BERFIKIR SEJENAK DEMI MASA DEPAN

May 12, 2007

MANAJEMEN DIRI:UPAYA MEMBANGUN KARAKTER (CHARACTER BUILDING) MASISIR

Filed under: Arsif PPMI CAIRO — supraptoe @ 3:31 pm

Oleh: Udo Yamin Efendi Majdi

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS. Ar-Ra’ad [13]:11).

Iftitâh
Bismillâh. Sejak 2004, seperti air hujan, mahasiswa baru (MABA) dari Indonesia datang membanjiri lembah Sungai Nil. Jumlahnya mencapai 1054. Tahun berikutnya pun demikian. Peningkatan drastis pada dua tahun (2004-2005) itu, satu sisi membahagiakan, karena jumlah kader ummat dan bangsa yang akan mengeluarkan Indonesia dari krisis multidimensi semakin banyak. Namun di sisi lain menyedihkan, setelah natijah imtihân turun, banyak yang rasib. Muncullah sebuah kesimpulan, bahwa secara kuantitas Masisir besar, namun secara kualitas kecil. Ini pula yang membuat Departemen Agama (Depag) RI, tahun ini (2006), mengeluarkan kebijakan untuk menyeleksi, lewat testing di perguruan tinggi Islam di beberapa propinsi, terhadap semua CAMABA, baiknya jalur Depag maupun “Terjun Bebas” dan mensyaratkan adanya “uang bekal” (living cost) sebesar US$. 2500,- (25 juta rupiah).
Terlepas dari polemik dan pro-kontra Masisir terhadap kebijakan Dapag yang dianggap “sepihak” dan “sangat mendadak” tersebut, yang jelas peningkatan jumlah MABA perlu kita respon dengan proaktif dan bijaksana. Sebab, persoalannya, tidak hanya masalah akademis saja, tapi masalah patologi sosial —penyakit masyarakat (baca: Masisir)— yang muncul akibat “penumpukan” emigran; ketidakseimbangan antara kedatangan MABA dengan kepulangan mahasiswa lama.
Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, saya ingin mengajak diskusi Anda dan para MABA yang dianggap sebagai “persoalan” (problem) agar berubah menjadi solusi dari masalah (problem solver). Ada empat pembahasan yang akan kita diskusikan di sini, (1) fenomena kehidupan Masisir sebagai upaya identifikasi sekaligus mencari akar masalah Masisir; (2) Manajemen Diri sebagai tawaran solusi dari persoalan Masisir; (3) Tujuh Prinsip dan Kiat Praktis Manajemen Diri sebagai bentuk konkrit dari Manajemen Diri itu; dan terakhir, (4) Manajemen Waktu sebagai pelengkap untuk menjelaskan salah satu prinsip dari 7 prinsip yang saya rumuskan.

Fenomena Kehidupan Masisir
Ada sebuah fenomena kehidupan Masisir, yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir di berbagai kalangan, yaitu “pembusukan karakter”. Maksudnya adalah menggunakan kebanyakan waktu —minjam istilah Stephen R. Covey— “untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak penting”, serta tidak ada hubungannya dengan Mahasiswa/i Indonesia Mesir (selanjutnya dibaca: Masisir) sebagai civitas akademica.
Sebelum melangkah lebih jauh, perlu kita sepakati bersama, bahwa Masisir yang kita maksud adalah Masisir berperan sebagai civitas akademika, bukan peran-peran yang lainnya. Mengapa demikian? Sebab,di lapangan, ada yang mendaftarkan diri di lembaga pendidikan di Mesir —baik Al-Azhar maupun yang lainnya— dengan tujuan untuk mendapatkan iqâmah (visa). Betul, status mereka adalah mahasiswa-mahasiswi, tapi peran mereka tidak hanya demikian. Ada yang berperan sebagai suami bagi isterinya yang sedang kuliah. Selama di Mesir, ia hanya menunggu tamat isterinya yang sedang kuliah di Mesir dan mencari nafkah untuk keluarganya. Sebaliknya, ada yang berperan sebagai isteri. Ia hanya mendampingi suaminya menyelesaikan studi.
Mereka tidak kuliah. Mereka hanya mengikuti imtihân (ujian) agar nama mereka tidak tercoret dari lembaga pendidikan itu. Ada juga yang sama sekali tidak mengikuti ujian, karena orang yang ia tunggu tidak sampai tiga tahun. Artinya, kalau pun ia tidak ikut imtihân, maka ia tidak akan mafshûl (dropt out). Di luar peran itu, masih banyak peran lainnya, misalnya karena ia menjadi TKI atau TKW, ingin talaqqi dengan seorang syaikh, dan seterusnya. Jadi, Masisir —dalam tulisan ini— adalah para mahasiswa-mahasiswi yang tinggal di Mesir dengan tujuan untuk menyelesai jenjang pendidikan kesarjanaan (strata 1 sampai strata 3) pada lembaga pendidikan —Al-Azhar atau yang lainnya— di Mesir. Dengan definisi ini meskipun mereka memiliki peran lain —sebagai suami, isteri, aktivis, businessman, dan lain-lain— kalau tujuan utama mereka memperoleh gelar kesarjanaan, inilah yang kita sebut Masisir sebagai civitas akademika.
Sebagai civitas akademika, seharusnya yang terbangun di Masisir adalah budaya ilmiah. Ini dapat terukur dari tiga hal, yaitu (1) budaya membaca —menela’ah; mengkaji; meneliti— karya-karya ilmiah; (2) budaya menulis karya tulis ilmiah, baik itu buku, jurnal, majalah, buletin, maupun media tulisan ilmiah lainnya; (3) budaya diskusi; dan (4) pola pikir, mental, serta perbuatan berdasarkan ilmu. Namun, realitasnya adalah budaya membaca sangat rendah, budaya menulis sangat lemah; dan budaya diskusi sangat susah. Indikator dari keempat hal tersebut dapat dilihat dari: (1) Masisir yang aktif di kelompok kajian (Studi Club) atau Senat Fakultatif, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang aktif di organisasi atau komunitas lainnya; (2) yang sering muncul dalam acara-acara Masisir sebagai pembicara dan dalam media massa Masisir sebagai penulis hanya berputar kepada beberapa orang saja; (3) setiap ada lomba Karya Tulis Ilmiah, pesertanya sangat sedikit; (4) buku; jurnal; dan karya ilmiah Masisir masih sangat minim; dan (5) dalam intraksi sosial dan menghadapi persoalan belum mencerminkan sebagai ilmuan.
Lantas, jika waktu Masisir tidak banyak terkuras untuk membangun budaya ilmiah, maka terpakai untuk apa? Wallahu ‘alam. Menurut pengamatan saya, waktu mereka banyak terbuang —meminjam perkataan Stephen R. Covey— untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak penting. Misalnya, bergadang malam suntuk ketika musim panas; tidur seharian di musim dingin; membaca Kho Ping Kho berseri-seri; menonton TV atau film “Korea” belasan episode, bahkan film forno; main beragam “game” atau Play Station (PS) tak mengenal waktu, bahkan ada perlombaannya; main gaple sampai Shubuh; chatting, searching, e-mail-email, atau “main internet” tak ada tujuan yang jelas, bahkan ada yang sering meninggalkan sholat lima waktu, dan seterusnya. Inilah contoh pembusukan karakter secara individu —bisa dilakukan sendirian, dalam istilah Al-Quran, perbuatan munkar (al-munkar).
Ada lagi pembusukan karakter secara sosial —tidak bisa dilakukan sendirian, minimal harus ada dua orang, dalam Al-Quran disebut perbuatan keji (al-fahsya’). Tanpa menafikan betapa banyaknya Masisir yang baik dan komitmen menjaga ‘iffah (kehormatan diri), namun tidak bisa kita pungkiri juga, dari sekian banyak Masisir itu, meskipun hampir 100% kuliah di Al-Azhar —yang nota benenya mempelajari Islam— mereka melakukan kehidupan yang tidak Islami. Misalnya, khalwah (berdua-duaan di tempat sepi) dan ikhtilâth (percampuran tanpa uzur syar’i, pacaran jama’i dan pegang-pegang tangan). Sebagian memahami pacaran itu suatu kemestian sebelum nikah, bahkan mencampuradukan dengan al-haq, istilah mereka “pacaran Islami”. Akhirnya, kebablasan. Mereka sering jalan berduaan, nangkring di sûq sayyarât, ngobrol di telpon berjam-jam, SMS-an dan chatting tak kenal waktu, berduaan dalam saqoh, bahkan rihlah berduaan ke objek wisata Mesir. Kondisi inilah yang melahirkan Tim Pemerhati Intraksi Masir (TPIM) yang mengundang pro-kontra Masisir.
Bukan satu atau dua kali, saya menemukan faktanya. Betapa sering Masisir yang mengadu, karena miris melihat temannya sudah tidak lagi mengindahkan norma-norma Islam dalam berintraksi dengan lawan jenis. Bahkan, saya masih ingat, di bulan suci Ramadlan tahun lalu, tepatnya hari Ahad, 9 Oktober 2005, tiba-tiba, telpon di rumah saya berdering. Saya dekatkan gagang telpon ke telinga. Di ujung sana, terdengar suara akhwat: “Betul ini rumah Udo Yamin? Boleh aku bicara dengannya?” Saya membetulkan bahwa saya adalah Udo Yamin. Akhwat itu ingin minta nasehat saya, tapi ia tidak mau memperkenalkan siapa dirinya. Ia mengajukan empat pertanyaan: (1). Bagaimana pandangan Udo terhadap akhwat yang suka main (more…)

May 7, 2007

Sun, 6 May 2007 23:23:35 +0700

Filed under: my memory — supraptoe @ 5:20 pm

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Kak, adek doakan semoga kakak berhasil dalam ujian.
Wassalam.

Ya ALLAH,
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya
setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus
akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau (menauladani
sifat-sifat Agung Mu).
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga
hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati
ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena
hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu &
situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika
berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,sehingga aku dapat
membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi
sempurna.

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat,pria itu
bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU
bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal
baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan
pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari,
dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
“Betapa besarnya ALLAH itu karena Dia telah memberikan kepadaku
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu
pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah
pada waktu yang Kautentukan.

May 5, 2007

Meniti Tangga-tangga Kesuksesan di Al-azhar

Filed under: Arsif PPMI CAIRO — supraptoe @ 6:09 pm

Ummu Yumna Sabîlal Hudâ

Iftitâh
Kesuksesan atau keberhasilan adalah harapan puncak setiap manusia dalam tiap aktivitas yang ia lakukan. Pedagang punya harapan usaha niaganya sukses dan memberinya laba berlimpah. Pegawai suatu instansi atau karyawan sebuah perusahaan ingin sukses meniti karir. Panitia kegiatan suatu organisasi ingin acara yang mereka gelar berjalan lancar sesuai rencana. Pelajar dan mahasiswa berharap sukses dalam studi mereka. Begitulah, dalam aktivitas apapun—besar maupun kecil— termasuk aktivitas keseharian, setiap orang ingin segalanya terlaksana sesuai harapan: lancar dan sukses.
Namun pada realitanya, tidak semua orang mampu menggapai kesuksesan yang ia idamkan. Sebab seseorang hanya akan sukses bila ia tahu dan meniti jalannya. Begitu juga kita, para penuntut ilmu di Al-Azhar. Kita hanya akan berhasil bila sudah memiliki kunci dan memutar kunci itu untuk membuka dan memasuki gerbang kesuksesan belajar di Al-Azhar. Sebuah syair Arab mengingatkan:
ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها إن السفينة لا تجري على اليابس

Mengapa Kita Mesti Sukses dan Berprestasi?
Karena kesuksesan dan prestasi yang kita raih:
 Menumbuh-suburkan rasa percaya diri
 Menanamkan rasa kesanggupan untuk memberi
 Merealisasikan impian, harapan dan cita-cita
 Menempatkan kita pada posisi dan peran strategis di masyarakat

Juga untuk:
 Meraih kecintaan Allah Swt.
 Membalas budi kedua orang tua dan keluarga
 Mampu berkontribusi bagi negara dan bangsa serta umat Islam pada umumnya

INGAT: Tempat terhormat di masyarakat hanya tersedia bagi mereka yang
SUKSES dan BERPRESTASI
bukan untuk mereka yang GAGAL!

Fakta-fakta penting yang dapat membantu kita untuk sukses dan berprestasi:
 Kesuksesan bukan mimpi, tapi realita
Kalau ada yang menyangka bahwa kesuksesan adalah mimpi yang bisa menjadi kenyataan hanya dengan berandai-andai, maka ia salah besar. Sukses adalah tujuan riil yang menuntut kita untuk mengkonsentrasikan fikiran dan mengerahkan segala daya untuk merealisasikannya. Karena itu, mari berfikir, kemudian berbuat. Jangan hanya duduk berangan-angan dan diam berpangku tangan.

 Kesuksesan tidak datang secara kebetulan
Satu fakta lagi yang tidak bisa dipungkiri bahwa seseorang tidak mungkin secara kebetulan sukses. Tentu dibelakang sederet prestasi yang diraihnya ada serangkaian panjang kisah kesungguhan, perjuangan dan kerja keras. Jadi, selama kita mau bergerak dan berupaya, setinggi apapun harapan dan cita-cita, Insya Allah akan menjelma nyata.

 Kesuksesan merupakan “buah tangan” kita
Kesuksesan atau kegagalan yang dialami seseorang dalam kehidupannya sangat berkaitan erat dengan potensi yang ia miliki dan kembangkan serta usaha yang ia kerahkan. Betul, kita tidak menafikan tawfîq dari Allah Swt. Tapi sekali lagi, titilah jalan! Dayung sampan! Berbuatlah sesuatu!

 Ketenangan jiwa akan membimbing kita menuju kesuksesan
Para penggemar olahraga sepakbola, tentu tahu Zinedine Zidane. Yang setia mengikuti jalannya Piala Dunia Jerman 2006 atau sekedar menyaksikan babak finalnya, juga tentu hafal “sundulan telak” kapten kesebalasan Perancis berdarah Arab ini di dada Mattirezzi, pemain asal Italia. Meski tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006, toh, orang—dan penulis yakin termasuk Zidane sendiri—masih sulit melupakan perilaku tidak sportif Zidane dan “hadiah” kartu merah untuknya.
Terlepas dari apapun sebab yang melatarbelakangi tindakan Zidane itu, kita belajar bahwa kemampuan menjaga kestabilan emosi adalah salah satu bekal penting untuk menghantarkan seseorang sampai di puncak kesuksesan. Karena umumnya, mereka yang mampu mencapai kesuksesan adalah orang-orang yang relatif tenang dan stabil emosinya.

 Rasa percaya diri dapat mendorong kita menggapai kesuksesan
Jika kita memiliki rasa percaya diri yang memadai dan tidak bergantung pada pandangan dan penilaian orang lain, berarti kita telah memiliki sumber energi dan kekuatan untuk hidup sukses. Percaya diri terkait sangat erat dengan pengenalan dan pemahaman kita yang mendalam terhadap diri kita.
Untuk menanamkan rasa percaya diri, cobalah untuk selalu menghargai diri sendiri sebagaimana kita perlu menghargai orang lain. Selalu berfikir positif dan realistis. Hindari pikiran negatif dan rasa pesimis yang dapat mengguncang kekuatan kepribadian, seperti cemas yang berlebihan, takut gagal dan sejenisnya. Jangan pernah meremehkan diri sendiri dan yang terpenting mintalah selalu bimbingan dari Allah Swt.

Aneka Tipe dan Gaya Belajar Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir):
1. Konsentrasi penuh terhadap kuliah dan muqarrar sejak awal tahun akademis, serta mengurangi atau bahkan meninggalkan bacaan non-muqarrar dan aktivitas luar kampus, seperti talaqqi ‘ulûm syar‘iyyah atau berorganisasi.
2. Konsentrasi penuh kepada buku-buku non-muqarrar dan aktivitas luar kampus, baru serius memperhatikan muqarrar pada waktu ujian sudah dekat.
3. Tetap menaruh perhatian untuk mempelajari muqarrar dari awal, dengan tidak meninggalkan bacaan serta aktivitas di luar kuliah
4. Hanya sibuk dan peduli dengan aktivitas luar kampus.
5. Santai-santai. Aktif kuliah tidak, talaqqi tidak juga, aktif berorganisasipun tidak.

Anda bisa menentukan sikap dan mengambil keputusan yang bijak untuk mengkategorikan diri Anda sendiri. Sesuai tujuan dan kepentingan Anda di Mesir. Yang penting, Anda tahu potensi dan kemampuan diri. Hanya saja, mahasiswa yang gagal kebanyakan pada kategori keempat dan kelima.

Metode Belajar Efektif
Seseorang tidak mungkin bisa berhasil dan berprestasi tanpa belajar. Belajar (al-Mudzâkarah) adalah sebuah seni. Ini harus kita ketahui dan fahami. Sebagai sebuah seni, artinya belajar memiliki cara, teknik, atau metode tersendiri. Belajar hanya akan efektif bila cara, teknik dan metodenya diikuti dan dilakukan dengan benar. Meski bisa menjadi acuan metode belajar secara umum, namun uraian berikut lebih ditekankan pada metode belajar untuk menghadapi ujian.
Tentu saja, sejatinya kita belajar bukan sekedar “exam-oriented”. Namun, karena ujian merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan, apalagi di dunia yang mengagungkan formalitas masih menjadikan berhasil-gagalnya kita dalam ujian sebagai neraca penilaian, maka sudah semestinya kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

I. Langkah-langkah Awal:
a. Pilih dan tentukan waktu khusus yang tepat untuk belajar. Ini tergantung kepada keinginan masing-masing individu. Tidak ada formula khusus yang bisa dijadikan panduan permanen. Namun berdasarkan analisa, waktu menjelang subuh atau pagi setelah subuh merupakan waktu paling baik untuk belajar.
b. Pilih tempat belajar yang bersih, nyaman dan kondusif. Hindari belajar di atas tempat tidur, apalagi sambil berbaring. Anda tak mesti selalu belajar di kamar.Untuk menghilangkan jenuh dan memberi semangat baru, Anda bisa belajar di masjid, di taman, di balkon, di suthuh imarah rumah Anda atau tempat lainnya yang mendukung suasana belajar Anda. Bisa juga belajar sambil berdiri atau (more…)

April 21, 2007

Wed, 11 Apr 2007 14:02:24 +0700

Filed under: my memory — supraptoe @ 8:23 pm

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kak, aku harap kakak dalam keadaan yang lebih baik dari kemaren, kalaulah kemaren kakak dalam keadaan yang sehat walafiat, semoga kakak lebih sehat pada hari ini. There a little trouble here….
ada masalah koneksi internet.Terlalu lama listrik mati, server utama juga ikut mati. akhirnya, semua address ga bisa dibuka.
Alhamdulillah google setup masih bisa dibuka, lewat situ aku bisa buka gmailnya, aku liat inboxnya…kakak kirim message ke aku kan?lewat friendster? Sayang sekali tidak fs tak bisa dibuka…,

Taukah kak?
Tatkala kulihat ada satu pesan darimu ,hati ini bertanya- tanya apakah gerangan isinya? bait- bait puisi rindukah ?? atau hanya tegur salam biasa?atau mungkinkah itu adalah lantunan doa?

Kalaupun itu berisi keluh kasih tercinta, rasa rindu yang membara, pendamlah rasa itu kak, maka kita kan merasakan nikmatnya nanti, pada waktu yang telah ditentukanNya, dengan segenap rasa bangga dan terhormat, kita akan lebih leluasa dalam berkasih- kasihan,melepaskan semua rasa rindu yang ada, mengantarkan kita pada syurga dua dunia.

Kak, cukupkah kita bertutur kata dalam email saja??…karena setahuku, kita berdua dalam kesibukan yang luar biasa… kakak belajar untuk ujian, akupun sudah mulai mengajar. Kegiatanku tak hanya itu kak. Hutang dcc yang sudah menggunung (14 jt bo…) akan ditagih tanggal 8 bulan depan. Mau tak mau kami harus berjuang, kursus. Ada kursus pagi, siang, sore, malam. Kalo ada waktu luang, aku buat I’dad menulis persiapan mengajar esok hari. Belajar juga, aku pun ingin sukses dalam kuliah seperti kakak, aku harus lebih pintar mengatur waktu kak.aku benar- benar ingin jadi lebih baik dari pertengahan tahun kemaren.

Kak,tak usahlah kakak pinta aku tuk mendoakanmu,
karena tanpa kau pinta pun aku selalu mendoakanmu

Allah, laukaana huwa khoirun liii fi diiniii wama’aasyii waaqiibatu amriii, fayassirhu liii………..
Ya Allah, jagalah kami selalu dalam sehatMu, dan tetap iman Islam kepada Mu
Ya Allah, ingatkanlah kami kalau salah dan telah melanggar batas- batas dalam bermu’amalah.
.
Semoga Allah mengijinkan kita bersua tanggal 18 nanti, kak. Amin ya Rabb.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Aku,
dengan segenap rasa cinta dan rindu……….

April 18, 2007

TANGGAL 18 APRIL :19:17

Filed under: my memory — supraptoe @ 5:21 pm

fareed_1286: capek ya nunggu ?
luwak_toe: emh………..
noor farida: ksk
noor farida: kakak
luwak_toe: spa ya?
noor farida: aku ke hamam dulu yaaaa
luwak_toe: yup
noor farida: siapin aja apa uyang mau kakak omongin
noor farida: ocle??/
noor farida: assalamu’alaikum
luwak_toe: wa’alaikumsalam
luwak_toe: eh,,
luwak_toe: ntar ya
luwak_toe: spa ya ini?
luwak_toe: emh….
luwak_toe: kok diam sih
noor farida: siapa lagi kak?
noor farida: lupa ya ma’i?
luwak_toe: kayaknya yg ana tunggu tadi lagi kuliah
luwak_toe: pamitnya kuliah
noor farida: udah
noor farida: selesi kuliah
noor farida: langsung muwajjah
noor farida: maap ga kasih tau dulu..
noor farida: soalnya dah telat muwajjahnyaaa
luwak_toe: hehhehh
noor farida: kuliah lamaaa
luwak_toe: di berdirikan gak terlambat muajah
noor farida: nggak se
noor farida: tapi kalo ga daur baru syadid
luwak_toe: OoO
luwak_toe: kuliah apa tadi?
noor farida: teknologi pendidikan
noor farida: ma observasi
luwak_toe: teknologi pendidikan
luwak_toe: madah baru ya?
noor farida: ga juuga..
noor farida: tapi wat semester 4 iyyaaa
noor farida: kalo met riset nya dah sedari smstr 3 kmreen
noor farida: 4 sks
luwak_toe: OoO
luwak_toe: eh ntar
luwak_toe: g mn kbr km?
noor farida: mo kemana?
noor farida: apanya?
noor farida: akuu
luwak_toe: keadaan
luwak_toe: yup
noor farida: kemaren sempet panas 2 harii
luwak_toe: tuh kan
luwak_toe: kenapa emang
luwak_toe: ?
noor farida: kurang tidur
luwak_toe: kurang tdr terus paginya d forsir tenaganya ya?
noor farida: jaga warnet asli 2 malem plus piket 2 harii
noor farida: ituuu
noor farida: nurutin pak fadli
noor farida: yang mau cepet dapet duwit
noor farida: karena temen2 pada KML
noor farida: aku yang kebagian
noor farida: jaga
noor farida: walhasil
noor farida: alhamdulillah
noor farida: sehari semalem dapet 1 jutaaa
luwak_toe: tapi km harus jaga kesehatan donk
noor farida: iya kak
luwak_toe: jangan sampai menjadi korban
noor farida: ga da lagi jaga malem
luwak_toe: blhlah kita berkorban tapi jangan amp jadi korban
noor farida: gpp kok
noor farida: seneng juga sih..
noor farida: bisa menghasilkan sesuatu…
noor farida: ga cuma sejutaaa
noor farida: adek dapet ilmu buanyaaak
luwak_toe: ilmu apa emang?
noor farida: dari instal NOD32
noor farida: mpe bisa rumusnya balikin file yang ilang akibat viruss
noor farida: trusss
noor farida: servernyaaa selamet…
noor farida: dari yang hampir KO gara2 viruss…
noor farida: bisa bikin operator yang jaga ga cemberut lagiii
noor farida: semenjak terserang viruss, semwa site ga bisa dibuka
noor farida: YM juga ga bisaa
noor farida: akhirnyaaa
noor farida: bisaaa
noor farida: horeee
noor farida: tapi ya itu..
noor farida: panas
noor farida: khummaa
luwak_toe: emh.
luwak_toe: tapi sekarang udah mendingan kan
noor farida: ya syukur alhamdulillah
noor farida: oyaa
noor farida: masih banyak kerjaan yang laen kak
luwak_toe: apa?
noor farida: tapi masih nyangkut komputer jugaa
noor farida: ….
noor farida: gimana lagi ya??
noor farida: ada orderan lagiii
noor farida: proposal TK ISlam N playgroup
luwak_toe: buat apa
luwak_toe: acara ya?
noor farida: bukan
luwak_toe: terus
noor farida: cari dana buat bangun TK
noor farida: aku kebagian bikin proposalnya
noor farida: kakak bisa bantuin bikin cover ga
noor farida: ???
luwak_toe: emh….
luwak_toe: g mn ya ana bentar lagi ujian
noor farida: eh
noor farida: kakaka
noor farida: iyaa
luwak_toe: terus komp ana mau ana (more…)

April 9, 2007

MESIR NEGERI GUDANG ILMU DAN PERADABAN

Filed under: Arsif PPMI CAIRO — supraptoe @ 12:30 pm

Oleh: Jamaluddin Ahmad Khaliq, MA.

Pendahuluan

Ungkapan yang didengar dari setiap pengunjung negeri Mesir cukup bervariasi, sesuai dengan obyek yang dituju serta latar belakang masing-masing pengunjung. Seorang pecinta sejarah mungkin akan mengatakan “Mesir kaya akan peradaban”, seorang pecinta ilmu akan berkata “Mesir gudang ilmu, seorang yang disiplin mengatakan “Mesir serba tidak teratur”, seorang pemerhati lingkungan akan mengatakan “Mesir Negara yang kotor” dan masih banyak lagi ungkapan yang sering kita dengar dari para pengunjung negeri yang sedang kita jadikan tempat menimba ilmu ini.

Sudah barang tentu negara manapun mempunyai sisi positif di samping hal-hal yang negatif. Mesirpun tak lepas dari dua penilaian ini, banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dibumi ful dan tha’miyah ini. Demikian juga banyak hal negatif yang kita jumpai di mana-mana. Namun seorang mu’min harus cerdas dalam menentukan pilihan-pilihan, madu atau racunkah yang akan diambil untuk dibawa pulang ke negeri asal nanti, tentunya pilihan kita diharapkan tidak jauh dari niat pertama meninggalakan kampung halaman ketika berangkat menuju Mesir, yaitu menuntut ilmu dan meningkatkan keimanan kita terhadap Allah Swt.

Untuk menentukan pilihan-pilihan tersebut, perlu kiranya kita mengenal lebih dalam kondisi negeri ini dalam berbagai dimensi, agar pilihan-pilihan kita tidak salah. Hanya saja dalam tulisan ini tidak akan dibicarakan tentang sejarah Mesir dari zaman Fir’aun hingga sekarang secara perinci, karena bisa membuka buku-buku sejarah mesir yang banyak bertebaran di toko-toko buku, disamping menghemat halaman. Hanya kepada Allah kita memohon, semoga selalu mendapatkan taufiq dan hidayah-Nya dalam semua aktivitas kita.
Data singkat negara Mesir
o Nama resmi negara Mesir: Jumhuriyatu Mishr Al’Arabiyyah (Arab Republic of Egypt)
o Kepala Negara: Presiden Muhammad Husni Mubarak (sejak tahun 1981)
o Perdana menteri: Dr. Ahmad Nadzif
o Hari Nasional: 23 juli (hari revolusi)
o Lagu kebangsaan: Bilady, Bilady, Bilady
o Ibu kota: Cairo, kode telefon: 20-2
o Kurs mata uang: $ 1:LE 6,20
o Beda waktu Kairo-Indonesia lebih lambat 5 jam dari waktu Indonesia pada Oktober-April dan 4 jam pada Mei-September.
o Iklim:
o Musim Panas (Shaif): Mei-Juli
o Musim Gugur (Kharif): Agustus-Oktober
o Musim Dingin (Syita’) :November-April
o Musim Semi (Rabi’): Februari-April
o Suhu terendah di Kairo berkisar antara 4-12 derajat celcius, dan pada puncak musim panas mencapai 42 derajat Celcius.
o Maskapai penerbangan: Misr li Thairan (Egypt Air) untuk skala intenasional, dan Sinai Air untuk penerbangan regional.
o Agama: Islam (85%), Kristen Koptik (6%), Yahudi (0,1%), lain-lain (8,9%)
o Makanan pokok: gandum, roti (‘isy), kacang (ful) dan beras.
o Produk pertanian: kapas, gandum, beras, gula, susu, kurma, domba, ayam, dll.
o Industri utama: semen, pupuk, goni, alumunium, gula, besi, baja, produk kapas, kimia.
o Bendera: terdiri dari tiga warna :

Hitam bagian paling bawah, melambangkan bahwa Mesir sebelum revolusi 23 juli 1952 Mesir hidup di bawah penindasan dan penjajahan (era gelap).

Putih di bagian tengah, melambangkan perdamaian dan ketentraman.

Merah di bagian atas, mencerminkan gambaran perlunya pengorbanan, kesungguhan dan darah demi pembangunan, menjaga kehormatan serta kemerdekaan. Di tengah-tengah warna putih terdapat gambar elang yang melambangkan bahwa Mesir dalah negara Arab tulen.
o Provinsi di Mesir:
Negara Mesir terdiri dari 26 provinsi (plus 1 provisi khusus luxor), terbagi menjadi tiga bagian:
• Wajhu’l bahri (belahan utara)
• Wajhu’l Qibli/ al sha’idy (belahan selatan)
• Syibhu jazirah Saina’( provinsi-provinsi di daratan Sinai)
Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia (4161 mil) dan menjadi sumber air paling utama negeri Mesir.

Agama di mesir dan sebelum islam
Pada masa – masa fir’an ( julukan raja – raja mesir kuno )mesir menganut paganisme, menyembah banyak tuhan, sampai masuknya mesihiyyat pada saat romawi menguasai mesir setelah mengalahkan ratu cleopatra ketuju tahun 30 M. Masuknya sebagian penduduk mesir ke dalam agama masihiyat menyebabkan terjadinya penindasan yang tak kunjung padam dari pihak romawi yang menganut paganisme sebelum agama masihiyat menjadi agama resmi imperatur romawi tiga abad kemudian.

Ketika kostantin menjadi imperatur romawi dan masuk agama nasrani pada tahun 337 M. Dia menjadikan agama masehi sebagai agama resmi bagi seluruh orang –orang mesir, dan memaksa seluruh penduduk untuk memeluk agama masehi dan meninggalkan paganisme. Sebenarnya dia hanya menggantikan penyembahan banyak tuhan orang-orang mesir dengan penyembahan banyak tuhan menurut orang – orang masehi. Pemaksaan agama masehi terhadap orang – orang mesir ini di ikuti oleh imperatur-imperatur setelah kostantin, sampai – sampai kaisar theodor (more…)

April 8, 2007

TANGGAL:8 APRIL;21.17

Filed under: my memory — supraptoe @ 7:22 pm

luwak_toe: assalamualaikum
noor farida: wassalamualaikum
noor farida: huh
noor farida: gi ngapain kak?
luwak_toe: sahirul lailah lagi ya?
noor farida: barusan slesei kursus
noor farida: barusan
noor farida: refreshing lah
luwak_toe: kursus apaan?
noor farida: kursus mw
noor farida: microsoft word wat anak 3 int B
luwak_toe: emh…
noor farida: apa kak?
luwak_toe: gpp
noor farida: isya’ ya?
luwak_toe: blm
luwak_toe: baru dari masjid
luwak_toe: magrib
noor farida: dah dinner?
luwak_toe: udah
noor farida: mesjidnya deket dari rumah ya kak?
luwak_toe: dekat banget
luwak_toe: tapi kadang capek
noor farida: sebelah?
noor farida: kenapa?
noor farida: kenapa capek kak?
luwak_toe: soalnya rmh ku tinggat atas sendiri
luwak_toe: capek naik nya
noor farida: turun naik ya?
noor farida: ga da lift ya?
luwak_toe: iya
luwak_toe: gak da
noor farida: capek deeeh
luwak_toe: iya sih
luwak_toe: makanya habis ke luar rmh harus refresing
noor farida: kak.aku ada usul
luwak_toe: apa?
noor farida: ooo
noor farida: usulku
noor farida: gimana kalo dipasang tali jaaa dari tingkat atas?
noor farida: langsung merosot ke bawah
noor farida: kalo turun
luwak_toe: waduh gak punya tali
luwak_toe: yang da cuma benang
luwak_toe: kira2 bisa gak ya?
noor farida: bisa
luwak_toe: masak
luwak_toe: ini benag laba2 lo
noor farida: bisa lah
noor farida: ngaco
luwak_toe: ehehhe
noor farida: udah ah
noor farida: becandanya
luwak_toe: gak kok
noor farida: ganti topik dong kak
luwak_toe: tapi klo udah biasa gak capek lagi
noor farida: ya capek itu kadang kan?
noor farida: nggak sering2
noor farida: ya kak?
luwak_toe: yup
luwak_toe: tapi kadang malas klo subuh
noor farida: waduh
noor farida: jadinya solat di rumah dong?
luwak_toe: jarang k masjid
luwak_toe: subuhnya
noor farida: kakak suka add tidur ba’da ssubhi ga?
luwak_toe: ya lihat kondisi
luwak_toe: klo da kuliah pagi ya tdr dulu
luwak_toe: klo gak da ya tdr nya jam 9
noor farida: ih kak ,
noor farida: sibuk
noor farida: sitik-sitik bubuk
luwak_toe: hehehhehhe
luwak_toe: kan jamuh kuah
noor farida: hehehe
noor farida: iya deh
luwak_toe: soalnya di sini jarang olahraga
luwak_toe: paling olaraga hari jumat aj
noor farida: kok bisa?
noor farida: wah kok kayak di pondok ya?
luwak_toe: iya sih
luwak_toe: jadi kebanyakan ngangur
luwak_toe: kalo gak di gunakan sebaik mungkin akan terlena
noor farida: kayak ceritanya fahri itu ya
luwak_toe: emh….hampir mirip tapi ana buka fahri lo
noor farida: iya yaaa
luwak_toe: hehehehe
noor farida: kak
luwak_toe: napa?
noor farida: ga
luwak_toe: udah pembagian jadwal ngajar KMI?
noor farida: besok malem
noor farida: nungguin asaatidz komplet
noor farida: kenapa kak?
noor farida: mau taukah aku ngajar apa aja?
luwak_toe: gpp cuma tanya aja
noor farida: oo
luwak_toe: emang sepesialis apa km?
noor farida: english
noor farida: math
noor farida: khot (more…)

April 7, 2007

Meraih multi sukses

Filed under: Arsif PPMI CAIRO — supraptoe @ 3:42 pm

Oleh:saiful bahri ,Lc.

Pendahuluan

Ani,seorang perempuan kecil melepaskan pandangannya menyapu langit. Ia sedang memperhatikan sebuah kapal terbang melintas diatasnya,berada diketinggian yang tak mampu ia ukur.nampaknya ia takjub dan terpana.terlihat dari rona wajahnya ,tertegun cukup lama. Disaat yang sama ia membayangkan seandainya ia bias naik kapal terbang tersebut menyapu angkasa yang berada di atas awan ,ia ingin terbang bagai burung.

Ketika umurnya memasuki usia remaja,ia bisa berfikir lebih strategis dan terencana .ani tumbuh menjadi gadis muslimah yang cerdas .saat itu tentunya ia mempunyai cita –cita yang tinggi.setamat dari SLTA ia ingin melanjutkan kuliah di luar negeri .awal juni di milinium ketiga ia mendaftarkan diri dalam tes penyaringan beasiswa Universitas Al-Azhar,mesir.
Pada awal juli ,Ani termasuk salah satu nama yang lulus dalam tes tersebut .Pda bulan September ia terbang ke cairo .mimpi kecilnya menjadi kenyataan .ia bisa terbang berada di atas awan .pada saat yang sama ia meraih cita-citanya ,meneruskan sekolahnya di luar negeri.

Dari renungan ke perencanaan
Belajar dari kisah singkat di atas ,sebuah kesuksesaan di awali sebuah mimpi dan angan –angan .mimpi bukan segalanya ,namun segalanya bisa berawal dari mimpi.

Rosulullah saw. Pada perang khandaq memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya . pada penggalian parit untuk menghadapi peperangan , ada sebongkah batu besar. Rosullah pun tutun langsung dengan godamnya.dari benturan godam dan batu tersebut terlihat tiga kali percikan api.Dengan itu beliau memberi wacana obsesif ke depan berupa futuhat islamiyah di Persia ,yaman dan romawi.

Kita bisa membayangkan, pada kondisi yang demikian sulit dan pada musim paceklik serta di tengah musim dingin dan konspirasi musuh-musuh islam. Pada saat itu rosulullah mempunyai pencanangan yang obsesif.

Kondisi diatas kita korelasikan dengan situasi kita yang berada dalam suasana aman, tentram serta serba kecukupan .maka sudah semestinya kita mampu hanya sekedar memiliki pencanangan obsesif.

Renungan dari sebuah angan dan mimpi ini tidak lantas kita biarkan hanya menjadi penghias dan bunga-bunga activitas harian kita atau bahkan hanya menjadi hiburan dari kepenatan di tengah rutinitas. Namun di perlukan beberapa perencanaan yang matang .meliputi rencana realities jangka pendek dan jangka panjang.

Idealnya, sebuah rencana terdiri dari sub:bentuk sasaran, target, waktu, langkah-langkah yang perlu di tempuh serta beberapa konsideran baik yang berupa factor pendukung maupun apa saja yang dikhawatirkan akan menghalangi rencana tersebut.

Disamping itu sebuah rencana juga memiliki skup yang integral dan makro :individu, social dan pengkondisian (da’wy).

Persepsi sukses
Sebelum lebih jauh membicarakan kiat atau idialisme kesuksesan, kita perlu mengenaltabiat dan hakikat sukses. Point-point utamanya.
1. diselamatkan allah dari api neraka
2. meraih cinta allah dan orang –orang yang mencintai allah serta segala sesuatu yang dapat menghantarkan pada cinta allah.
3. hari-harinya senantiasa lebih baik dari sebelumnya, bermanfaat bagi sesamanya.

Dari empat persepsi diatas kita dapat melanjutkannya dengan merealisasikan dalam berbagai bentuk aktivitas yang sejalan misi meraih sukses hakiki. Sukses ini bermakna sangat integral ; meliputi aspek vertical dan aspek horizontal. Bila tak ada balance dalam keduanya kita akan menjadi bangkrut, yang oleh rosul saw. Diistilakan dengan muflis. Selain itu agar standar kesuksesan kita tak selamanya terpatok pada materi dan pada subtansi sebuah nilai .

