Kristen ortodoks abad ke-14 -Kaisar Manuel II Palaeologus- yang menghina dan mengecam keras terhadap Islam dan Nabi Muhammad Saw. Paus mengutip isi salah satu buku sejarah tentang pentingnya pembuktian Tuhan melalui filsafat. Tetapi semua yang dikutip oleh Paus merupakan kecaman dan hinaan tanpa alasan kepada Nabi Muhammad Saw dan Islam.
Setelah Paus menyampaikan pernyataan dilematiknya tentang Islam, demonstrasi pun muncul di beberapa negara Arab sebagai reaksi ke-tidak se-tujuan umat. Beberapa dari mereka memaklumi pernyataan ini muncul disebabkan ke-jahilan Paus tentang sejarah Islam sebagian mereka ber-asumsi jika pernyataan Paus tersebut form baru kejahatan perang salib; bahkan dianggap sebagai manuver politik baru Vatikan menghadapi Islam, khususnya setelah dialog yang dilakukan oleh pendeta Vatikan dan pemikir Islam se-dunia sejak periode Paus sebelumnya -Johannes Paulus II.
Syaikh Syauqi Abdul Latif, wakil pertama Kementerian Wakaf urusan Dakwah Islam menyatakan; jika serangan Paus Benedictus dilandasi dendam menakutkan melawan Islam dan muslimin. Kemudian ia mendapatkan kesempatan untuk mengeluarkan kebenciannya. Hal tersebut tidak akan berhenti dan akan terus berlanjut. Disinyalir bahwa; masalah sesungguhnya tentang kebencian mereka terhadap Islam ini sebenarnya telah ada selama kurun waktu lama tetapi masih dibicarakan secara tersembunyi; padahal Islam adalah agama penutup yang menggabungkan keutamaan ajaran-ajaran samawi, mengakui perbedaan dan menghormati akal. Asumsi lain adalah; muskilah ini kemungkinan skenario besar pemeluk Kristen menyikapi perbedaan mendasar kedua agama tersebut (baca: Islam dan Kristen) yang kemudian dibesar-besarkan sehingga bendera perdamaian menjadi kabur.
Seputar tuduhan Paus bahwa Islam disebarkan dengan pedang, Syaikh Abdul Latif mengatakan; jika itu adalah kesalahan besar karena sebenarnya Islam tersebar sebab kemauan pemeluknya, seperti tertulis dalam Alquran yang artinya “Tidak ada paksaaan dalam beragama, bagimu agamamu dan bagiku agamaku…”
Paus sebaiknya mengkaji ulang sejarah Islam secara jujur ketika Islam disebarkan di jazirah Arab di bawah Komando Muhammad, Muhammad sama sekali tidak memaksakan penduduk Makkah untuk memeluk agama baru yang di bawanya alih-laih perdamain sebagai mottonya malah penghinaan yang di terimanya. Ketika penduduk kafir Quraisy melakukan penekanan terhadapnya, penduduk Madinah mengundang Muhammad untuk hijrah dan ternyata Islam tersebar luas di sana. Banyak pasukan perang Salib yang masuk Islam karena melihat kepahlawanan Shalahudin al-Ayyubi sebagai cerminan ajaran Islam, pun ketika pasukan Mongol memporak-porandakan Bagdhad banyak dari mereka malah memeluk Islam. Data sejarawan menyebutkan ketika diadakan perjanjian Hudaibiyah –masa di mana kedaan tersebut damai- lebih banyak orang yang memeluk Islam, ini membuktikan jika Islam banyak tersebar dalam kondisi damai. Di tambah dengan sensus di Amerika yang menyatakan bahwa setelah peristiwa 11 September 2002 terdapat 20 ribu orang masuk Islam setiap tahunnya, mungknkah Islam disebarkan dengan kekerasan?
Sebab kekeliruannya pada tanggal 17 September lalu Paus Benediktus XVI secara terbuka menyatakan permintaan maafnya, menyesali kata-katanya karena telah menimbulkan ketersinggungan di kalangan umat muslim akibat pernyataannya tentangIslam.
Dia menandaskan pidatonya yang hanya mengutip pernyataan Kaisar Byzantium Manuel II Palaeologus dari abad XIV dan sama sekali tidak mencerminkan pandangan pribadinya.
”Saya sungguh menyesal atas reaksi di beberapa negara dikarenakan beberapa kalimat dalam pidato saya di Universitas Regensburg,” ungkapnya di depan umat Kristiani saat Misa Minggu di Castelgandolfo.
”Kalimat-kalimat itu adalah kutipan dari teks abad pertengahan, yang sama sekali tidak mencerminkan pendapat pribadi saya,” lanjutnya.
”Saya harap penyesalan itu bisa meng-klarifikas-i maksud sebenarnya dari pidato saya tersebut. Sebab, sesungguhnya pidato itu adalah undangan untuk berdialog secara terbuka dan tulus dengan asas saling menghormati,” tambahnya.
Ikhwanul Muslimin Mesir, organisasi Islam terbesar di dunia Arab, menyatakan permintaan maaf Sri Paus sudah cukup. ”Kami menganggap permintaan maaf Paus itu sudah berarti mencabut pernyataan sebelumnya,” kata Deputi Ketua Ikhwan, Mohammed Habib. ”Kami dapat menganggap permintaan maaf itu sudah cukup, pidato Paus itu hanya kutipan saja dan tidak mencerminkan pandangan pribadinya,” tambahnya
Setidaknya ada beberapa poin penting yang bisa kita simpulkan dari pernyataan Paus Benedictus XVI tersebut. Pertama, Islam masih dianggap sebagai biang terorisme di dunia. Pernyataan Islam disebarkan dengan pedang tentu saja berkaitan erat dengan terorisme yang media Barat selalu mendiskripkannya dengan Islam.
Kedua, pernyataan tersebut tentu akan mempersempit hubungan Vatikan dengan berbagai pihak, khususnya organisasi dan negara Islam yang telah dibangun secara baik oleh Paus Johannes Paulus -Paus sebelumnya.
Ketiga, dialog yang dilakukan oleh para ulama dan pendeta sebelumnya, hanya kamuflase saja. Terbukti bahwa pandangan petinggi Vatikan masih sempit terhadap Islam, walaupun kalangan petinggi Gereja Kristen di Timur tetap menghormati Islam selama 14 abad hidup berdampingan.
Keempat, pernyataan Islam adalah agama yang bengis serta disebarkan dengan pedang tidak terbukti. Setelah muncul permintaan maaf dari Paus Benedictus, kaum muslimin berpendapat masalah ini telah selesai. Hal ini menjawab bagaimana Islam mempunyai sikap toleran yang sangat tinggi, tentunya dengan harapan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di belahan dunia manapun.
Kelima, berbagai demonstrasi yang muncul di seluruh dunia dari kalangan muslim membanggakan kita, bahwa ternyata umat Islam masih mencintai agama mereka, bersedia untuk membela Allah dan rasul-Nya. Mudah-mudahan dengan kejadian ini persatuan umat Islam akan semakin merekat tanpa terulang lagi perpecahan seperti dahulu kala.
Sejarah berkata lain dengan apa yang dikatakan Paus. Hubungan baik kaum Qibty dan muslimin di Mesir menunjukkan bagaimana Islam adalah agama yang mempunyai toleransi tinggi. Ketika Islam masuk di Mesir di bawah naungan Amru bin Ash, tidak ada satu gereja pun dirusak, bahkan tidak ada perlakuan yang membeda-bedakan antara mereka. Islam menyuruh para pemeluknya di Mesir untuk memperlakukan saudaranya Qibty dengan baik bahkan mengamankan mereka dari segi harta, kehormatan dan darah.
Masyarakat Mesir yang terdiri dari suku asli Qibty dan muslim, tidak pernah membesar-besarkan perbedaan diantara mereka. Keduanya hidup dalam satu desa, bahkan dalam satu rumah, mereka saling bergotong-royong mengusir penjajah Inggris. Darah mereka bercampur menjadi satu melawan kolonialisme.