Dan kesuksesan manusia tak bisa dilepaskan dari misi hidup sesungguhnya:beribadah.

Percaya diri
“maaf, saya belum pernah menerima tugas dan tanggung jawabseperti ini” atau ; “aduh hafalan saya kurang baik , otak saya tumpul “, atau saya minder dan kurang berani jika harus berhadapan dengan orang yang lebih dari saya dalam segala hal”.

Benarkah demikian?
Setiap manusia, bahkan mahluk allah di bumi ini selalu di bekali keistimewaan tersendiri. Keistimewaan inilah yang menjadi sarana baginya untuk melaksanakan tugas dibuminya-NYA. Terlebih manusia , sebagai mahluk yang di muliakan oleh allah , dengan segala kelebihannya.

Lantas, mengapa minder di depan sesama?
Kita perlu membedakan minder dan tawadhu. Keduanya terkesan sama., pada hakeketnya jauh berada pada kutub yang berbeda. Yang pertama , akan mematikan potensi dan refleksi ketakutan semu.yang kedua, merupakan sifat mulia dengan kedewasaan yang matang.

Sukses selalu lebih mudah dari pada gagal ? benarkah?.
Karena allah telah menyidiakan segala perangkat sukses pada manusia. Sedang perangkat kegagalan tak pernah disiapkan. Kegagalan merupakan (more…)

April 6, 2007

TANGGAL, 6 APRIL.21.05

Filed under: my memory — supraptoe @ 7:09 pm

noor farida: assalamu’alaikum
noor farida: nungguin sapa kak?
luwak_toe: emh
luwak_toe: itu ID ku kemarin waktu nunggu km
luwak_toe: eh ntar ya
noor farida: wah
noor farida: mo kemana>
luwak_toe: ..sebentar aj
luwak_toe: ok
noor farida: yup
luwak_toe: udah
luwak_toe: waalaikumsalam
luwak_toe: g mn kbnya?
noor farida: capek
luwak_toe: kok gak tdr sih
noor farida: kangen
luwak_toe: masak
luwak_toe: erh
luwak_toe: tahu gak k napa aq tlp km kemarin
noor farida: mang kangen ma siapa?
noor farida: aku nggak tau
noor farida: kenapa nelpon aku kemaren?
noor farida: mosok kangen juga?
luwak_toe: iya sih
noor farida: gak percaya
luwak_toe: lagian ana bingun
luwak_toe: tadi nya minta chat
luwak_toe: terus gak jadi
luwak_toe: ana kira da apa2 dgn km
luwak_toe: atau ortu km mau bicara ama aq
noor farida: nothin
noor farida: its too fast
noor farida: they think
noor farida: its too fast for us
noor farida: for me
luwak_toe: maksudnya
luwak_toe: ?
noor farida: mereka masih belum bisa terima
noor farida: tentang kemajuan teknologi yang memang sebenarnya bisa mengantarkan kita untuk berhubungan dengan orang walopun jauh jaraknya
noor farida: khususnya internet
noor farida: mreka kolot
luwak_toe: emh…
noor farida: dan berpikiran kalo aku ini
noor farida: dimainin orang
noor farida: gitu..
luwak_toe: ana gak mau mempermainkan orang
luwak_toe: cukup km di mantingan itu udah menjadi alasan ku untuk suka pada mu
noor farida: kak
noor farida: antum mungkin belum kenal sama anak mantingan yang laen…
luwak_toe: kenal banyak
luwak_toe: wong ana juga pengurus IKPM mesir
noor farida: yang di Mantingan
noor farida: why u pick me ?
luwak_toe: emh
luwak_toe: itu menjadi sebuah mesteri
luwak_toe: ana juga gak tahu
luwak_toe: alumni sini mantingan juga banyak
luwak_toe: tapi gak tahu ya……
luwak_toe: perasanku bilang gitu sih
luwak_toe: atau ini sebuah khayalan
luwak_toe: klo khayalan ya allah mohon aq di sadarkan
luwak_toe: biar gak terlalu jauh aq melangkah
luwak_toe: klo tuh ini beneran tolong buat ini kenyataan
luwak_toe: ana gak mau hidup dalam ke mayaan
noor farida: i hope too
luwak_toe: emh
luwak_toe: blh gak ana tanya sesuatu k km?
luwak_toe: tapi harus jujur ya
luwak_toe: ana gak mau km boong
noor farida: ofcourse
noor farida: silakan
luwak_toe: mau gak km nikah ama aq ntar setelah aq pulang dari mesir?
noor farida: kak
luwak_toe: napa?
noor farida: aku masih kuliah
luwak_toe: km lulus s1 dulu
noor farida: brarti….
noor farida: tuh kan
noor farida: sampe situ lagi…
luwak_toe: berarti ana nunggu km dulu s1 baru nikah
luwak_toe: itu pun klo km mau nikah ama aq
luwak_toe: ana gak mau boongin perasaaan ku
luwak_toe: apalagi mempermainkan seseorang
noor farida: kak
luwak_toe: napa?
luwak_toe: km masih penasaran ya?
noor farida: iya
luwak_toe: g mn ya….
noor farida: memutuskan untuk menikah itu tak mudah kak
noor farida: banyak yang musti kita pikirkan terlebih dahulu…
luwak_toe: setidaknyakan ana merasa tenang
noor farida: so
noor farida: my i ask one think?
luwak_toe: emang klo udah jodoh (more…)

April 5, 2007

JILBAB BUKAN ALTERNATIF

Filed under: wacana — supraptoe @ 5:09 pm

Upaya merekonstruksi ulang penafsiran hukum

Pemakaian jilbab di Indonesia dan beberapa tempat di dunia, menjadi salah satu masalah social masyarakat, khususnya yang beragama islam di mata pergaulan dunia.Di Negara Eropa beberapa kasus terungkap dalam kaitannya dengan busana wanita muslim.
Ada problematika social yang harus di pahami dalam konteks batasan aurat wanita yang boleh diperlihatan.misalnya,apakah boleh berfoto dengan memperlihatkan ”aurat”,yaitu dengan memperlihatkan atau terlihat tangan,terlihat telinga( buat SIM, KTP,dan PASPORT), atau mau dengerin walkman,blututh yang harus ditempelin di telinga,di sini ada tarik-ulur kepentingan di satu sudut kita kepingin menjalankan syariat islam secara kaffah di sudut lain kita kepingin hidup normal
Jilbab berasal dari kata kerja jalaba yang artinya menutupkan sesuatu di atas sesuatu yang lain sehingga tidak dapat di lihat.Dalam masyarakat islam, selanjutnya jilbab di tafsirkan pakaian yang menutupi tubuh seseorang tidak hanya luarnya saja tapi juga lekak-lekuk dan bentuk tubuh.Para ahli tafsir dalam menggambarkan jilbab berbeda-beda, Ibnu Abbas dan Abidah al-Samani merumuskan jilbab sebagai pakaian perempuan yang menutupi wajah berikut seluruh tubuhnya kecuali satu mata. Dalam keterangan lain disebutkan sebagai mata sebelah kiri. Qatadah dan Ibnu Abbas dalam pendapatnya yang lain mengatakan, makna mengulurkan jilbab adalah menutupkan kain ke dahinya dan sebagian wajahnya, dengan membiarkan kedua matanya. Mengutip pendapat Muhammad bin Sirin, Ibnu Jarir berkata, “Saya tanya kepada Abidah al-Samani mengenai ayat yudnina ‘alaihinna min jalabihinna (hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya). Maka dia menutupkan wajahnya dan kepalanya sambil menampakkan mata kirinya”. Ibnu al-Arabi dalam tafsir Ahkam al-Qur’an, ketika membicarakan ayat ini menyebutkan dua pendapat. Pertama, menutup wajahnya dengan kain itu sehingga tidak tampak kecuali mata kirinya,Azzamakhsyari dalam Alkasysyaf merumuskan jilbab sebagai pakaian yang lebih besar dari pada kerudung tetapi lebih kecil daripada selendang. Ia dililitkan di kepala perempuan dan membiarkannya terulur ke dadanya. Ibnu Katsir mengemukakan bahwa jilbab adalah selendang di atas kerudung. Ini yang disampaikan ibnu Mas’ud, Ubaidah Qatadah, Hasan Basri, Sa’id bin Jubair al-Nakha’i, Atha al- Khurasani dan lain-lain.Sementara Wahbah az-Zuhaili dalam at tafsir al-Munir pada kesimpulan akhirnya mengatakan bahwa para ulama ahli tafsir seperti Ibnu al-Jauzi, at-Thabari, Ibnu Katsir, Abu Hayyan, Abu as-Sa’ud, al-Jashash dan ar-Razi menafsirkan bahwa mengulurkan jilbab adalah menutup wajah, tubuh dan kulit dari pandanan orang lain yang bukan keluarga dekatnya (wahbah, II/108)
Dalam al-qur’an ada dua ayat yang melegalkan pewajiban jilbab,pertama surat; al-ahzab ayat 59, yang kedua surat;an-nuur ayat 31.
Pertama,surat al-ahzab ayat 59 “wahai nabi katakanlah pada istri-istrimu,dan anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang muslim,hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.hal itu agar mereka mudah di kenal “.Mengenai latar belakang turunnya ayat ini. Satu diantaranya, disampaikan Ibnu Sa’ad dalam bukunya al-Thabaqat dari Abu Malik. Katanya, “Suatu malam, para isteri Nabi Saw keluar rumah untuk memenuhi keperluannya. Saat itu, kaum munafiq menggoda dan mengganggu (melecehkan) mereka. Mereka mengadukan peristiwa itu kepada Nabi. Ketika Nabi menegur kaum munafiq itu berkata, “Kami kira mereka perempuan-perempuan budak.” Lalu turun surat al-Ahzab ayat 59 (Wahbah, II/107). Ibnu Jarir at-Thabari, guru para ahli tafsir, menyimpulkan ayat ini sebagai larangan menyerupai cara berpakaian perempuan-perempuan budak.
Satu hal, perlu dicatat bahwa seruan mengenakan jilbab, sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas, dimaksudkan sebagai cara untuk memperlihatkan identitas perempuan-perempuan merdeka dari perempuan-perempuan budak. karena, dalam tradisi Arab ketika itu, perempuan-perempuan budak dinilai tidak berharga. Mereka mudah menjadi sasaran pelecehan kaum laki-laki. Status sosial mereka juga direndahkan dan dihinakan. Berbeda dari kaum perempuan merdeka. Dengan begitu, identifikasi perempuan merdeka perlu dibuat agar tidak terjadi perlakuan yang sama dengan budak. Istilah merdeka dimaksudkan agar mereka tidak menjadi sasaran pelecehan seksual laki-laki. Ini sangat jelas disebutkan dalam teks ayat.
Sampai disini, pertanyaan kritis agaknya perlu dikemukakan. Kalau jilbab digunakan sebagai pencirian perempuan merdeka, bagaimana pakaian yang biasa dikenakan perempuan budak ? Abdul Halim Abu Syuqqah mengisyaratkan bahwa kaum perempuan Arab pra Islam sebenarnya biasa mengenakan pakaian dengan berbagai bentuk atau mode. Ada yang memakai cadar dan sebagainya. Beberapa bentuk dan mode pakaian yang dikenakan kaum perempuan Arab saat itu, berlaku bagi perempuan merdeka dan perempuan budak. Ketika Islam datang, mode dan bentuk pakaian yang menjadi tradisi masyarakat Arab jahiliyah masih diakui. Tetapi, ada dugaan kuat, seruan pemakaian jilbab terhadap perempuan-perempuan mukmin yang merdeka, mengindikasikan perempuan budak tidaklah mengenakan jilbab. Atau mereka mengenakannya, tetapi tidak mengulurkannya sampai menutup wajahnya. Tidak berjilbabnya perempuan budak masuk akal, karena tugas-tugas berat mereka untuk melayani majikannya.
Atas dasar itu, surat al- Ahzab 59, tampaknya hanya membicarakan ciri khusus pakaian perempuan merdeka, yang membedakannya dari pakaian perempuan budak. Ciri itu adalah jilbab. Jadi, ayat ini secara lahiriah, serta didukung latar belakang turunnya, hanya membicarakan jilbab sebagai ciri perempuan merdeka, untuk membedakannya dengan perempuan budak. Ayat ini tidak membicarakan aurat perempuan.
Wahbah juga mengatakan, jilbab merupakan pelengkap kewajiban menutup aurat. Ini adalah tradisi yang baik, untuk melindungi perempuan dari sasaran pelecehan laki-laki (Wahbah, II/108). Ketika seorang muslimah merdeka menyatakan tidak mempunyai jilbab untuk sholat ‘id, Nabi mengatakan, hendaklah temannya mengenakan jilbabnya kepada dia”. Mengomentari hadist ini, al-Kasymiri dalam Faidh al-Bari mengatakan,” Dari sabda Nabi ini, diketahui bahwa memakai jilbab hanya dituntut ketika perempuan keluar rumah.” Abu Syuqqah (more…)

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.