Satu hal lagi, motif apakah yang mendorong seorang Syaikh Azhar berbuka puasa ketika bulan Ramadhan di sebuah gereja? Tak lain sebagi bentuk toleransi antar umat beragama, khususnya antara Kristen dan Islam.
Yang perlu kita sikapi dari pernyataan Paus Benedictus XVI adalah bagaimana pernyataan itu bisa muncul dari seorang petinggi agama terbesar di dunia. Apakah Paus masih awam pengetahuannya tentang Islam? Bisa ya, bisa tidak. Paus masih awam dengan Islam sebagai agama rahmatan lil ’alamîn, agama penutup yang membawa kemaslahatan umat manusia. Tapi Paus tidak awam dengan Islam versi Barat, Islam dalam kaca mata Barat, Islam yang identik dengan terorisme, tesis anomali Barat ini sering mendeskripsikan Islam sebagai agama kebengisan, kejahatan dan keburukan. Bisa jadi Islam versi ini lahir dari karya-karya orientalis yang telah banyak mendapat distorsi dan penyelewengan. Keberpihakan orientalis inilah yang kadang menggambarkan Islam yang cacat, tidak utuh dan parsial.
Kini lebih baik umat Islam menanggapi pernyataan Paus dengan kepala dingin, tidak dengan tindakan anarkis, dan tentunya sambil menyuguhkan kepada publik bentuk Islam yang sebenarnya. Ketika timbul perlakuan menyudutkan Islam, maka seyogyanya kita tidak hanya marah-marah, tapi juga mengajak mereka yang menyudutkan Islam untuk berdialog terbuka. Dialog yang bukan hanya kamuflase, tetapi lebih dari itu.
Kita dapat menggunakan istilah “Wa jâdilhum billatî hiyâ ahsan…” Membuka jalur dialog dengan selembut mungkin, tanpa melukai saudara kita yang berlainan agama. Rasulullah Saw pun pernah mencontohkan hal ini -berdialog dengan utusan kaum Najron yang beragama Kristen di Madinah- tentunya dialog seperti ini berpeluang untuk mempersempit jurang pemisah antar agama, yang nantinya berujung kepada toleransi antar umat beragama di belahan dunia mana pun.
Terakhir, sikap kepala dingin kita hendaknya dilandasi dengan semangat keimanan dan ketakwaan yang tinggi. Kita harus sadar, separah apapun Islam dimarjinalkan, tidak akan mengurangi sedikitpun kemuliaan dan kesempurnaannya. Mudah-mudahan Allah memberi hikmah terbesar di balik semua ini.( yudistira)

2 Comments »

  1. Assalamualaikum
    islam disebarkan dengan dakwah, dakwah dengan kasih sayang, dakwah dengan mengirim rombongan rombongan da’i dari medinah

    Comment by abdulsomad — December 19, 2007 @ 5:50 am | Reply

  2. […] beberapa rekan di bloghospere juga menampilkan postingan yang membahas bagaimana Islam tersebar disini, disini, disini, dan […]

    Pingback by Usaha Dakwah (part 2) « hamba — December 19, 2007 @ 6:30 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: