<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BERFIKIR SEJENAK DEMI MASA DEPAN</title>
	<atom:link href="http://supraptoe.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://supraptoe.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2007 15:53:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='supraptoe.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/bdf4db7aee1032cca65e2897e8416a8f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BERFIKIR SEJENAK DEMI MASA DEPAN</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MANAJEMEN DIRI:UPAYA MEMBANGUN KARAKTER (CHARACTER BUILDING) MASISIR</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/12/manajemen-diriupaya-membangun-karakter-character-building-masisir/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/12/manajemen-diriupaya-membangun-karakter-character-building-masisir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2007 15:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsif PPMI CAIRO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/12/manajemen-diriupaya-membangun-karakter-character-building-masisir/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Udo Yamin Efendi Majdi
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.  Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=48&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Udo Yamin Efendi Majdi</p>
<p>Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.  Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS. Ar-Ra’ad [13]:11).</p>
<p>Iftitâh<br />
Bismillâh. Sejak 2004, seperti air hujan, mahasiswa baru (MABA) dari Indonesia datang membanjiri lembah Sungai Nil. Jumlahnya mencapai 1054. Tahun berikutnya pun demikian. Peningkatan drastis pada dua tahun (2004-2005) itu, satu sisi membahagiakan, karena jumlah kader ummat dan bangsa yang akan mengeluarkan Indonesia dari krisis multidimensi semakin banyak. Namun di sisi lain menyedihkan, setelah natijah imtihân turun, banyak yang rasib. Muncullah sebuah kesimpulan, bahwa secara kuantitas Masisir besar, namun secara kualitas kecil. Ini pula yang membuat Departemen Agama (Depag) RI, tahun ini (2006), mengeluarkan kebijakan untuk menyeleksi, lewat testing di perguruan tinggi Islam di beberapa propinsi, terhadap semua CAMABA, baiknya jalur Depag maupun &#8220;Terjun Bebas&#8221; dan mensyaratkan adanya “uang bekal” (living cost) sebesar US$. 2500,- (25 juta rupiah).<br />
Terlepas dari polemik dan pro-kontra Masisir terhadap kebijakan Dapag yang dianggap “sepihak” dan &#8220;sangat mendadak&#8221; tersebut, yang jelas peningkatan jumlah MABA perlu kita respon dengan proaktif dan bijaksana. Sebab, persoalannya, tidak hanya masalah akademis saja, tapi masalah patologi sosial —penyakit masyarakat (baca: Masisir)— yang muncul akibat &#8220;penumpukan&#8221; emigran; ketidakseimbangan antara kedatangan MABA dengan kepulangan mahasiswa lama.<br />
Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, saya ingin mengajak diskusi Anda dan para MABA yang dianggap sebagai &#8220;persoalan&#8221; (problem) agar berubah menjadi solusi dari masalah (problem solver). Ada empat pembahasan yang akan kita diskusikan di sini, (1) fenomena kehidupan Masisir sebagai upaya identifikasi sekaligus mencari akar masalah Masisir; (2) Manajemen Diri sebagai tawaran solusi dari persoalan Masisir; (3) Tujuh Prinsip dan Kiat Praktis Manajemen Diri sebagai bentuk konkrit dari Manajemen Diri itu; dan terakhir, (4) Manajemen Waktu sebagai pelengkap untuk menjelaskan salah satu prinsip dari 7 prinsip yang saya rumuskan.</p>
<p>Fenomena Kehidupan Masisir<br />
Ada sebuah fenomena kehidupan Masisir, yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir di berbagai kalangan, yaitu &#8220;pembusukan karakter&#8221;. Maksudnya adalah menggunakan kebanyakan waktu —minjam istilah Stephen R. Covey— &#8220;untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak penting&#8221;, serta tidak ada hubungannya dengan Mahasiswa/i Indonesia Mesir (selanjutnya dibaca: Masisir) sebagai civitas akademica.<br />
Sebelum melangkah lebih jauh, perlu kita sepakati bersama, bahwa Masisir yang kita maksud adalah Masisir berperan sebagai civitas akademika, bukan peran-peran yang lainnya. Mengapa demikian? Sebab,di lapangan, ada yang mendaftarkan diri di lembaga pendidikan di Mesir —baik Al-Azhar maupun yang lainnya— dengan tujuan untuk mendapatkan iqâmah (visa). Betul, status mereka adalah mahasiswa-mahasiswi, tapi peran mereka tidak hanya demikian. Ada yang berperan sebagai suami bagi isterinya yang sedang kuliah. Selama di Mesir, ia hanya menunggu tamat isterinya yang sedang kuliah di Mesir dan mencari nafkah untuk keluarganya. Sebaliknya, ada yang berperan sebagai isteri. Ia hanya mendampingi suaminya menyelesaikan studi.<br />
Mereka tidak kuliah. Mereka hanya mengikuti imtihân (ujian) agar nama mereka tidak tercoret dari lembaga pendidikan itu. Ada juga yang sama sekali tidak mengikuti ujian, karena orang yang ia tunggu tidak sampai tiga tahun. Artinya, kalau pun ia tidak ikut imtihân, maka ia tidak akan mafshûl (dropt out). Di luar peran itu, masih banyak peran lainnya, misalnya karena ia menjadi TKI atau TKW, ingin talaqqi dengan seorang syaikh, dan seterusnya. Jadi, Masisir —dalam  tulisan ini— adalah para mahasiswa-mahasiswi yang tinggal di Mesir dengan tujuan untuk menyelesai jenjang pendidikan kesarjanaan (strata 1 sampai strata 3) pada lembaga pendidikan —Al-Azhar atau yang lainnya— di Mesir. Dengan definisi ini meskipun mereka memiliki peran lain —sebagai suami, isteri, aktivis, businessman, dan lain-lain— kalau tujuan utama mereka memperoleh gelar kesarjanaan, inilah yang kita sebut Masisir sebagai civitas akademika.<br />
Sebagai civitas akademika, seharusnya yang terbangun di Masisir adalah budaya ilmiah. Ini dapat terukur dari tiga hal, yaitu (1) budaya membaca —menela&#8217;ah; mengkaji; meneliti— karya-karya ilmiah; (2) budaya menulis karya tulis ilmiah, baik itu buku, jurnal, majalah, buletin, maupun media tulisan ilmiah lainnya; (3) budaya diskusi; dan (4) pola pikir, mental, serta perbuatan berdasarkan ilmu. Namun, realitasnya adalah budaya membaca sangat rendah, budaya menulis sangat lemah; dan budaya diskusi sangat susah. Indikator dari keempat hal tersebut dapat dilihat dari: (1) Masisir yang aktif di kelompok kajian (Studi Club) atau Senat Fakultatif, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang aktif di organisasi atau komunitas lainnya; (2) yang sering muncul dalam acara-acara Masisir sebagai pembicara dan dalam media massa Masisir sebagai penulis hanya berputar kepada beberapa orang saja; (3) setiap ada lomba Karya Tulis Ilmiah, pesertanya sangat sedikit; (4) buku; jurnal; dan karya ilmiah Masisir masih sangat minim; dan (5) dalam intraksi sosial dan menghadapi persoalan belum mencerminkan sebagai ilmuan.<br />
Lantas, jika waktu Masisir tidak banyak terkuras untuk membangun budaya ilmiah, maka terpakai untuk apa? Wallahu ‘alam. Menurut pengamatan saya, waktu mereka banyak terbuang —meminjam perkataan Stephen R. Covey— untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak penting. Misalnya, bergadang malam suntuk ketika musim panas; tidur seharian di musim dingin; membaca Kho Ping Kho berseri-seri; menonton TV atau film &#8220;Korea&#8221; belasan episode, bahkan film forno; main beragam &#8220;game&#8221; atau Play Station (PS) tak mengenal waktu, bahkan ada perlombaannya; main gaple sampai Shubuh; chatting, searching, e-mail-email, atau &#8220;main internet&#8221; tak ada tujuan yang jelas, bahkan ada yang sering meninggalkan sholat lima waktu, dan seterusnya. Inilah contoh pembusukan karakter secara individu —bisa dilakukan sendirian, dalam istilah Al-Quran, perbuatan munkar (al-munkar).<br />
Ada lagi pembusukan karakter secara sosial —tidak bisa dilakukan sendirian, minimal harus ada dua orang, dalam Al-Quran disebut perbuatan keji (al-fahsya&#8217;). Tanpa menafikan betapa banyaknya Masisir yang baik dan komitmen menjaga &#8216;iffah (kehormatan diri), namun tidak bisa kita pungkiri juga, dari sekian banyak Masisir itu, meskipun hampir 100% kuliah di Al-Azhar —yang nota benenya mempelajari Islam— mereka melakukan kehidupan yang tidak Islami. Misalnya, khalwah (berdua-duaan di tempat sepi) dan ikhtilâth (percampuran tanpa uzur syar’i, pacaran jama&#8217;i dan pegang-pegang tangan). Sebagian memahami pacaran itu suatu kemestian sebelum nikah, bahkan mencampuradukan dengan al-haq, istilah mereka &#8220;pacaran Islami”. Akhirnya, kebablasan. Mereka sering jalan berduaan, nangkring di sûq sayyarât, ngobrol di telpon berjam-jam, SMS-an dan chatting tak kenal waktu, berduaan dalam saqoh, bahkan rihlah berduaan ke objek wisata Mesir. Kondisi inilah yang melahirkan Tim Pemerhati Intraksi Masir (TPIM) yang mengundang pro-kontra Masisir.<br />
Bukan satu atau dua kali, saya menemukan faktanya. Betapa sering Masisir yang mengadu, karena miris melihat temannya sudah tidak lagi mengindahkan norma-norma Islam dalam berintraksi dengan lawan jenis. Bahkan, saya masih ingat, di bulan suci Ramadlan tahun lalu, tepatnya hari Ahad, 9 Oktober 2005, tiba-tiba, telpon di rumah saya berdering. Saya dekatkan gagang telpon ke telinga. Di ujung sana, terdengar suara akhwat: &#8220;Betul ini rumah Udo Yamin? Boleh aku bicara dengannya?&#8221; Saya membetulkan bahwa saya adalah Udo Yamin. Akhwat itu ingin minta nasehat saya, tapi ia tidak mau memperkenalkan siapa dirinya. Ia mengajukan empat pertanyaan: (1). Bagaimana pandangan Udo terhadap akhwat yang suka main<span id="more-48"></span> ke rumah laki-laki sendirian? (2). Apa yang Udo lakukan, bila Udo serumah dengan laki-laki yang didatangi akhwat itu? (3) Bagaimana supaya adik-adik kelasnya yang serumah tidak mengikuti kebiasaan jelek akhwat itu? (4) Bagaimana solusi dari semua itu? Saya, tidak akan memaparkan jawaban saya di sini, sebab bukan tempatnya. Yang jelas, saat saya menjawab empat pertanyaan itu, saya dengar akhwat itu menangis. Hati saya ikut tercabik-cabik. “Oooi, napa Masisir kok jadi gini???” batin saya berteriak. Kisah nyata ini saya ceritakan, sekali lagi, untuk menguatkan bahwa apa yang saya sampaikan kepada Anda berdasarkan data dan fakta. Bukan fiktif, apalagi fitnah. Na&#8217;ûdzubillâh min dzâlik!</p>
<p>Manajemen Diri adalah Solusi<br />
Tentu saja, bagi Anda sebagai mahasiswa baru (MABA), mungkin fenomena atau realitas di atas, membuat Anda terkejut dan kecewa. Hanya saja, jangan berlarut-larut dalam rasa kecewa itu;  mulailah hidup bermakna! Sebab, seburuk apapun situasi dan kondisi di luar sana, apabila Anda respon secara proaktif, maka akan memberikan manfa’at. Bahkan, dengan fenomena di atas, seharusnya membangkitkan nurani Anda untuk merubahnya. Akan tetapi, sebelum merubah Masisir, sebuah keniscayaan Anda —termasuk saya, harus terlebih dahulu merubah diri. Suatu hal yang mustahil Masisir akan berubah, apabila “anfûs” Masisir tidak berubah. Allah Swt pun tidak akan merubahnya. Sebaliknya, manakala kita mulai dari diri kita sendiri (baca lagi firman Alllah diawal tulisan ini), maka Allah Swt. akan membantu kita. Untuk merubah diri itu, kita butuh alat yang kita sebut dengan “manajemen diri”.<br />
Apa itu manajemen diri? Secara sederhana, manajemen —merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2001)— memiliki dua arti, yaitu; (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; dan (2) pimpinan yang bertanggungjawab atas jalannnya perusahaan dan organisasi. Dalam kajian kita saat ini, arti pertama yang relevan dan perlu kita eksplorasi lebih lanjut.<br />
Selanjutnya, apa arti “diri” atau “saya”? Apakah yang kita sebut &#8220;diri&#8221; itu adalah akumulatif dari pikiran kita, seperti yang dikatakan David J. Schwarz bahwa &#8220;Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita&#8221;, atau jargon yang diucapkan oleh Rene Descartes, &#8220;Saya berpikir, maka saya ada&#8221;? Apakah diri itu adalah apa yang kita rasakan, seperti yang dinyatakan Andre Gide, &#8220;Saya merasa, maka saya ada&#8221;? Apakah diri itu adalah perbuatan; tindakan; kebiasaan kita, seperti ucapan Albert Camus, &#8220;Saya memberontak, maka itulah saya&#8221;, atau pernyataan Aristoteles, &#8220;Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang.&#8221; Atau, ungkapan Nurcholis Madjid, &#8220;Aku berbuat, maka aku ada&#8221;? Apakah diri itu gabungan dari pikiran dan perasaan kita, sebagaimana dalam konsep &#8220;ego&#8221; Muhammad Iqbal, bahwa ego (diri) adalah suatu kesatuan perasaan-perasaan —mental— kehidupan personal dan merupakan bagian dari sistim pemikiran. Dan, apakah diri itu adalah gabungan dari semua itu? Wallâhu a&#8217;lâmu.<br />
Kata &#8220;diri” (anfûs) —jamak dari nafsun— dalam Al-Quran banyak maknanya, diantaranya: rûh (nyawa), dhamîr (hati nurani), jinsun (jenis), dan syahshiyah (pribadi) atau &#8220;totalitas manusia&#8221; dimana terpadu jiwa-raga manusia. Nah, makna yang terakhirlah yang kita maksud dengan &#8220;diri&#8221; itu. Yang kita sebut diri, pribadi, individu, adalah totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani, fisik yang bisa kita lihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati; pikiran; jiwa). Diri adalah totalitas dari pemikiran, keinginan, dan gerakan kita dalam ruang dan waktu. Dengan kata lain, perpaduan antara intelektual, emosional, spiritual, dan fisik.<br />
Berangkat dari makna dua kata —“manajemen” dan “diri”— di atas, maka manajemen diri —yang saya maksud— adalah sebuah proses merubah “totalitas diri” —intelektual, emosional, spiritual, dan fisik— kita agar apa yang kita inginkan (sasaran) tercapai.<br />
Tujuh Prinsip dan Kiat Praktis Manajemen Diri<br />
Dalam kitab At-Tafsîr al-Munîr fî al-&#8217;Aqîdah wa as-Syarî&#8217;ah wa al-Manhaj (Darul Fikri, 1998), Al-Ustadz Dr. Wahbah az-Zuhaily meriwayatkan perkataan Ibnu Abbas: “Al Fatihah adalah inti dari Al Quran. Dan basmalah —bismillâhirrahmânirrahîm— adalah inti dari surat Al-Fatihah!&#8221;<br />
Tentu saja kesimpulan sahabat nabi yang mendapat gelar dari Khalid Muhammad Khalid —penulis Rijâlu Haula Rasûl (Darul Muqatham, 1994)— sebagai “Kiai Umat” adalah benar. Apalagi, sejak kecil beliau sering bersama rasulullah Saw. dan beberapakali beliau menepuk-nepuk punggungnya sambil berdo’a: “Ya Allah, berikanlah ilmu agama yang mendalam dan ajarakan kepadanya ta’wil (Al-Quran)!”<br />
Dari dua belas nama surat Al-Fatihah —Fâtihah Al-Kitâb, Ummu Al-Kitâb, Ummu Al-Quran, Al-Qurân Al-‘Adhîm, As-Sab’u Al-Matsâni, Ash-Shalâh, Ar-Ruqiyah, Al-Asâs, Asy-Syifa’, Al-Kâfiyah, Al-Wâfiyah, dan Al-Hamdu— yang disepakati oleh ulama, ada tiga nama yang menguatkan kesimpulan Ibnu Abbas tersebut, yaitu Fâtihah Al-Kitâb, Ummu Al-Kitâb dan Ummu Al-Quran. Iyya, Al-Fatihah memang sebagai pembuka dan induk dari Al-Quran.<br />
Dengan demikian, jika surat Al-Fatihah inti Al-Quran dan Al-Quran adalah sebagai prinsip hidup kita, maka sudah barang tentu dalam surat Al-Fatihah ada prinsip hidup, termasuk prinsip-prinsip untuk manajemen diri. Tinggallah kemauan kita, apakah mau mencari prinsip itu atau tidak? Bukankah dalam ‘ulûmi al-Qurân (ilmu-ilmu Al-Quran), kita telah mempelajari tentang manthûq (arti tersurat) dan mafhûm (arti tersirat)? Lantas, apa arti tersirat dalam surat Al-Fatihah?<br />
Setiap hari kita minimal membaca surat Al-Fatihah sebanyak 17 kali sehari-semalam dalam sholat. Tapi, pernahkah kita memikirkan makna —baik tersurat maupun tersirat— yang terkandung di dalamnya? Oke, mari kita renungkan bersama makna yang tersimpan dalam surat Al-Fatihah dan kita kaitkan dengan pembahasan kita saat ini.<br />
Prinsip 1: Awali Dengan Basmalah<br />
“Sesungguhnya (hasil) setiap amal perbuatan”, sabda nabi Muhammad Saw. yang diwartakan oleh Imam Bukhari, “tergantung dengan niat.” Begitu pula dengan buah yang akan kita petik dari menajemen diri, itu sangat tergantung pada benih yang kita tabur. Dan benih itu bernama niat.<br />
Nah, apakah niat kita ketika hendak melaksanakan manajemen diri? Apakah hanya sebatas ingin meraih pujian dari ortu, adik-kakak, teman, atau dari yang lainnya? Apakah karena merasa iri dengan prestasi dan apa yang orang lain raih? Apakah hanya sekedar ingin mendapatkan pekerjaan? Apakah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. dan untuk mencari ridla-Nya?<br />
Ayat pertama —Bismillâhirrahmânirrahîm (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)— dari surat Al-Fatihah ini, mengajarkan kepada kita, apapun yang kita lakukan harus kita niatkan atas nama Allah; karena-Nya; dan untuk-Nya semata. Semakin ikhlas niat kita, maka semakin bermakna aktivitas kita. Sebaliknya, semakin jauh kita dari-Nya, maka apa yang kita lakukan akan kehilangan makna. Di sinilah, perbedaan antara manajemen diri Islami dengan konsep manajemen diri Barat. Manajemen diri Islami berpusat kepada Allah Swt. (Allah-sentris), sedang konsep manajemen diri lain berpusat kepada manusia (antroposentris).<br />
Langkah praktis dari prinsip 1 ini adalah: Carilah waktu dan tempat yang kondusif untuk melakukan “Majlis Iman” seperti yang sering dilakukan oleh sahabat nabi —Ibnu Rawahah—, yaitu merenungi diri sejenak. Atau, minjam istilah Kang Hernowo; dalam bukunya Self Digesting (MLC, 2004)— melaksanakan Komunikasi-Internal Diri, yaitu menyingkirkan seluruh wujud di luar diri dan kemudian, secara aktif, bertanya tentang keberadaan diri.<br />
Nah, yang kita tanyakan kepada batin kita kali ini adalah niat kita: Apa tujuan saya melakukan manajemen diri? Dengarkan semua jawaban yang muncul dalam hati nurani. Lalu, tutup dengan sebuah pertanyaan: “Apakah saya melakukan hal ini karena Allah?” Bila nurani Anda mengatakan “YA” dan tidak ada keraguan sama sekali, maka mulailah melangkah dan ucapkan “Bismillâhirrahmanirrahîm”. Sebaliknya, jika jawabannya: “TIDAK”, atau masih ada keraguan, maka ulang perenungan ini dari awal, hingga mendengarkan nuranimu berkata: “YA!”.<br />
Prinsip 2: Terimalah Diri Apa Adanya<br />
Salah satu ciri utama muslim adalah beriman sesuai dengan ajaran Allah dan rasul-Nya. Maka dalam melihat diri harus dengan kaca mata iman. “Iman itu”, sabda nabi Muhammad Saw., “setengahnya berada pada syukur dan separonya lagi ada pada sabar”. Kita harus bersyukur terhadap nikmat dari Allah, yaitu berupa apa saja yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sebaliknya, kita harus bersabar atas setiap musibah yang menimpa kita, yaitu apa saja yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan.<br />
Selanjutnya, kita harus mampu membedakan, mana yang bisa kita ubah, dan mana yang tidak bisa kita ubah dalam diri kita. Contoh yang kita bisa ubah adalah pikiran, perasaan, kebiasaan kita, dan seterusnya. Yang tidak bisa kita ubah adalah hari lahir kita, ortu kita, semua pengalaman hidup kita, dan seterusnya. Maka ubahlah terhadap hal-hal yang bisa kita ubah! Sebaliknya, terimalah apa adanya yang tidak bisa kita ubah.<br />
Misalnya, ada yang tidak mengakui ortunya orang kampung. Di hadapan teman-temannya, ia mengaku anak ningrat dan ortunya sudah lama meninggal, padahal kedua orang tuanya masih ada di kampung bertarung dengan lumpur di sawah. Itu bukan langkah ke arah kemajuan, tapi ia sedang memotong cabang pohon tempatnya berpijak; lambat laun tapi pasti, ia akan jatuh oleh kebohongan itu.<br />
Atau, ada yang tidak menerima kenyataan pengalaman hidup yang pahit. Hari demi hari, ia terbelenggu dengan masa lalu. Segala upaya ia lakukan agar melupakan pengalaman itu. Padahal masa lalu tidak mungkin bisa kita ubah. Bahkan, tidak bisa kita lupakan. Yang bisa kita lakukan adalah berdamai atau menerima masa lalu itu apa adanya. Yang kita ubah, bukan masa lalu itu, tapi pikiran, perasaan, dan sikap kita terhadap masa lalu itu. Alias respon kita.<br />
Seburuk apapun yang kita miliki —ortu, adik-kakak, rumah, kampung halaman, daerah, negara, dst— terimalah apa adanya. Sekelabu apapun masa lalu, biarkanlah ia berlalu dan jangan merasa terbelenggu. Kesempatan menghirup udara detik ini adalah nikmat yang terbesar untuk kita syukuri. Artinya, Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk mengubah apa yang bisa kita ubah dan menerima apa yang tidak bisa kita ubah. Gunakan detik ini dan detik berikutnya untuk merubah diri. Paling tidak, ucapkan dengan tulus: “Al-hamdulillâhi rabbi al-‘âlamîn!” (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam) atas semua nikmat dari Allah —otak, telinga, mata, kaki, tangan, jantung, dan seluruh anggota tubuh lainnya— yang masih berfungsi sampai detik ini.<br />
Intinya, dengan kaca mata iman, semuanya menjadi kebaikan; bila kita mampu meraih sesuatu sesuai dengan keinginan, maka kita akan bersyukur. Sebalik, jika mendapatkan sesuatu yang tidak kita inginkan, maka kita akan sabar. Sehat, syukur. Sakit, sabar. Bagi orang beriman, tidak ada bedanya antara sehat dan sakit, keduanya tetap mendatangkan rasa bahagia. Wajar jika nabi bersabda: “Sungguh sangat mengagumkan orang yang beriman. Segala urusannya adalah baik baginya. Dan itu terjadi, kecuali hanya pada orang yang beriman. Jika ia mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Maka itu merupakan kebaikan bagi dirinya. Apabila ditimpa musibah, ia  bersabar. Maka itu merupakan kebaikan bagi dirinya.&#8221; (Muslim &amp; Ahmad)<br />
Langkah praktis prinsip 2 ini adalah: Lakukan lagi Majlis Iman Ibnu Rawahah: Merenunglah sejenak! Gunakan “kesadaran diri” (yaqdzah/self awarness) untuk melihat apa yang telah (pengalaman hidup) dan apa yang sedang terjadi (kondisi hidup) pada dirimu. Lalu, aktifkan “suara nurani” (bashîrah/conscience) dalam dirimu. Pelajari dan catatlah, mana yang bisa Anda ubah, dan mana yang tidak bisa Anda ubah! Dari data dirimu itu, “gunakanlah” (use it) apa yang Anda bisa ubah sebagai bahan pelajaran untuk merubah diri atau melejitkan potensi diri. Bersyukurlah! Sedangkan yang tidak bisa Anda ubah, maka abaikanlah (lose it)! Dan bersabarlah!<br />
Prinsip 3: Berikanlah Yang Terbaik<br />
“Tidak pernah akan rugi orang yang beristikharah,” petuah nabi Muhammad Saw. yang dituturkan oleh Imam Malik, “dan tidaklah menyesal orang yang bermusyawarah.” Istikharah adalah mendiskusikan persoalan kepada Allah Swt. Sedangkan musyawarah mendiskusikan masalah kepada manusia. Keduanya bertujuan ingin mencari solusi terbaik dari apa yang kita hadapi.<br />
Namun sayang, terkadang kita begitu menginginkan Allah Swt. dan manusia memberikan yang terbaik untuk kita, sedangkan kita sendiri enggan memberikan yang terbaik untuk-Nya dan mereka. Maka sebelum memohon petunjuk kepada Allah Swt. dan minta pendapat kepada manusia, berikanlah yang terbaik untuk Allah Swt. dan manusia dengan cara menyambungkan tali kasih sayang kepada-Nya (hablum minallâh) dan kepada manusia (hablum minannâs).<br />
Sebaik apapun yang kita berikan —waktu, tenaga, pikiran, harta, dan seterus— untuk mengabdi kepada Allah Swt. sebagai bukti menyambungkan kasih sayang kepada-Nya, maka semua itu tidak pernah mampu membalas apa kasih sayang-Nya kepada kita. Wajar, jika Allah Swt., mengulangi kalimat: “Arrahmânirrahim”. Dan sebanyak apapun rahmat yang kita terima di dunia ini, maka hanya seper-sekian dari satu persen (1%) nikmat-Nya.<br />
“Allah menciptakan rahmat menjadi seratus bagian,” ujar Imam Bukhari menyampaikan hadis dari nabi, “kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menyempurnakan satu bagian inilah semua makhluk saling mengasihi, hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya.” Dalam riwayat Imam Muslim, hadis itu ada lanjutannya, yaitu “maka bila datang hari kiamat Allah menyempurnakan rahmat-Nya (99 rahmat di sisi-Nya) menjadi seratus rahmat dengan tambahan rahmat ini (rahmat dunia).”<br />
Dan sebaik dan sebanyak apa pun yang kita berikan kepada manusia, itu tak mampu menggerakan manusia untuk membalas kebaikan kita, tanpa bantuan Allah Swt.. Allahlah yang membukakan hati manusia untuk membalas atas kebaikan kita (baca: QS. Al-Anfâl [8]: 63). Kuncinya, sekali lagi, minta bantuan kepada Allah Swt..<br />
Bila hubungan kita dengan Allah sudah harmonis, maka insyâ Allâh, kita akan mudah berhubungan dengan manusia. Sebaliknya, bila hubungan kita dengan Allah, terputus, maka kita akan sulit harmonis dengan manusia, bahkan dengan diri kita sendiri kita tidak harmonis. Lantas, bagaimana kita mmelakukan manajemen diri, jika diri kita berantakan?<br />
Langkah praktis prinsip 3 ini adalah: Pertama, bila selama ini kita lalai melaksanakan kewajiban kepada Allah, terutama sholat lima waktu, maka cepatlah taubat. Setelah sholat wajib itu kita perbaiki, maka lakukan sholat istikharah, yaitu sholat dua raka’at untuk meminta sesuatu kepada Allah, terutama sesuatu yang membingungkan kita. Bertanyalah dan pintalah kepada Allah, cara me-manajemen diri. Insya Allah, dengan cara-Nya, Allah akan menjawab pertanyaan dan permintaan kita; Kedua, setelah kita minta fatwa dari hati nurani dan Allah, maka berdiskusilah kepada orang yang paling Anda percayai dan ahli dalam persoalan yang Anda hadapi. Ceritakan keinginanmu untuk merubah diri dan mintalah pendapatnya. Dan buatlah rencana untuk menjalin hubungan lebih erat kepada Allah dan manusia.<br />
Prinsip 4: Lihatlah Impian<br />
“Barang siapa menjadikan akhirat sebagai impiannya,” pesan rasulullah Saw. dalam kesempatan lain, “Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya, mengumpulkan yang tercerai-berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai impiannya, maka Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya, mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya kecuali yang telah disempitkan kepadanya.”<br />
&#8220;Hai Harits,” sapa nabi Muhammad Saw. kepada Harits bin Malik r.a., “gimana keadaanmu pagi ini?&#8221; Harits menjawab: &#8220;Pagi ini, saya dalam keadaan beriman, ya rasulallah!&#8221; Rasulullah Saw. kembali bertanya: &#8220;Setiap perkataan itu ada hakikatnya. Nah, apa buktinya imanmu itu?&#8221; Dengan mantap Harits menanggapi: &#8220;Diriku menjauhi dunia. Malamnya aku bergadang (qiyamullail), sedangkan siangnya, aku shaum. Dan aku seolah-olah telah melihat &#8216;Arsy Tuhanku dengan begitu jelas. Aku juga, seakan-akan telah melihat para ahli surga yang saling datang berkunjung, sedangkan ahli neraka meliuk-liuk kelaparan!&#8221; Mendengar curhat Harits bin Malik r.a, rasulullah Saw. baru yakin seraya bersabda: &#8220;Hai Harits, sekarang saya baru percaya. Maka, pertahankanlah!&#8221; Kemudian rasulullah memberitahukan bahwa Harits telah sampai kepada yang menjadi tujuan hidupnya, lalu beliau bersabda: &#8220;Barangsiapa yang ingin melihat ahli surga, maka coba perhatikan Harits!&#8221; (HR. Thabrani)<br />
“Mâliki yaumi ad-dîn” (Yang menguasai hari pembalasan). Ini adalah prinsip lebih dahsyat dari prinsip “Mulai dengan Akhir dalam Pikiran” —Merujuk Pada Tujuan Akhir— milik Stephen R. Covey. Allah Swt. mengajak kita untuk membayangkan “yaumi ad-dîn” (hari pembalasan). Semakin jelas hari pembalasan itu dalam hati dan pikiran kita, maka hidup kita akan semakin baik.<br />
Dalam Al-Quran dan hadis, Allah dan rasul-Nya, menjelaskan semua kejadian pada hari pembalasan ini. Bagi yang mendapatkan buku catatan dengan tangan kanan, berat timbangan kebaikannya banyak, bisa melewati “shirâth al-mustaqîm”, dan seterusnya, maka akan bertemu dengan Allah dalam surga. Sebaliknya, bagi yang mendapatkan buku catatan dengan kanan kiri, timbangan kejelekannya berat, tidak bisa melewati “shirâth al-mustaqîm”, dan seterusnya, maka akan bersama syetan dalam neraka. Perhitungan pada hari itu, semuanya adil, sebab Allah Maha Melihat, Mengetahui, dan Mendengar semua yang kita lakukan, apalagi semua saksi akan dihadirkan, mulai dari malaikat, rasul, manusia, benda-benda, bahkan seluruh anggota tubuh kita.<br />
Sedangkan Stephen R. Covey —dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People— mengajak kita membayangkan upacara pemakaman. Di sana ada empat kelompok manusia yang akan memberikan sambutan; (1) keluarga dekat —anak, kakak, adik, sepupu, bibi, paman, keponakan, kakek, dan nenek; (2) perwakilan teman; (3) dari tempat kerja; dan (4) dari gereja atau ormas. Lalu, ia suruh kita membayangkan, apa yang kita inginkan dalam sambutan keempat perwakilan itu?<br />
Setelah saya coba visualisasi pemakaman tersebut, yang saya rasakan adalah, pertama; membangun diri kita untuk riya’, sebab berpusat kepada manusia (antroposentris); dan kedua; sambutan (penilaian) dari perwakilan empat komponen itu tidak pernah akan objektif, sebab mereka tidak setiap detik menyertai kita. Jauh berbeda dengan cara Al-Quran dan hadis mengajak kita membayangkan hari akhirat, bahwa kaki, tangan, telinga, mata, kulit kita akan bicara jadi saksi atas semua perbuatan kita di hadapan Allah Swt. (baca: QS. Yasin [36]: 65 atau Fushshilat [41]: 20-21). Visualisasi berpusat kepada Allah ini lebih menyentuh hati dan menggerakan jiwa untuk berbuat baik.<br />
Nah, jika kita mampu membayangkan semua kejadian di akhirat nanti, lalu mengapa kita tidak mampu membayangkan impian hidup kita beberapa tahun yang akan datang? Ingat, salah satu ciri orang sukses adalah dapat melihat sesuatu sebelum segala sesuatu itu terjadi. Seperti Harits bin Malik di atas.<br />
Langkah praktis prinsip 4 ini adalah: Gunakan imajinasi (fikrah/imagination) untuk memvisualisasikan (menggambarkan dalam pikiran) saat di alam akhirat; alam kubur; detik-detik menjelang kematian; dan beberapa tahun yang akan datang (5, 10, 35 tahun).<br />
Saat memvisualisasikan akhirat, bertanyalah kepada dirimu: “Apakah saya termasuk orang bisa menatap wajah Allah atau tidak? Apakah saya ahli surga atau neraka? Apakah saya selamat melintasi shirâth al-mustaqîm atau terjatuh? Apakah buku amalan saya hasil catatan malaikat Raqib dan Atid lebih banyak memuat kisah iman dan amal shaleh atau kekafiran dan kemaksiatan? Apakah “rekaman perbuatan” saya yang dilakukan oleh Allah, diri sendiri, rasul-Nya, orang beriman, manusia, dan benda-benda yang kita miliki banyak merekam kebaikan atau keburukan? Apakah tatkala matahari beberapa senti di atas kepala kita, kita termasuk orang yang mendapat naungan cahaya dari Allah atau bukan? Apakah ketika air keringat meluap sebatas lutut; dada; hidung; bahkan sampai menenggalamkan kepala, kita termasuk yang mendapat pertolongan Allah atau bukan? Ketika manusia berbondong-bondong meminta syafa’at kepada nabi, apakah kita termasuk orang yang menerimanya atau justru ditolak nabi karena kita tidak pernah mengikuti cara hidupnya? Dan seterusnya.<br />
Ketika memvisualisasikan diri dalam alam kubur: “Apakah saya bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir? Apakah di alam kubur saya termasuk orang yang mendapat nikmat atau tersiksa? Apakah amal perbuatan saya akan menjelma jadi penghibur atau penyiksa? Apakah kuburan saya termasuk dilapangkan oleh Allah Swt. atau tidak? Apakah di alam kubur saya diperlihatkan keindahan surga atau justru kepedihan neraka? Dan seterusnya.<br />
Tatkala memvisualisasikan detik-detik menjelang kematian: “Apa yang telah aku lakukan untuk diri sendiri, ibu-bapak, adik-kakak, pasangan hidup, anak, nenek-kakek, bibi-paman, teman, dan seluruh manusia? Apakah menjelang kematian saya berada di tengah-tengah orang saya cintai atau bukan? Apakah ketika mati saya dalam keadaan dekat dengan Allah atau tidak? Apakah saat nyawa dicabut, saya mengucapkan dua kalimat syahadat atau tidak? Ketika saya meninggal, apakah saya meninggalkan anak sholeh yang memandikan, mengapani, menyolatkan, dan menguburkan saya atau tidak? Setelah saya meninggal, apakah saya menjadi buah tutur yang baik atau bukan?<br />
Sewaktu memvisualisasikan beberapa tahun yang akan datang, misalnya 25 tahun —bayangkan berdasarkan peran: “Sebagai hamba Allah: Apakah ketika itu pemikiran, perasaan, dan tidakkan saya sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah atau tidak? Apakah saya termasuk orang istiqamah dengan tuntutan iman atau tidak? Apakah ibadah saya ikhlas dan sesuai dengan contoh nabi? Apakah akhlak saya Islami atau bukan? Sebagai pribadi: “Apakah saya telah mengoptimalkan potensi diri saya atau belum? Apakah saya berbahagia atau tidak? Apakah diri berkembang atau tidak? Sebagai anak: “Apakah saya termasuk berbakti atau tidak? Apa yang telah saya berikan untuk kedua ortu saya? Apakah saya sering mendo’akan ortu atau tidak? Sebagai ortu: “Berapa anakkah yang saya miliki? Apakah saya telah menjadi ortu yang baik atau bukan? Apa yang telah saya berikan terhadap anak saya? Sebagai pekerja: “Apakah saya memiliki pekerjaan tetap atau tidak? Apa jenis pekerjanan saya? Di mana saya bekerja? Berapa gaji saya? Sebagai anggota masyarakat: “Apakah kontribusi saya terhadap masyarakat? Apakah masyarakat menyukai saya atau tidak? Begitu seterusnya.<br />
Prinsip 5: Temukan Potensi dan Peluang Diri<br />
“Mukmin yang kuat,” sabda nabi Muhammad Saw., “lebih baik dan lebih Allah cintai dari pada mukmin yang lemah. Walaupun keduanya tetap memiliki kebaikan —potensi. Seriuslah terhadap sesuatu yang bermanfa’at bagimu dan minta bantuan kepada Allah, serta jangan bersikap lemah. Jika ada sesuatu yang menimpamu, jangan bilang: “Andaikan saya melakukan ini, pasti deh akan begini. Andaikan saya melakukan itu, pasti deh akan begitu!” tetapi katakan: “Inilah taqdir Allah, apa yang Dia kehendaki pasti terjadi!”, sebab kata “berandai-andai” —kalau begini, kalau begitu— akan membuka tindakan syetan.” (HR. Muslim)<br />
Suatu hari, seorang pengemis datang kepada Nabi Muhammad Saw.. Ia minta sedekah, tapi tidak Nabi beri. Padahal kita tidak meragukan kedermawan Nabi. Lantas, mengapa beliau tidak memberi pengemis itu sesuatu? Baik kita lanjutkan kisah ini.<br />
&#8220;Apa yang Anda miliki?&#8221; tanya Nabi. Pengemis itu menjawab: &#8220;Saya hanya punyai selembar permadani dan sebuah nampan.&#8221; Beliau berkata lagi, &#8220;Bawa kedua barang itu ke sini!&#8221; Lantas, Nabi menawarkan barang itu kepada para sahabatnya. &#8220;Siapa yang mau membeli barang ini?&#8221; tanya Nabi. Salah seorang sahabat mengajukan harga, &#8220;Saya berani beli lima dirham!&#8221; Maka tanya beliau lagi, &#8220;Siapa yang berani membayar lebih?&#8221; Lalu, sahabat yang lain memberikan harga lebih. Nabi pun mengedarkan pandang dan bertanya lagi, &#8220;Siapa yang berani membayar lebih?&#8221; Akhirnya, barang itu dilelang seharga 15 Dirham. Hasil lelang ini, Nabi perintahkan, setengahnya untuk keperluan rumah tangga pengemis, separuhnya lagi untuk beli kampak, seraya berpesan, &#8220;Pergilah ke hutan dan carilah kayu bakar, dan jangan perlihatkan dirimu selam tujuh hari sebelum kamu berhasil!&#8221;<br />
Dari kisah itu, ada enam strategi Nabi dalam membantu orang supaya hidup mandiri, antara lain,  (1). Mempelajari posisi dan mendudukan masalah sesuai dengan porsinya; (2). Mengundang para sahabatnya dan menganjurkan untuk bergotong royong meringankan beban saudaranya dengan jalan membeli barangnya; (3) menyisihkan separoh hasil lelang untuk keperluan keluarganya; (4) memerintahkan agar menginvestasikan sisa uang untuk membeli alat yang dapat digunakan untuk mencari nafkah; (5) melalui cara investasi modal, produksi dapat digalakkan dan pembangunan dapat ditingkatkan. Semua ini adalah sarana yang tepat untuk memecahkan problem ekonomi; (6). Mengawasi pelaksanaan anjuran atau perintah tersebut, apakah sudah berjalan sesuai dengan yang dimaksud.<br />
Saya tidak akan membicarakan 6 hal itu. Tapi kita perhatikan pertanyaan beliau: “Apa yang Anda miliki?” Ini sebuah pertanyaan yang menuntut kita untuk hidup mandiri (independensi) —dan ini inti dari manajemen diri— seperti yang dikatakan oleh Stephen R. Covey. Dan menurutku, kunci utama untuk melakukan kemandirian itu adalah dengan menggantungkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah Swt. semata; tidak kepada makhluk-Nya.<br />
Sebab, bila kita masih menggantungkan diri kepada makhluk-Nya, kita tidak pernah mandiri, hingga pada tingkat tertentu rasa ketergantungan kita terhadap makhluk-Nya —manusia—, maka diri kita akan terjatuh dalam perilaku menghambakan diri kepada selain-Nya. Bila sudah demikian, maka kemandirian itu hilang, akhirnya berubah menjadi keterjajahan. Jiwa yang terjajah, tidak pernah akan mengalami perkembangan.<br />
Maka ungkapan kita dalam surat Al-Fatihah ayat 5 —“Iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în” (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan)— merupakan sebuah afirmasi (penguatan) terhadap diri agar kita hidup mandiri.<br />
Pengakuan untuk menyembah dan minta tolong, sebuah isyarat bahwa betapa lemahnya kita di hadapan Allah Swt.. Semakin kita merasa lemah di hadapan-Nya, rasa ketergantung terhadap-Nya juga akan semakin besar. Kita pun semakin banyak beribadah kepada-Nya. Ibadah itu akan mengembangkan seluruh potensi diri kita. Buahnya adalah kekuatan diri. Saat itu pula, akan muncul rasa kuat di hadapan manusia. Dua perasaan itu bersatu dalam diri kita: satu sisi merasa lemah di hadapan Allah, dan di sisi lain, merasa kuat di hadapan manusia. Inilah salah satu ciri manajemen diri Islami, yaitu kemampuan kita untuk menggabungkan dua hal yang berbeda dalam diri kita secara bersamaan dan keduanya membuahkan kebaikan.<br />
Manajemen diri itu kita arahkan untuk menjadi rahmatan lil âlamîn. Makna rahmatan lil ‘alamin adalah ketika kita mampu memberikan manfa’at kepada manusia dan inilah manusia yang paling Allah cintai: &#8220;Sejatinya, seluruh makhluk adalah satu keluarga Allah. Orang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling banyak memberikan manfa&#8217;at terhadap keluarga-Nya.&#8221; (HR. Abu Ya&#8217;la)<br />
Maka bila makna surat Al-Fatihah ayat 5 kita hayati betul, maka akan muncul sifat tawadhu’ (QS. Al-Furqan [25]: 63). Orang tawadhu adalah orang yang melihat dirinya secara objektif; apa adanya tanpa imbuhan. Mereka tidak menutupi kelebihan dan kekurangan dirinya. Orang yang suka menutupi kelebihannya, ini tanda ia kurang percaya diri dan rendah diri, akhirnya mereka akan jadi manusia putus asa. Sebaliknya, orang yang suka menutupi kelebihannya, ini tanda ia terlalu percaya diri, akhirnya ia akan sombong. Jadi, orang yang tawadhu adalah orang yang mensyukuri kelebihannya dengan cara memberikan apa yang ia miliki untuk membantu orang lain dan orang tawadhu adalah orang yang bersabar atas kekurangan dirinya dengan cara belajar dari siapa saja yang memiliki apa yang ia butuhkan.<br />
Langkah praktis prinsip 5 ini adalah: Anda pernah mempelajari konsep problem solving SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Treatment)? Nah, luangkan waktumu untuk mengajukan pertanyaan nabi itu kepada dirimu sendiri: “Apa yang kamu miliki?” Arahkan pertanyaan ini ke “dalam” dirimu. Perhatikan, kelebihan (strength) dan kekurangan (weakness) yang kamu miliki. Lalu, arahkan pertanyaan nabi ke sesuatu “di luar” dirimu —keluarga, sekolah, lingkungan, dst. Perhatikan, kesempatan (opportunity) dan rintangan (treatment). Sambil bertanya, ambillah pulpen dan kertas. Tulis empat kolom besar di kertas itu. Pada bagian atas kolom itu, masukan empat kata itu. Tulislah jawabanmu dalam empat kolom sesuai dengan katagori: kekuatan, kekurangan, kesempatan, dan peluang. Simpan hasilnya, nanti akan Anda butuhkan sebagai bahan melaksanakan langkah praktis prinsip selanjutnya.<br />
Prinsip 6: Rumuskan Cara Meraih Impian<br />
&#8220;Iman itu bukan sekedar angan-angan kosong, bukan buah bibir,” tutur nabi Muhammad Saw., “tapi tertancap dalam hati dan dibuktikan dengan tindakan.&#8221; Hadis yang diceritakan oleh Dailami ini, menegaskan kepada kita, sebuah impian harus ada tindakan nyata untuk meraihnya.<br />
Iman itu keyakinan. Keyakinan akan bertemu dengan Allah, inilah impian, misalnya. Bila kita yakin akan bertemu dengan Allah di surga dan sudah tergambar di benak kita di dunia ini, maka tercapai atau tidaknya, apa yang kita lihat lewat kekuatan majinasi ini, tergantung dengan usaha. Sekadar yakin tanpa tindakan, itulah yang disebut nabi dengan angan-angan kosong atau khayalan. Sedangkan keyakinan disertai tindakan, inilah yang disebut C.R. Snyder —ahli psikologi dari Universitas of Kansas— harapan. Menurutnya, harapan adalah “yakin bahwa kamu mempunyai kemauan maupun cara untuk mencapai sasaran kamu, apapun sasaran kamu itu.”<br />
Nah, sebagus dan sebesar apapun impian kita, bila kita tidak mampu menerjemahkannya dalam bentuk sasaran atau target, maka kecil kemungkinan akan tercapai. Diantara kita, banyak yang memimpikan masuk surga, tapi dalam kehidupan sehari-hari tidak sungguh-sungguh menempuh jalan menuju surga. Atau, mengimpikan jadi orang sukses, tapi cara menjadi orang sukses itu tidak kita lakoni.<br />
Biasanya, manakala ada kesenjangan antara impian dengan tindakan, maka akan melahirkan tidak percaya diri, kemalasan, keputus-asaan, kehilangan arah hidup (disorientasi), dan akhirnya, keterpecahan pribadi (split personality). Sebaliknya, sekecil apapun tindakan yang kita target dan itu dapat kita raih, akan mendatangkan rasa percaya diri, semangat, harapan, hidup bermakna, dan integritas.<br />
Dalam bertindak, kita memerlukan juknis (petunjuk teknis) atau juklak (petunjuk pelaksana). Petunjuk, dalam bahasa Al-Qurannya adalah “hidâyah”. Di sinilah surat Al-Fatihah ayat 6: “Ihdinash shirâth al-mustaqîm” (Tunjukilah kami jalan yang lurus), menemukan maknanya. Ya, untuk meraih impian surga, kita butuh petunjuk “jalan lurus” atau Islam.<br />
Dalam Al-Quran, kata “shirath” (jalan) —murâdif (sinonim) dari kata “sabîl” (jalan)— selalu dalam bentuk mufrad (tunggal) dan selalu berkaitan dengan al-haqq (kebenaran). Sedangkan jalan menuju al-bâthil (kesesatan) memakai kata jama’ (plural), yaitu kata “as-subul” (sebagai contoh, baca: QS. Al-An’am [6]: 153). Ini menunjukan jalan kebenaran itu hanya satu, yaitu Islam, sedangkan jalan kesesatan itu sangat banyak dan tidak terhitung. Maka sangat keliru, orang yang menyakini pluralisme agama: semua agama benar dan jalan menuju surga.<br />
Islam diturunkan oleh Allah di muka bumi ini untuk menjadi petunjuk bagi manusia dalam menjalani hidup ini. Ajaran Islam begitu canggih dalam menjelaskan cara untuk meraih impian surga. Pertama, Islam mengajarkan kita untuk membuat misi pribadi berupa dua kalimat syahadat. Lalu, disusul dengan sasaran target —baik yang wajib maupun sunnah— yang berskala waktu seumur hidup (haji), tahunan (shaum dan zakat fitrah), bulanan (shaum ayyâm al-bidh: puasa 13, 14, dan 15 bulan hijriyah), mingguan (sholat Jum’at; shaum Senin-Kamis), harian (sholat lima waktu), pagi dan sore, bahkan skala detik (dzikir).<br />
Nah, bila kita mampu menjalankan ajaran Islam itu dengan baik, maka akan semakin bagus kita melaksanakan manajemen diri; kita lebih mudah lagi dalam mengelola hidup dan merencanakan masa depan. Karena semua ajaran Islam mengajak kita untuk hidup disiplin. Misalnya, kemampuan kita untuk sholat lima waktu tepat waktu dan di masjid, ini akan membangun berbagai karakter baik dalam diri kita, seperti hidup bersih, komitmen, integritas, disiplin, dan seterusnya. Begitu juga dengan ajaran Islam lainnya, selalu mendidik kita untuk meraih kesuksesan pribadi dan publik seperti yang dikemukakan oleh Stephen R. Covey.<br />
Langkah praktis prinsip 6 ini adalah: Gabungkan hasil langkah praktis prinsip 5 dan 6 dalam bentuk naskah hidup yang tertulis di atas kertas. Dari semua yang telah Anda visualisasikan pada prinsip 5 simpulkan dalam satu kalimat yang pendek, jelas, dan menggugah. Inilah yang disebut visi. Selanjutnya, terjemahkan visi ini dalam tujuan hidupmu secara global, atau sering kita sebut dengan misi. Ya, Anda buat pernyataan misi pribadi. Lalu, terjemahkan visi dan misi itu dalam bentuk target hidup, baik secara pribadi maupun sosial. Dari sana, buatlah blue print hidup yang menggambarkan keinginanmu dalam kurun waktu tertentu.<br />
Prinsip 7: Belajarlah dari Pengalaman<br />
“Bukanlah orang cerdas kecuali pernah tergelincir, bukan pula orang yang bijak kecuali berpengalaman” pesan nabi Muhammad Saw. kepada kita lewat Imam Tirmidzi. Ini sebuah isyarat bahwa nabi sepakat dengan metode belajar trial and error —berani mencoba meskipun nanti bisa jadi salah— dalam menjalani hidup ini.<br />
Lebih lengkap lagi, kita dengarkan cerita Thalhah bin Abdullah. “Aku bersama rasulullah Saw.,” ujar Thalhah mulai bercerita, “melewati sekelompok orang yang berada dipucuk pohon-pohon kurma. Rasulullah Saw. bertanya, “Apa yang sedang mereka perbuat?” Jawab para sahabat, “Mereka sedang mengawinkan pohon kurma. Mereka masukkan yang jantan ke dalam betina agar berbuah.” Lalu nabi bersabda, “Aku rasa, hal itu tidak akan berhasil.” Thalhah berkata, “Lalu mereka diberitahu tentang hal itu dan mereka akhirnya meninggalkannya.” Kemudian rasulullah Saw. diberitahu tentang hal itu dan beliau bersabda: “Jika hal itu bermanfa’at bagi mereka, maka lakukanlah. Karena sesungguhnya aku hanya memperkirakan saja. Maka jangan kalian menyiksaku dengan sebuah dugaan. Akan tetapi jika aku menginformasikan sesuatu dari Allah, maka ambillah. Karena sesungguhnya aku tidak akan pernah berdusta tentang urusan dunia kalian”. Dan dalam riyawat Imam Muslim, setelah itu nabi bersabda: “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian!”<br />
Jadi, kita boleh mencoba sesuatu, meskipun kita tidak tahu, apakah itu akan berhasil atau gagal. Karena gagal setelah mencoba, jauh lebih baik daripada gagal untuk mencoba. Karena dari kegagalan itu kita akan memiliki pengalaman. Konon, ketika Thomas Alfa Edison 1000 kali gagal dalam percobaannya, ia berkata: “Saya tidak gagal, tapi saya telah menemukan 1000 cara yang salah!”<br />
Dari prinsip 1 sampai 6 lebih terfokus pada diri sendiri. Sekarang keluarlah, lihat apa yang terjadi pada orang lain. Dalam ayat terakhir surat Al-Fatihah, kita membaca: “Shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhûbi ‘alaihim wa ladhdhâllîn” (yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat).<br />
Nah, dalam ayat 7 surat Al-Fatihah ini, Allah menceritakan tentang jalan orang mendapatkan ni’mat Allah, yaitu jalan para nabi, ash-shiddiqîn, asy-syuhadâ, dan ash-shâlihîn (baca: (QS. Ani-Nisa [4]: 69). Inilah jalan keimanan. Lalu, Allah menceritakan jalan orang yang mendapat murka Allah Swt. dan tersesat. Berdasarkan keterangan Ibnu Katsir, rasulullah Saw. menegaskan bahwa yang dimaksud dengan “al-maghdûbi” (yang dimurkai Allah) adalah orang Yahudi, sebab mereka mengetahui kebenaran tapi tidak mau mengamalkannya. Dan “adhadhâllîn” (Yang Tersesat) adalah orang Nashrani (Kristen) karena mengamalkan sesuatu tanpa mengetahui kebenarannya. Jadi, jalan kebenaran; Islam hanya satu, begitu juga jalan iman itu tunggal, sedangkan jalan kafir itu sangat banyak.<br />
Untuk kesuksesan akhirat, kita harus mempelajari mana jalan keimanan yang akan membawa kita menuju surga, sebaliknya mana jalan kekafiran yang akan menjerumuskan kita ke jurang neraka. Kita harus menempuh jalan keimanan dan menjauhi jalan kekafiran. Dalam hal keimanan, mau tidak mau kita harus belajar dari pengalaman orang yang beriman. Karena, Allah telah berlepas tangan dari orang kafir dan memberikan “ar-rahim”-Nya hanya kepada orang beriman saja.<br />
Adapun untuk kesuksesan duniawi, kita mempelajari pengalaman siapa saja —terutama untuk diri sendiri, meskipun dari orang kafir. Karena sifat “ar-rahmân” Allah Swt., tidak membedakan antara orang beriman dan orang kafir, orang beriman tapi malas akan bodoh; orang kafir rajin belajar akan cerdas. Orang beriman menanam cabe, tidak akan manis. Orang kafir menanam cabe, tidak akan pahit. Rasanya akan sama, yaitu pedes. Di sini, hukum kausalitas tetap berlaku. Bila orang kafir banyak mencoba, setelah sekian kali gagal, maka mereka akan menemukan cara sukses. Nah, cara sukses yang ditemukan oleh orang kafir ini adalah hikmah yang hilang dari orang yang beriman. Maka Imam Tirmidzi meriwayatkan sabda nabi: “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Dimana saja ia menemukannya, maka ambillah.”<br />
Langkah praktis prinsip 7 ini adalah: (1). Pelajari setiap pengalaman pribadi, baik itu kesuksesan maupun kegagalan. Lakukan dengan pola pengalaman berstruktur (structured experiences) —dengan daur (perputaran)— lima hal ini: melakukan—mengungkapkan—mengolah/menganalisa—menyimpulkan—menerapkan kembali/eksprimen. Gunakan “Jurnal pribadi” atau “Diary” (Catatan Harian) untuk mencatat seluruh pengalaman itu; (2). Pelajari pengalaman hidup orang yang sukses dan orang gagal, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi! Sebelum mempelajari yang lain, yang pertama dan utama adalah pelajari tarîkh Nabi Muhammad Saw. Sebab, beliau adalah profil orang yang sukses melaksanakan ajaran Al-Quran termasuk tentang kecerdasan. Beliau orang yang sukses di dunia dan di akhirat. Setelah Anda benar-benar memahami seluruh kehidupan nabi Muhammad Saw. baru pelajari kisah-kisah yang ada dalam Al-Quran, baik itu kisah para nabi dan rasul maupun kisah para musuh Allah Swt. Setelah itu, pelajari para tokoh-tokoh dunia baik zaman dulu maupun zaman kini. Buatlah sinopsis biografi tokoh yang sedang Anda pelajari, misal umur sekian ia lahir; umur sekian meraih prestasi ini; dan seterusnya. Pelajari sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan mereka, baik itu berhubungan dengan diri mereka sendiri, keluarga, masyarakat, negara, maupun situasi zaman.<br />
Itulah 7 prinsip melejitkan manajemen diri yang saya tawarkan. Sengaja, dalam menguraikan prinsip itu, saya lebih banyak mengutip hadis. Bagi saya “role model” —contoh, panutan, atau idola— dalam melaksanakan manajemen diri yang paling berhasil adalah Nabi Muhammad Saw.. Wallahu a’lâmu bish shawâb.<br />
Manajemen Waktu<br />
Baik, masih ada satu lagi hal penting untuk kita diskusikan di sini, yaitu Manajemen Waktu. Sebab, hubungan antara keduanya sangat erat, terutama dengan prinsip keenam —Rumuskan Cara Meraih Impian. Dalam buku “First Think First” (Dahulukan Yang Utama), Stephen R. Covey menjelaskan dengan sangat menarik tentang “tiga generasi manajemen waktu”.<br />
Menurutnya, generasi pertama, adalah generasi berdasarkan reminder (sarana yang akan mengingatkan kita bagaimana kita harus memanfa’atkan waktu kita). Generasi ini menganjurkan kita untuk “Ikut Arus”, tetapi sambil berusaha memperhatikan hal-hal yang harus kita beri waktu untuk kita kerjakan —membaca muqarar, menghadiri acara atau rapat, mencuci, membersihkan rumah. Generasi ini ditandai dengan catatan-catatan singkat atau checklist (daftar kegiatan). Daftar ini kita bawa kemana-mana agar kita tidak lupa. Di malam hari kita coret daftar kegiatan yang telah kita lakukan, dan menuliskannya kembali keesok harinya yang belum kita capai.<br />
Generasi kedua, adalah manajemen waktu yang berdasarkan diri pada “perencanaan dan persiapan”. Ini ditandai dengan penanggalan dan buku agenda atau catatan mengenai janji pertemuan atau kegiatan yang akan kita lakukan. Generasi ini adalah generasi efisiensi, tanggungjawab pribadi, pencapaian dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, merencanakan ke depan, dan penjadwalan kegiatan-kegiatan maupun peristiwa-peristiwa yang akan datang. Kita buat janji, menuliskan komitmen kita, menentukan deadline, dan mencatat seluruh kegiatan kita, baik itu dalam buku, maupun komputer atau network.<br />
Dan, generasi ketiga, adalah generasi “perencanaan, pemrioritas, dan kontrol atau pengendalian”. Waktu kita banyak kita manfa’atkan untuk memperjelas nilai-nilai dan prioritas-prioritas kita, dengan pertanyaan ini: “Apa yang kumaui?” Kita membuat master plans —tujuan jangka panjang, menengah, dan pendek, untuk meraih nilai-nilai tersebut. Kita memberikan prioritas pada kegiatan kita secara harian. Generasi ini ditandai dengan bervariasi sarana perencanaan dan pengorganisasian —baik elektronik maupun kertas— dengan formulir terperinci bagi perencanaan harian.<br />
Nah, menurut saya, baik pengalaman menjadi peserta pelatihan manajemen waktu dan melaksanakannya maupun “pengamat” terhadap manajemen waktu yang digunakan Masisir, ternyata berputar pada tiga generasi tersebut. Dalam batasan tertentu, tiga generasi itu memang meningkatkan efektivitas dalam hidup kita —misalnya, efisiensi, perencanaan, skala prioritas, memperjelas nilai dan penetapan tujuan— namun, pada dasarnya masih bercokol kesenjangan antara “apa yang sungguh sangat penting” bagi kita dan “cara kita memanfa’atkan waktu”  Lebih parahnya lagi, kesenjangan antara “hasil” dengan “apa yang kita rasakan”.<br />
Maka tidak sedikit, Masisir yang “cepat” menamatkan studi sebagai salah satu buah manajemen waktu, namun ketika gelar Lc. telah mereka raih justru muncul “rasa cemas” tidak siap menghadapi masyarakat, “rasa tertekan” karena mendapat predikat sarjana tapi “merasa” —bahkan memang kenyataan— ilmu sangat minim, “bingung” untuk kemana, dan seterusnya.<br />
Bagaimana solusinya? Perlu generasi keempat —generasi yang merengkah semua kekuatan tiga generasi itu, sekaligus menyingkirkan kelemahan-kelemahan— adalah jawabannya. Dengan kata lain, kita beranjak dari manajemen waktu menuju kepemimpinan hidup (life leadership). Generasi ini didasarkan pada paradigma “ke-pentingan-an” —dahulukan yang utama. Berkaitan dengan paradigma ini, maka cara kita memanfa’atkan waktu berada dalam salah satu dari keempat cara —empat kuadran— berikut ini:<br />
Kwadran I mewakili hal-hal yang “mendesak” (urgent) dan “penting” (importance). Dalam kwadran ini, kita menangani tuan rumah menagih sewa rumah dengan marah-marah, mengejar deadline makalah atau tulisan, kuliah istitsna-i, memperbaiki kompor rusak, atau krisis-krisis yang lain. Di sinilah kita mengatur, memproduksi, memanfa’atkan pengalaman dan kemampuan penilaian kita untuk menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan. Kalau kita mengabaikannya, kita akan terkubur hidup-hidup. Tetapi, kita perlu menyadari bahwa banyak kegiatan penting menjadi “mendesak” karena “penundaan” atau karena kita tidak cukup melakukan “antisipasi” —penanggulangan— dan perencanaan.<br />
Kaudran II mencakup kegiatan yang “penting tetapi tidak mendesak”. Ini kwadran kualitas. Di sinilah kita melakukan perancanaan jangka panjang, mengantisipasi dan menanggulangi masalah-masalah, memberikan kekuasaan atau wewenang (mendelegasikan) kepada orang lain, memperluas cakrawala pikir kita, dan meningkatkan keahlian kita melalui bacaan dan pengembangan “karir” terus-menerus, merancang bagaimana kita hendak membantu teman kita dalam kesulitan, mempersiapkan diri untuk rapat atau presentasi penting, dan menjalin hubungan dengan cara mendengarkan orang lain secara jujur dan penuh perhatian. Intinya, meningkatkan kemampuan kita untuk berbuat.<br />
Pengabaian kwadran itu akan memperluas dan menambah hal-hal pada kwadran I, sehingga menciptakan stress, “kabakaran jenggot”, dan menciptakan krisis yang lebih mendalam bagi orang yang terkuras tenaga dan perhatiannya di sana. Perencanaan, persiaan, dan upaya penanggulangan menghindarkan banyak hal sehingga tidak menjadi sesuatu yang mendesak. Kwadran II tidak menguasai kita; kitalah yang menguasainya. Inilah kwadran Kepemimpinan Pribadi.<br />
Kwadran III hampir meruapakan bayang-bayang dari kwadran I, dan mencakup “hal-hal yang mendesak, tetapi tidak penting”. Ini merupakan kwadran tipuan. Bunyi “mendesak” itu menciptakan ilusi seakan-akan itu penting. Tetapi kenyataannya, kalau pun itu penting, hanya penting bagi orang lain. Menerima telpon, rapat, dan kunjungan masuk dalam katagori ini. Kita memenuhi prioritas dan harapan orang lain, dan itu mengira bahwa sungguh di Kwadran I.<br />
Kwadran IV dikhususkan bagi kegiatan-kegiatan yang “tidak mendesak” dan “tidak penting”. Ini Kwadran Pemborosan. Memang, kita sesungguhnya sama sekali tidak perlu berada di situ. Tetapi kita tidak begitu babak belur karena terus terjerembab dalam Kwadran I dan III, sehingga sering “melarikan diri” ke Kwadran IV untuk bertahan hidup. Hal-hal macam apakah yang terdapat dalam Kwadran IV ini? Hal-hal yang di situ tidak harus merupakan hal yang bersifat rekreatif, karena rekreasi dalam arti yang sesungguhnya dari re-kreasi —dari bahasa Latin: re-cratio (harfiah: penciptaan kembali)— merupakan kegiatan Kwdran II yang amat berharga. Tetapi membaca serilal Kho Ping Ho yang membuat kita semacam “kecanduan”, kebiasaan nonton film, atau ngobrol semalam suntuk dan tidur seharian, pantas disebut “pemborosan waktu”. Kwadran IV ini bukan merupakan sarana pertahanan hidup yang sesungguhnya. Sebaliknya, kwadran ini adalah pembusukan. Dari sinilah saya memunculkan istilah “pembusukan karakter” Masisir.<br />
Ikhtitâm<br />
Sebagai pamungkas, pertama, saya ingin menegaskan kembali bahwa manajemen diri adalah sebuah keniscayaan bagi kita yang ingin merubah diri sendiri dan merubah Masisir ke arah lebih baik. Sebagai insan akademis muslim, sudah seharusnya kita tidak “melahap” atau “membeo” begitu saja konsep manajemen diri yang berkembang —terutama dari Barat—, akan tetapi bagaimana kita “menyinari” manajemen diri yang ada dengan “cahaya” Islam. Dengan kata lain, manajamen diri yang saya maksud tak lain adalah sebuah upaya membangun karakter Islami dalam diri kita dengan mengambil hal-hal yang baik dari manajemen diri kontemporer.<br />
Kedua, “pembusukan karakter” ini adalah persoalan kita bersama (we-ness) , bukan masalah orang lain (the other). Oleh sebab itu, butuh kerja kolektif (‘amal jama’i) untuk menyelesaikannya, agar Masisir menjadi creative minority —saya sedikit agak berbeda dengan Toynbee dalam mendefinsikan kata ini, menurut saya creative minority adalah &#8220;thaifatun liyatafaqquhû fiddîn&#8221; (Qs.at-Taubah[9]:122) meskipun jumlah mereka sedikit (Qs.al-Baqarah[2]:249) tapi mereka adalah pribadi-pribadi yang terbaik untuk memperbaiki manusia. (Qs.Ali Imran[3]:110)— yang akan membangun masyarakat madani (civil society) di Indonesia. Bila tidak, maka tunggulah, akan tercipta para “Generasi Buih”. Orang menyangka “air” (berilmu), ternyata hanya “buih” (tidak berilmu, sehingga mudah terbawa arus dan tidak memiliki manfa’at atau menjadi sampah masyarakat). Jadi, sudah saatnya, kita “mendesain” dinamika Masisir sebagai proses merubah logam menjadi sesuatu yang berharga dan istimewa. Wallâhu a’lâmu bish shawâb.<br />
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya,maka arus itu membawa buih yang mengembang.Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasaan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu.Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar-Ra’ad [13]:17)</p>
<p>Cairo, 11 November 2006</p>
<p>Daftar Pustaka<br />
1.	Asy-Syarifain, Khadim Al-Haramain, Al-Quran wa Tarjamah Ma’âniyah ilâ al-Lughatu al-Andunisia (Al-Quran dan Terjemahnya), (Madinatu al-Munawwarah: Majammak Malik Fahd li Thiba’ah al-Mushaf asy-Syarîf, 1971)<br />
2.	Ridla, Dr. Akrim, Idâratu adz-Dzât: Dalîlu asy-Syabâbu ilâ an-Najahi, (Cairo: Dâr at-Tawzi&#8217; wa an-Nasyr al-Islâmi, 2000)<br />
3.	Fathy, Muhammad, Al-Waqtu Huwa al-Hayah, (Cairo: Dâr at-Tawzi&#8217; wa an-Nasyr al-Islâmi, 2000)<br />
4.	Al-Qoradhowy, Dr. Yusuf, Al-Waqtu fî Hayati al-Muslim, (Cairo: Maktabah Wahbah, 2004)<br />
5.	Covey, Stephen R., The 7 Habits of Highly Effective People (7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif), (Jakarta: Binarupa Aksara, 1997)<br />
6.	______________, First Things First (Dahulukan Yang Utama), (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999)<br />
7.	Daud Ibrahim, Marwah, Ph.D, Mengelola Hidup &amp; Merencanakan Masa Depan, (Jakarta: MHMMD, 2004)<br />
8.	Az-Zuhaily, Dr. Wahbah, At-Tafsîr al-Munîr fî al-&#8217;Aqîdah wa as-Syarî&#8217;ah wa al-Manhaj (Libanon: Darul Fikri, 1998)<br />
9.	Khalid Muhammad Khalid, Rijâlu Haula Rasûl (Cairo: Darul Muqatham, 1994)<br />
10.	Hernowo, Self Digesting (Bandung: MLC, 2004)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=48&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/12/manajemen-diriupaya-membangun-karakter-character-building-masisir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sun, 6 May 2007 23:23:35 +0700</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/07/sun-6-may-2007-232335-0700/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/07/sun-6-may-2007-232335-0700/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2007 17:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[my memory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/07/sun-6-may-2007-232335-0700/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.
Kak, adek doakan semoga kakak berhasil dalam ujian.
Wassalam.
Ya ALLAH,
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya
setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=47&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.<br />
Kak, adek doakan semoga kakak berhasil dalam ujian.<br />
Wassalam.</p>
<p>Ya ALLAH,<br />
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku.<br />
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.<br />
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya<br />
setelah Engkau.<br />
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.<br />
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.<br />
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus<br />
akan Engkau<br />
dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau (menauladani<br />
sifat-sifat Agung Mu).<br />
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga<br />
hidupnya tidaklah sia-sia.</p>
<p>Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.<br />
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.<br />
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati<br />
ketika aku berbuat salah.<br />
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena<br />
hatiku.<br />
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu &amp;<br />
situasi.<br />
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika<br />
berada disebelahnya.</p>
<p>Aku tidak meminta seorang yang sempurna,<br />
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,sehingga aku dapat<br />
membuatnya sempurna dimataMU.<br />
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.<br />
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.<br />
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.<br />
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi<br />
sempurna.</p>
<p>Dan aku juga meminta:<br />
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat,pria itu<br />
bangga.<br />
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,<br />
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,<br />
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.<br />
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU<br />
bukan dari luar diriku.<br />
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.<br />
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal<br />
baik dalam dirinya<br />
dan bukan hal buruk saja.<br />
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan<br />
pemberi semangat,<br />
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari,<br />
dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.</p>
<p>Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,<br />
aku berharap kami berdua dapat mengatakaan<br />
&#8220;Betapa besarnya ALLAH itu karena Dia telah memberikan kepadaku<br />
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna&#8221;.<br />
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu<br />
pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah<br />
pada waktu yang Kautentukan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=47&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/07/sun-6-may-2007-232335-0700/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meniti Tangga-tangga Kesuksesan di Al-azhar</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/05/meniti-tangga-tangga-kesuksesan/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/05/meniti-tangga-tangga-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 18:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsif PPMI CAIRO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/05/meniti-tangga-tangga-kesuksesan/</guid>
		<description><![CDATA[Ummu Yumna Sabîlal Hudâ
Iftitâh
Kesuksesan atau keberhasilan adalah harapan puncak setiap manusia dalam tiap aktivitas yang ia lakukan. Pedagang punya harapan usaha niaganya sukses dan memberinya laba berlimpah. Pegawai suatu instansi atau karyawan sebuah perusahaan ingin sukses meniti karir. Panitia kegiatan suatu organisasi ingin acara yang mereka gelar berjalan lancar sesuai rencana. Pelajar dan mahasiswa berharap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=46&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ummu Yumna Sabîlal Hudâ</p>
<p>Iftitâh<br />
Kesuksesan atau keberhasilan adalah harapan puncak setiap manusia dalam tiap aktivitas yang ia lakukan. Pedagang punya harapan usaha niaganya sukses dan memberinya laba berlimpah. Pegawai suatu instansi atau karyawan sebuah perusahaan ingin sukses meniti karir. Panitia kegiatan suatu organisasi ingin acara yang mereka gelar berjalan lancar sesuai rencana. Pelajar dan mahasiswa berharap sukses dalam studi mereka. Begitulah, dalam aktivitas apapun—besar maupun kecil— termasuk aktivitas keseharian, setiap orang ingin segalanya terlaksana sesuai harapan: lancar dan sukses.<br />
Namun pada realitanya, tidak semua orang mampu menggapai kesuksesan yang ia idamkan. Sebab seseorang hanya akan sukses bila ia tahu dan meniti jalannya. Begitu juga kita, para penuntut ilmu di Al-Azhar. Kita hanya akan berhasil bila sudah memiliki kunci dan memutar kunci itu untuk membuka dan memasuki gerbang kesuksesan belajar di Al-Azhar. Sebuah syair Arab mengingatkan:<br />
ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها     إن السفينة لا تجري على اليابس</p>
<p>Mengapa Kita Mesti Sukses dan Berprestasi?<br />
Karena kesuksesan dan prestasi yang kita raih:<br />
	Menumbuh-suburkan rasa percaya diri<br />
	Menanamkan rasa kesanggupan untuk memberi<br />
	Merealisasikan impian, harapan dan cita-cita<br />
	Menempatkan kita pada posisi dan peran strategis di masyarakat</p>
<p>Juga untuk:<br />
	Meraih kecintaan Allah Swt.<br />
	Membalas budi kedua orang tua dan keluarga<br />
	Mampu berkontribusi bagi negara dan bangsa serta umat Islam pada umumnya</p>
<p>INGAT: Tempat terhormat di masyarakat hanya tersedia bagi mereka yang<br />
SUKSES dan BERPRESTASI<br />
bukan untuk mereka yang GAGAL!</p>
<p>Fakta-fakta penting yang dapat membantu kita untuk sukses dan berprestasi:<br />
	Kesuksesan bukan mimpi, tapi realita<br />
Kalau ada yang menyangka bahwa kesuksesan adalah mimpi yang bisa menjadi kenyataan hanya dengan berandai-andai, maka ia salah besar. Sukses adalah tujuan riil yang menuntut kita untuk mengkonsentrasikan fikiran dan mengerahkan segala daya untuk merealisasikannya. Karena itu, mari berfikir, kemudian berbuat. Jangan hanya duduk berangan-angan dan diam berpangku tangan. </p>
<p>	Kesuksesan tidak datang secara kebetulan<br />
Satu fakta lagi yang tidak bisa dipungkiri bahwa seseorang tidak mungkin secara kebetulan sukses. Tentu dibelakang sederet prestasi yang diraihnya ada serangkaian panjang kisah kesungguhan, perjuangan dan kerja keras. Jadi, selama kita mau bergerak dan berupaya, setinggi apapun harapan dan cita-cita, Insya Allah akan menjelma nyata.</p>
<p>	Kesuksesan merupakan “buah tangan” kita<br />
Kesuksesan atau kegagalan yang dialami seseorang dalam kehidupannya sangat berkaitan erat dengan potensi yang ia miliki dan kembangkan serta usaha yang ia kerahkan. Betul, kita tidak menafikan tawfîq dari Allah Swt. Tapi sekali lagi, titilah jalan! Dayung sampan! Berbuatlah sesuatu!  </p>
<p>	Ketenangan jiwa akan membimbing kita menuju kesuksesan<br />
Para penggemar olahraga sepakbola, tentu tahu Zinedine Zidane. Yang setia mengikuti jalannya Piala Dunia Jerman 2006 atau sekedar menyaksikan babak finalnya, juga tentu hafal “sundulan telak” kapten kesebalasan Perancis berdarah Arab ini di dada Mattirezzi, pemain asal Italia. Meski tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006, toh, orang—dan penulis yakin termasuk Zidane sendiri—masih sulit melupakan perilaku tidak sportif Zidane dan “hadiah” kartu merah untuknya.<br />
Terlepas dari apapun sebab yang melatarbelakangi tindakan Zidane itu, kita belajar bahwa kemampuan menjaga kestabilan emosi adalah salah satu bekal penting untuk menghantarkan seseorang sampai di puncak kesuksesan. Karena umumnya, mereka yang mampu mencapai kesuksesan adalah orang-orang yang relatif tenang dan stabil emosinya. </p>
<p>	Rasa percaya diri dapat mendorong kita menggapai kesuksesan<br />
Jika kita memiliki rasa percaya diri yang memadai dan tidak bergantung pada pandangan dan penilaian orang lain, berarti kita telah memiliki sumber energi dan kekuatan untuk hidup sukses. Percaya diri terkait sangat erat dengan pengenalan dan pemahaman kita yang mendalam terhadap diri kita.<br />
Untuk menanamkan rasa percaya diri, cobalah untuk selalu menghargai diri sendiri sebagaimana kita perlu menghargai orang lain. Selalu berfikir positif dan realistis. Hindari pikiran negatif dan rasa pesimis yang dapat mengguncang kekuatan kepribadian, seperti cemas yang berlebihan, takut gagal dan sejenisnya. Jangan pernah meremehkan diri sendiri dan yang terpenting mintalah selalu bimbingan dari Allah Swt.   </p>
<p>Aneka Tipe dan Gaya Belajar Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir):<br />
1.	Konsentrasi penuh terhadap kuliah dan muqarrar sejak awal tahun akademis, serta mengurangi atau bahkan meninggalkan bacaan non-muqarrar dan aktivitas luar kampus, seperti talaqqi ‘ulûm syar‘iyyah atau berorganisasi.<br />
2.	Konsentrasi penuh kepada buku-buku non-muqarrar dan aktivitas luar kampus, baru serius memperhatikan muqarrar pada waktu ujian sudah dekat.<br />
3.	Tetap menaruh perhatian untuk mempelajari muqarrar dari awal, dengan tidak meninggalkan bacaan serta aktivitas di luar kuliah<br />
4.	Hanya sibuk dan peduli dengan aktivitas luar kampus.<br />
5.	Santai-santai. Aktif kuliah tidak, talaqqi tidak juga, aktif berorganisasipun tidak.</p>
<p>Anda bisa menentukan sikap dan mengambil keputusan yang bijak untuk mengkategorikan diri Anda sendiri. Sesuai tujuan dan kepentingan Anda di Mesir. Yang penting, Anda tahu potensi dan kemampuan diri. Hanya saja, mahasiswa yang gagal kebanyakan pada kategori keempat dan kelima.   </p>
<p>Metode Belajar Efektif<br />
Seseorang tidak mungkin bisa berhasil dan berprestasi tanpa belajar. Belajar (al-Mudzâkarah) adalah sebuah seni. Ini harus kita ketahui dan fahami. Sebagai sebuah seni, artinya belajar memiliki cara, teknik, atau metode tersendiri. Belajar hanya akan efektif bila cara, teknik dan metodenya  diikuti dan dilakukan dengan benar. Meski bisa menjadi acuan metode belajar secara umum, namun uraian berikut lebih ditekankan pada metode belajar untuk menghadapi ujian.<br />
Tentu saja, sejatinya kita belajar bukan sekedar “exam-oriented”. Namun, karena ujian merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan, apalagi di dunia yang mengagungkan formalitas masih menjadikan berhasil-gagalnya kita dalam ujian sebagai neraca penilaian, maka sudah semestinya kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya.</p>
<p>I.	Langkah-langkah Awal:<br />
a.	Pilih dan tentukan waktu khusus yang tepat untuk belajar. Ini tergantung kepada keinginan masing-masing individu. Tidak ada formula khusus yang bisa dijadikan panduan permanen. Namun berdasarkan analisa, waktu menjelang subuh atau pagi setelah subuh merupakan waktu paling baik untuk belajar.<br />
b.	Pilih tempat belajar yang bersih, nyaman dan kondusif. Hindari belajar di atas tempat tidur, apalagi sambil berbaring. Anda tak mesti selalu belajar di kamar.Untuk menghilangkan jenuh dan memberi semangat baru, Anda bisa belajar di masjid, di taman, di balkon, di suthuh imarah rumah Anda atau tempat lainnya yang mendukung suasana belajar Anda. Bisa juga belajar sambil berdiri atau<span id="more-46"></span> berjalan-jalan, khususnya ketika diserang kantuk. Namun, jangan paksakan diri untuk belajar dalam kondisi sangat lelah atau mengantuk. Istirahatlah sejenak sampai Anda kembali merasa pulih dan segar.<br />
c.	Pilih subjek bahasan dan mata kuliah yang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan secara teratur. Utamakan waktu pagi dan waktu di mana Anda merasa sangat fresh untuk subjek atau mata kuliah yang sulit, sementara mata kuliah yang lebih ringan bisa di waktu yang lain. Poin ini sangat terkait dengan penyusunan jadwal belajar yang sistematik.<br />
d.	Berwudhu sebelum belajar. Insya Allah siraman air wudhu membuat tubuh dan pikiran Anda lebih segar.<br />
e.	Tilawah beberapa ayat Alquran agar hati dan jiwa merasakan ketenangan<br />
f.	Berdoalah sebelum mulai belajar<br />
g.	Upayakan untuk konsentrasi penuh. Jauhi kebisingan dan sumber-sumber masalah yang dapat mengganggu konsentrasi dan perhatian terhadap pelajaran.</p>
<p>II.	Langkah-langkah Lanjutan<br />
Meskipun tiap orang memiliki gaya dan cara belajar tersendiri, namun secara umum, bisa dirumuskan teknik dan kiat belajar efektif sebagaimana berikut:<br />
	Membaca dan mengkaji ulang<br />
	Membuat ringkasan<br />
	Menghafal<br />
	Berdiskusi<br />
	Membuat jadwal belajar teratur yang ditaati<br />
	Menghadiri kuliah<br />
	Menginventarisir dan menganalisa soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya</p>
<p>A.	Membaca<br />
Membaca adalah unsur penting dalam menguasai pelajaran. Pada tahap ini, Anda diminta  melakukan perkenalan dengan muqarrar/diktat kuliah untuk selanjutnya menyusun langkah-langkah pendekatan sampai muqarrar betul-betul “bersenyawa” dengan diri Anda. Terapkan rumus SQ3R.<br />
Survey: Tahap ini adalah perkenalan singkat dengan diktat kuliah. Ketahui apa judulnya dan siapa pengarangnya. Kenali secara global isinya dengan membaca muqaddimah, daftar isi, dan kerangka umum isi buku. Hingga di benak Anda terekam gambaran umum diktat tersebut. Karena diktat kuliah Al-Azhar, kecuali mata kuliah Bahasa Inggris, semuanya menggunakan Bahasa Arab, maka penguasaan Bahasa Arab menjadi modal utama yang sangat dibutuhkan.<br />
Ingatlah Puzzle:<br />
Akan jauh lebih mudah jika Anda melihat gambar keseluruhannya terlebih dahulu</p>
<p>Question: Buatlah pertanyaan semisal: Apa yang hendak saya peroleh dari buku ini? Informasi baru apa yang mungkin saya dapatkan? Atau pertanyaan lain yang mungkin timbul setelah Anda melihat daftar isi dan mengetahui gambaran atau kerangka umum diktat yang akan Anda baca.<br />
Read: Mulailah membaca dengan seksama. Usahakan untuk tidak meninggalkan satu barispun yang belum difahami. Jangan tergesa-gesa mengambil kesimpulan sebelum Anda betul-betul memahami. Jangan malas dan bosan meminta bantuan guide bahasa dan sahabat setia belajar Anda, yaitu kamus bahasa. Untuk memudahkan, gunakan kamus Arab-Indonesia, bukan Arab-Arab, Arab-Inggris atau yang lainnya. Jika Anda belum juga faham, silakan lanjut ke bagian berikutnya setelah terlebih dahulu memberi tanda pada bagian yang belum difahami, untuk nanti ditanyakan kepada kawan atau kakak senior yang Anda lihat mampu membantu Anda. Temukan juga  tentukan pokok-pokok pikiran atau ungkapan-ungkapan penting pada tiap paragraf. Beri tanda dengan menggunakan rumus atau menggarisbawahinya.</p>
<p>Siapa bingung saat belajar, akan bingung waktu ujian<br />
Siapa bingung waktu ujian, akan menyesal saat pengumuman</p>
<p>Recall: Setelah beberapa saat membaca, sudahkah informasi yang ada di dalam buku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Anda buat tadi.<br />
Review: Berikan jeda bagi otak dan ruang memori Anda untuk menyerap “nutrisi” berupa ilmu dan informasi baru. Misalnya tiap 1 jam, beri jeda 8-10 menit. Jangan lebih. Di waktu jeda ini, Anda bisa sambil minum air putih, jus buah atau makan buah segar untuk menggiatkan tubuh dan mengaktifkan otak lagi.  </p>
<p>B.	Membuat ringkasan<br />
Ringkasan dibuat sebagai tanda kita telah memahami muqarrar. Ia ibarat intisari muqarrar. Karenanya, ringkasan yang ditulis harus berupa rumusan penting yang membantu kita dalam proses mengingat dan menghafal.<br />
Ringkasan yang baik dibuat setelah kita membaca muqarrar secara menyeluruh dan memahaminya dengan benar. Ringkasan juga harus mengikuti muqarrar, khususnya dalam hal ta‘rif, dalil, poin-poin utama dan pendapat-pendapat ulama. Cari dan temukan  pikiran utama dan pikiran pembantu dalam suatu bahasan dan pada tiap paragraf. Pilihlah kata dan kalimat yang simpel, mudah difahami dan diingat.<br />
Sebaiknya, Anda tidak bergantung pada ringkasan orang lain. Sebab ringkasan yang dibuat oleh tiap orang menunjukkan hasil pemahamannya. Sementara pemahaman tiap orang belum tentu sama. Dan belum tentu juga pemahaman orang lain lebih baik dari pemahaman Anda. Jika Anda termasuk yang kurang suka membuat ringkasan, minimal buatlah semacam skema yang memuat pokok-pokok pikiran dan inti bahasan setiap bab misalnya. </p>
<p>C.	Menghafal<br />
Sistem ujian Al-Azhar lebih menitikberatkan aspek ketepatan data berdasarkan teks yang diberi ketimbang kemampuan ekspresi dan kekuatan argumentasi. Karenanya, kemahiran membaca dan memahami saja tidak cukup untuk meraih keberhasilan maksimal. Kemampuan menghafal termasuk faktor penting yng menentukan.<br />
Tentu tidak setiap kata perlu dihafal—kecuali pada muqarrar Alquran. Hafallah poin-poin penting dari ringkasan. Menghafal kosakata, kalaupun perlu, adalah sekedar untuk mempermudah menjawab saat ujian. Karena tidak sedikit mahasiswa yang sudah sangat faham apa yang dibaca dan tahu betul masalahnya, namun mengalami kesulitan untuk menuangkan apa yang ada dibenaknya ke lembar jawaban karena miskin kosakata.<br />
Selain poin-poin utama dan pokok-pokok pikiran, hal lain yang mesti dihafal dengan baik adalah ta‘rif (definisi), dalil-dalil (terutama dalil naqlî dari Alquran dan hadis), pendapat-pendapat ulama dan bait-bait syair.<br />
Hal penting lain yang mesti serius diperhatikan adalah muqarrar hafalan Alquran. Sebaiknya Anda menghafal sebelum diktat kuliah turun. Bila Anda menunda menghafal sampai dekat waktu ujian maka konsentrasi Anda akan terbagi dan terbelah. Sementara bila dari jauh hari sudah Anda hafal, maka di hari-hari belajar menjelang ujian, Anda cukup murâja‘ah saja. Ini relatif lebih ringan ketimbang baru mulai menghafal.</p>
<p>Kiat Menghafal:<br />
1.	Memilih waktu yang tepat, yaitu ketika pikiran masih segar. Waktu menjelang subuh setelah qiyamullail atau setelah subuh bisa menjadi alternatif paling baik.<br />
2.	Menghafal dalam suasana tenang, tanpa kegaduhan atau gangguan apapun.<br />
3.	Berwudhu terlebih dahulu<br />
4.	Awali dengan tilawah beberapa ayat Alquran.<br />
5.	Bersungguh-sungguh dan selalu optimis.<br />
6.	Hindari perasaan pesimis dan pikiran negatif.<br />
7.	Menghafal dalam kondisi tubuh fresh, lambung tidak kekenyangan juga tidak kelaparan<br />
8.	Memahami apa yang dihafal<br />
9.	Menghafal berulang kali hingga betul-betul lekat di ingatan<br />
10.	Hentikan dulu menghafal bila sudah merasa lelah atau jenuh<br />
11.	Gunakan semua panca indera. Disamping melihat apa yang dihafal, hendaknya Anda ucapkan dengan lisan secara berulang-ulang, telinga mendengar apa yang diucapkan lalu tulislah di atas kertas<br />
12.	Carilah teman untuk “pasangan hafal”. Lakukan tanya-jawab dengan teman tadi. Ini membantu Anda mengingat dengan cepat dan bertahan lama.</p>
<p>Waspadai: Faktor-faktor Lupa!<br />
1.	Jarang mengulang<br />
2.	Jarang melatih hafalan<br />
3.	Tidak yakin dengan hafalan sendiri<br />
4.	Kerja berat setelah menghafal<br />
5.	Banyak problem<br />
6.	Berbuat maksiat </p>
<p>D.	Berdiskusi<br />
Saat terbaik untuk mendiskusikan materi-materi kuliah tentu adalah jauh hari sebelum ujian. Bukan sesaat menjelang masuk ruang ujian. Berdiskusi dengan teman merupakan salah satu kiat belajar efektif karena memiliki beberapa kelebihan, antara lain:<br />
 	Membuat pelajaran lebih mudah difahami, karena dengan adanya dialog selama diskusi, kita dapat lebih berkonsentrasi. Gangguan kantuk juga dapat berkurang. Berdiskusi juga menolong kita memberi pemahaman yang lebih jelas dan tepat terhadap kandungan pelajaran.<br />
 	Berbagi informasi kuliah dan bimbingan<br />
 	Menjadikan waktu belajar lebih efektif dan efisien<br />
 	Membuat otak lebih aktif dan kreatif<br />
 	Memudahkan mengingat pelajaran<br />
 	Membantu menyediakan catatan dan ringkasan. Melalui diskusi kita lebih mudah memperoleh data penting tentang materi dalam diktat atau muqarrar. Secara tidak langsung, ini membantu kita menyiapkan catatan dan ringkasan yang baik.<br />
Kiat Berdiskusi Efektif:<br />
1.	Dipimpin dan ditanggungjawabi oleh orang yang berkemampuan.<br />
2.	Diikuti oleh satu atau dua anggota yang aktif dan kreatif.<br />
3.	Disiplin waktu yang ditetapkan.<br />
4.	Memperbanyak tanya-jawab dan sharing pikiran dalam dialog.<br />
5.	Seluruh peserta diskusi telah membaca topik-topik yang dibicarakan lebih dulu atau minimal sudah memiliki gambaran ringkas.<br />
6.	Menggunakan kertas-kertas coretan dan atau papan tulis bila perlu.<br />
7.	Boleh diselingi istirahat atau makan asal tetap konsisten pada waktu.<br />
8.	Keberhasilan diskusi sangat ditentukan oleh suasana “team work” yang dapat dihidupkan di kalangan peserta atau anggota diskusi.</p>
<p>E.	Membuat jadwal belajar yang ditaati<br />
Membuat jadwal belajar melatih Anda menggunakan waktu secara efektif dan menjadikan Anda belajar konsisten. Tambahan lagi, tingkat kesulitan masing-masing materi berbeda dan kemampuan bahasa tiap-tiap individu pun tidak sama. Al-Azhar tidak bisa dihadapi dan ditaklukkan dengan senjata SKS (Sistem Kebut Semalam). Menyicil membaca 20 halaman sehari selama 3 bulan misalnya, lebih baik daripada ngebut 1500 halaman selama seminggu. Anda bisa tumbang! Belajar secara teratur dan konsisten selaras kemampuan, Insya Allah bisa membantu Anda mencapai hasil yang maksimal.</p>
<p>F.	Menghadiri kuliah<br />
Diantara rahasia keberhasilan seorang mahasiswa dalam studi adalah seberapa kerap ia menghadiri kuliah. Intens mengikuti perkuliahan penting ditinjau dari beberapa sisi:<br />
 	Memperoleh limpahan keberkahan dari Allah karena menghadiri majlis ilmu<br />
 	Membantu memahami materi diktat terutama istilah-istilah kronik melalui penjelasan dosen<br />
 	Terkadang dosen memberikan soal-soal yang biasanya kemungkinan besar keluar waktu ujian.<br />
 	Mendapat informasi di luar diktat. Sebagian dosen kadang lebih mementingkan informasi dan rujukan yang ia sampaikan di luar diktat. Kadang juga memberi soal yang jawabannya tidak dapat ditemukan di diktat, tetapi dari penjelasan-penjelasannya sewaktu memberikan kuliah.<br />
 	Bisa mengetahui karakter materi, perkiraan soal ujian serta keinginan dosen pengajar dalam menjawabnya.<br />
 	Membantu penguasaan Bahasa Arab, terutama dari sisi mendengar dan memahami yang disampaikan (mahârah al-istimâ‘)</p>
<p>Kiat Efektif Hadir Kuliah:<br />
1.	Hadir kuliah tepat pada waktunya<br />
2.	Duduklah di depan<br />
3.	Dengarkan dengan seksama<br />
4.	Pusatkan perhatian dan jangan ngantuk<br />
5.	Jangan mengobrol atau melamun<br />
6.	Catat ungkapan-ungkapan penting. Apalagi ketika dosen memberikan tahdîd materi yang akan diujikan. Pasang telinga baik-baik untuk betul-betul memastikan, apakah dosen menetapkan suatu sub bahasan umpamanya, masuk kategori muhim, muhim jiddan, muqarrar, qiraah, musy muhim atau malghi.<br />
7.	Kenali dosen. Tentu bukan sekedar tahu nama. Tapi perkenalan yang membuat Anda tahu karakternya, seberapa luas wawasannya, metodenya dalam memberi soal serta menetapkan penilaian dan sebagainya<br />
8.	Bacalah diktat sebelum kuliah, terutama pada bagian yang sekiranya akan dibahas<br />
9.	Temukan dan tentukan poin-poin penting dan pikiran-pikiran utama<br />
10.	Mengkaji ulang pelajaran di rumah</p>
<p>G.	Menginventarisir dan menganalisa soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya<br />
Metode ini termasuk teknik yang tidak kurang pentingnya guna menghadapi ujian. Anda bisa mengenal karakteristik soal tiap mata kuliah, meski dosen dan diktatnya berbeda. Kalau ternyata dosen dan atau diktatnya sama, Anda bisa berlatih menjawab soal-soal tersebut. Tidak tertutup kemungkinan, dosen memberikan soal-soal yang sebagiannya sama dengan tahun sebelumnya. Pengalaman penulis malah pernah mendapat soal-soal yang seluruhnya sama persis dengan soal-soal dua tahun sebelumnya. Jika suatu saat Anda mendapati hal yang sama dan telah berlatih menjawab soal-soal tersebut, Anda beruntung karena segalanya jadi lebih mudah.<br />
Metode ini juga berguna untuk membantu kita memprediksi atau membuat perkiraan soal-soal yang akan keluar. Namun karena sistem ujian Al-Azhar sulit diduga, Anda tetap harus memiliki kesiapan yang matang dan menyeluruh. Hingga sekiranya prediksi Anda meleset, Anda masih mampu menjawab soal-soal yang diberikan karena Anda sudah siap sebelumnya.  </p>
<p>III.	Khitâmul Misk<br />
•	Jaga kondisi tubuh agar selalu sehat dan prima<br />
•	Usahakan agar emosi tetap stabil.<br />
•	Jagalah selalu kedekatan dan kebersamaan Anda dengan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, merapikan ibadah wajib, meningkatkan amalan sunah, selalu berzikir dan berdoa dan meninggalkan maksiat. Hubungan yang intens dengan Allah Swt. dan menghindarkan diri dari maksiat memudahkan masuknya cahaya ilmu ke dalam diri kita. Imam Syafi‘i ra. pernah mengadu dan meminta kepada gurunya formula untuk menguatkan hafalan dan daya ingat. Gurunya, Iman Waki‘, memberikan resep berupa pesan untuk meninggalkan dosa dan maksiat.</p>
<p>&#8221; شـكوت إلى وكيع سـوء حفظي      فأرشدني إلى ترك المعاصي<br />
وأخبـرنـي بأن العـلم نـور     ونور اللـه لا يهـدى للعاصـي&#8221; </p>
<p>•	Lengkapi usaha dan doa Anda dengan indahnya tawakkal kepada Allah Swt.</p>
<p>Panduan Sukses Ujian<br />
a. Sebelum masuk ruang ujian:<br />
1.	Banyaklah berzikir dan doa, tenangkan hati dan pikiran.<br />
2.	Pastikan kebenaran jadwal ujian.<br />
3.	Istirahatlah yang cukup di malam hari sebelum ujian agar kondisi tetap fit dan prima. Jangan habiskan waktu dan energi untuk menghafal muqarrar baris demi baris. Cukup muraja‘ah poin-poin penting dan pokok-pokok pikiran.<br />
4.	Sarapan, makan dan minum secukupnya.<br />
5.	Periksalah dengan teliti hal-hal yang penting dan perlu dibawa, seperti kartu ujian, alat tulis, jam tangan, ongkos bis atau taksi dan sebagainya.<br />
6.	Berusahalah untuk tiba di tempat ujian lebih awal. Jangan sampai mepet waktu apalagi terlambat.<br />
7.	Usahakan untuk tidak banyak bicara. Hindari berdiskusi apalagi berdebat dengan teman mengenai materi yang akan diujikan atau hal lain yang tidak berhubungan dengan ujian.</p>
<p>b. Ketika di dalam ruang ujian:<br />
1.	Ucapkan basmalah, mohonlah petunjuk dan bimbingan Allah agar dapat menjawab dengan benar dan tepat.<br />
2.	Manfaatkan—sekurangnya—lima menit pertama setelah memperoleh kertas soal untuk membaca seluruh soal dengan teliti serta memahaminya dengan baik. Ingat: “Fahmu as-su’âl nishfu al-ijâbah”!<br />
3.	Jangan terkonsentrasi untuk membaca soal pertama saja, sebab kadang kita tidak diminta untuk mengerjakan seluruh soal, tapi dipersilakan untuk memilih soal mana yang bisa kita jawab dengan baik.<br />
4.	Tulis nama, nomor ujian (raqm julûs), jurusan, mata kuliah yang diujikan, tanggal ujian dan sebagainya dengan cermat pada tempat yang tersedia di muka halaman jawaban. Yakinkan semuanya sudah tepat dan benar. Jangan sampai Anda mengulang satu tahun hanya gara-gara— umpamanya—salah menulis raqm julus.<br />
5.	Kerjakan dan jawab soal sesuai dengan yang diminta.<br />
6.	Mulailah dengan menjawab soal-soal yang mudah dan telah Anda kuasai dengan baik. Ini memberi Anda ketenangan dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mengerjakan soal-soal lainnya.<br />
7.	Tulis nomor soal yang dijawab dan pisahkan baris satu jawaban soal dengan jawaban soal yang lain.<br />
8.	Tulis jawaban dengan rapi dan jelas. Usahan lembar jawaban bersih. Hindari terlalu banyak coretan.<br />
9.	Jangan pedulikan suasana sekitar, seperti kasak-kusuk teman yang nyontek, teriakan atau rumpian pengawas, lalu-lalang orang dan sebagainya.<br />
10.	Jangan tergesa-gesa menjawab ketika melihat ada kawan yang sudah selesai lebih dulu.<br />
11.	Jawablah soal dengan tenang meskipun mengalami kesulitan. Jangan biarkan lembar jawaban tak terisi.<br />
12.	Untuk mâddah hafalan:<br />
•	Jawablah apa yang sudah dihafal dengan baik. Bila ada kata-kata yang terlupa, tinggalkan dulu, nanti disempurnakan.<br />
•	Kalau nantinya belum teringat juga, jika pada mâddah Alquran, biarkan saja kosong terlewat. Tapi kalau mâddah lain boleh diisi dengan memakai uslûb sendiri yang agak mengena.<br />
•	Bila ada soal Alquran yang sedikitpun tidak bisa dijawab, boleh juga diisi dengan menulis ayat-ayat lain yang Anda hafal. Mudah-mudahan yang memeriksa kurang teliti dan tetap diberi poin karena sudah menjawab. Lumayan, kan?<br />
13.	Perhatikan durasi waktu ujian. Gunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan persiapan Anda sebelum ujian.<br />
14.	Jangan terfokus pada kuantitas. Panjang dan banyaknya jawaban kadang tidak lebih baik dari jawaban yang singkat tapi padat dan jelas. Ini tergantung pada sifat mâddah dan bisa juga keinginan dosennya. Konsentrasikan selalu untuk memberi jawaban yang padat kualitas.<br />
15.	Alokasikan waktu untuk memeriksa jawaban. Sekiranya ada yang kurang bisa ditambah dan kalau ada yang salah bisa dibetulkan.<br />
16.	Hati-hatilah untuk merubah jawaban apapun yang sudah Anda tulis, kecuali jika Anda betul-betul yakin bahwa jawaban yang telah ditulis itu salah. Karena biasanya jawaban yang pertama kali hadir di pikiran itulah yang benar.<br />
17.	Serahkan lembar jawaban kepada pengawas setelah yakin dan puas dengan jawaban. Pastikan juga bahwa nama, raqm julûs dan tanda tangan Anda sudah tertera di daftar hadir ujian.</p>
<p>c. Setelah ujian:<br />
1.	Ucapkan hamdalah<br />
2.	Jangan lagi memperbincangkan, memperdebatkan atau sekedar mengecek jawaban soal. Khawatir itu bisa melemahkan bahkan menjatuhkan mental Anda bila ternyata jawaban Anda salah atau kurang sempurna. Bisa juga membuat orang lain sedih dan terpukul bila ternyata jawabannya yang kurang tepat.<br />
3.	Tetap optimis meski tentu tak boleh berlebihan. Karena hanya Allah yang Maha Tahu cara, standar, serta keinginan para pengoreksi dan pemberi nilai.<br />
4.	Istirahatlah, kemudian bersiaplah untuk materi ujian berikutnya.<br />
5.	Jika kelak Allah mengizinkan Anda lulus apalagi termasuk berprestasi, jangan sampai membanggakan diri. Sadari bahwa semua adalah karunia Allah dan bersyukurlah. Dan ketahuilah, setinggi apapun prestasi yang diraih, bukan berarti segalanya sudah selesai dengan sempurna. Teruslah belajar dan menimba ilmu di universitas kehidupan yang sangat luas ini.<br />
6.	Kalau sebaliknya—lâ qaddaralLâh—,jangan putus asa. Sabar kemudian inventarisir sebab-sebab kegagalan. Lalu perbaiki dan jadikan cambuk untuk menggapai kesuksesan. Tidak sedikit yang sempat tersandung dan jatuh di langkah pertama, dengan semangat baja akhirnya bisa menyelesaikan studi dengan baik.  </p>
<p>Ikhtitâm<br />
Dalam karyanya yang mengungkap tentang mukjizat Alquran di alam semesta dan dalam diri manusia, Harun Yahya menyatakan bahwa setiap manusia memiliki sidik jari unik yang tidak sama dengan manusia lainnya. Sementara dalam buku The Learning Revolution dikatakan bahwa setiap orang memiliki gaya belajar yang unik, sama uniknya dengan sidik jari. Sangat mungkin seseorang punya gaya belajar sendiri yang ia rasa lebih pas untuk dirinya untuk meraih sukses ketimbang ikut gaya belajar orang lain. Karena itu, segera kenali kemampuan diri serta temukan gaya belajar yang sesuai dan tepat bagi Anda.<br />
Selain merujuk beberapa buku tentang manajemen dan kiat belajar efektif dalam meracik tulisan ini, penulis juga membumbuinya dengan pengalaman pribadi. Jadi, ia lebih merupakan sebuah peta atau rambu-rambu menuju tujuan. Bukan satu-satunya kendaraan yang siap mengantarkan Anda ke tempat yang dituju. Tentu Anda bisa juga menimba pengalaman berharga dari yang lain. Hanya saja, semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi cermin dan sekedar panduan untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi. Yang pasti, awali segala sesuatunya dengan bismillâh. Semoga dengan begitu, Anda tidak nyasar dan Allah mengkaruniakan Anda kesuksesan dunia dan akhirat.<br />
Selamat belajar, berusaha dan berdoa!<br />
WalLâhu al-Musta‘ân wa Huwa A‘lamu bi ash-Shawâb     </p>
<p>Daftar Referensi:<br />
1.	Alquran al-Karîm<br />
2.	Dr. Akram Ridha, Idârah adz-Dzât Dalîl asy-Syabâb ilâ an-Najâh, Dâr at-Tawzî‘ wa an-Nasyr al-Islâmiyyah, Kairo,cet.III, Januari 2000<br />
3.	Ridhâ al-Mishry, Kaifa Tanjah wa Tashbah Mutafawwiqan, tanpa penerbit, cet.III, 1421/2000<br />
4.	Panduan Berpacu dalam Ujian 1993, KMA Kairo-Mesir, Edisi I, Januari 1993<br />
5.	Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos, The Lerning Revolution (terjemah edisi Bahasa Indonesia: Revolusi Cara Belajar), Kaifa, Bandung, cet.II, Juni 2001 </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=46&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/05/05/meniti-tangga-tangga-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wed, 11 Apr 2007 14:02:24 +0700</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/21/wed-11-apr-2007-140224-0700/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/21/wed-11-apr-2007-140224-0700/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 20:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[my memory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/21/wed-11-apr-2007-140224-0700/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.
Kak, aku harap kakak dalam keadaan yang lebih baik dari kemaren, kalaulah kemaren kakak dalam keadaan yang sehat walafiat, semoga kakak lebih sehat pada hari ini. There a little trouble here&#8230;.
ada masalah koneksi internet.Terlalu lama listrik mati, server utama juga ikut mati. akhirnya, semua address ga bisa dibuka.
Alhamdulillah google setup masih bisa dibuka, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=45&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.<br />
Kak, aku harap kakak dalam keadaan yang lebih baik dari kemaren, kalaulah kemaren kakak dalam keadaan yang sehat walafiat, semoga kakak lebih sehat pada hari ini. There a little trouble here&#8230;.<br />
ada masalah koneksi internet.Terlalu lama listrik mati, server utama juga ikut mati. akhirnya, semua address ga bisa dibuka.<br />
Alhamdulillah google setup masih bisa dibuka, lewat situ aku bisa buka gmailnya, aku liat inboxnya&#8230;kakak kirim message ke aku kan?lewat friendster? Sayang sekali tidak fs tak bisa dibuka&#8230;, </p>
<p>Taukah kak?<br />
Tatkala kulihat ada satu pesan darimu ,hati ini bertanya- tanya apakah gerangan isinya? bait- bait puisi rindukah ?? atau hanya tegur salam biasa?atau  mungkinkah itu adalah lantunan doa? </p>
<p>Kalaupun itu berisi keluh kasih tercinta, rasa rindu yang membara, pendamlah rasa itu kak, maka kita kan merasakan nikmatnya nanti, pada waktu yang telah ditentukanNya, dengan segenap rasa bangga dan terhormat, kita akan lebih leluasa dalam berkasih- kasihan,melepaskan semua rasa rindu yang  ada, mengantarkan kita pada syurga dua dunia. </p>
<p>Kak, cukupkah kita bertutur kata dalam email saja??&#8230;karena setahuku, kita berdua dalam kesibukan yang luar biasa&#8230; kakak belajar untuk ujian, akupun sudah mulai mengajar. Kegiatanku tak hanya itu kak. Hutang dcc yang sudah menggunung (14 jt bo&#8230;) akan ditagih tanggal 8 bulan depan. Mau tak mau kami harus berjuang, kursus. Ada kursus pagi, siang, sore, malam. Kalo ada waktu luang, aku buat I&#8217;dad menulis persiapan mengajar esok hari. Belajar juga, aku pun ingin sukses dalam kuliah seperti kakak, aku harus lebih pintar mengatur waktu kak.aku benar- benar ingin jadi lebih baik dari pertengahan tahun kemaren.</p>
<p>Kak,tak usahlah kakak pinta aku tuk mendoakanmu,<br />
karena tanpa kau pinta pun aku selalu  mendoakanmu </p>
<p>Allah, laukaana huwa khoirun liii fi diiniii wama&#8217;aasyii waaqiibatu amriii, fayassirhu liii&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Ya Allah, jagalah kami selalu dalam sehatMu, dan tetap iman Islam kepada Mu<br />
Ya Allah, ingatkanlah kami kalau salah dan telah melanggar batas- batas dalam bermu&#8217;amalah.<br />
.<br />
Semoga Allah mengijinkan kita bersua tanggal 18 nanti, kak. Amin  ya Rabb.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</p>
<p>Aku,<br />
dengan segenap rasa cinta dan rindu&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=45&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/21/wed-11-apr-2007-140224-0700/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANGGAL 18 APRIL :19:17</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/18/tanggal-18-april-1917/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/18/tanggal-18-april-1917/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2007 17:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[my memory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/18/tanggal-18-april-1917/</guid>
		<description><![CDATA[fareed_1286: capek ya nunggu ?
luwak_toe: emh&#8230;&#8230;&#8230;..
noor farida: ksk
noor farida: kakak
luwak_toe: spa ya?
noor farida: aku ke hamam dulu yaaaa
luwak_toe: yup
noor farida: siapin aja apa uyang mau kakak omongin
noor farida: ocle??/
noor farida: assalamu&#8217;alaikum
luwak_toe: wa&#8217;alaikumsalam
luwak_toe: eh,,
luwak_toe: ntar ya
luwak_toe: spa ya ini?
luwak_toe: emh&#8230;.
luwak_toe: kok diam sih
noor farida: siapa lagi kak?
noor farida: lupa ya ma&#8217;i?
luwak_toe: kayaknya yg ana tunggu tadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=44&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>fareed_1286: capek ya nunggu ?<br />
luwak_toe: emh&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
noor farida: ksk<br />
noor farida: kakak<br />
luwak_toe: spa ya?<br />
noor farida: aku ke hamam dulu yaaaa<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: siapin aja apa uyang mau kakak omongin<br />
noor farida: ocle??/<br />
noor farida: assalamu&#8217;alaikum<br />
luwak_toe: wa&#8217;alaikumsalam<br />
luwak_toe: eh,,<br />
luwak_toe: ntar ya<br />
luwak_toe: spa ya ini?<br />
luwak_toe: emh&#8230;.<br />
luwak_toe: kok diam sih<br />
noor farida: siapa lagi kak?<br />
noor farida: lupa ya ma&#8217;i?<br />
luwak_toe: kayaknya yg ana tunggu tadi lagi kuliah<br />
luwak_toe: pamitnya kuliah<br />
noor farida: udah<br />
noor farida: selesi kuliah<br />
noor farida: langsung muwajjah<br />
noor farida: maap ga kasih tau dulu..<br />
noor farida: soalnya dah telat muwajjahnyaaa<br />
luwak_toe: hehhehh<br />
noor farida: kuliah lamaaa<br />
luwak_toe: di berdirikan gak terlambat muajah<br />
noor farida: nggak se<br />
noor farida: tapi kalo ga daur baru syadid<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: kuliah apa tadi?<br />
noor farida: teknologi pendidikan<br />
noor farida: ma observasi<br />
luwak_toe: teknologi pendidikan<br />
luwak_toe: madah baru ya?<br />
noor farida: ga juuga..<br />
noor farida: tapi wat semester  4 iyyaaa<br />
noor farida: kalo met riset nya dah sedari smstr 3 kmreen<br />
noor farida: 4 sks<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: eh ntar<br />
luwak_toe: g mn kbr km?<br />
noor farida: mo kemana?<br />
noor farida: apanya?<br />
noor farida: akuu<br />
luwak_toe: keadaan<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: kemaren sempet panas 2 harii<br />
luwak_toe: tuh kan<br />
luwak_toe: kenapa emang<br />
luwak_toe: ?<br />
noor farida: kurang tidur<br />
luwak_toe: kurang tdr terus paginya d forsir tenaganya ya?<br />
noor farida: jaga warnet asli 2 malem plus piket 2 harii<br />
noor farida: ituuu<br />
noor farida: nurutin pak fadli<br />
noor farida: yang mau cepet dapet duwit<br />
noor farida: karena temen2 pada KML<br />
noor farida: aku yang kebagian<br />
noor farida: jaga<br />
noor farida: walhasil<br />
noor farida: alhamdulillah<br />
noor farida: sehari semalem dapet 1 jutaaa<br />
luwak_toe: tapi km harus jaga kesehatan donk<br />
noor farida: iya kak<br />
luwak_toe: jangan sampai menjadi korban<br />
noor farida: ga da lagi jaga malem<br />
luwak_toe: blhlah kita berkorban tapi jangan amp jadi korban<br />
noor farida: gpp kok<br />
noor farida: seneng juga sih..<br />
noor farida: bisa menghasilkan sesuatu&#8230;<br />
noor farida: ga cuma sejutaaa<br />
noor farida: adek dapet ilmu buanyaaak<br />
luwak_toe: ilmu apa emang?<br />
noor farida: dari instal NOD32<br />
noor farida: mpe bisa rumusnya balikin file yang ilang akibat viruss<br />
noor farida: trusss<br />
noor farida: servernyaaa selamet&#8230;<br />
noor farida: dari yang hampir KO gara2 viruss&#8230;<br />
noor farida: bisa bikin operator yang jaga ga cemberut lagiii<br />
noor farida: semenjak terserang viruss, semwa site ga bisa dibuka<br />
noor farida: YM juga ga bisaa<br />
noor farida: akhirnyaaa<br />
noor farida: bisaaa<br />
noor farida: horeee<br />
noor farida: tapi ya itu..<br />
noor farida: panas<br />
noor farida: khummaa<br />
luwak_toe: emh.<br />
luwak_toe: tapi sekarang udah mendingan kan<br />
noor farida: ya syukur alhamdulillah<br />
noor farida: oyaa<br />
noor farida: masih banyak kerjaan yang laen kak<br />
luwak_toe: apa?<br />
noor farida: tapi masih nyangkut komputer jugaa<br />
noor farida: &#8230;.<br />
noor farida: gimana lagi ya??<br />
noor farida: ada orderan lagiii<br />
noor farida: proposal TK ISlam N playgroup<br />
luwak_toe: buat apa<br />
luwak_toe: acara ya?<br />
noor farida: bukan<br />
luwak_toe: terus<br />
noor farida: cari dana buat bangun TK<br />
noor farida: aku kebagian bikin proposalnya<br />
noor farida: kakak bisa bantuin bikin cover ga<br />
noor farida: ???<br />
luwak_toe: emh&#8230;.<br />
luwak_toe: g mn ya ana bentar lagi ujian<br />
noor farida: eh<br />
noor farida: kakaka<br />
noor farida: iyaa<br />
luwak_toe: terus komp ana mau ana<span id="more-44"></span> simpan dulu<br />
noor farida: ga jadi<br />
noor farida: kakak kan mo ujian yaa<br />
luwak_toe: jadi komp mau ana masukkan gudang<br />
noor farida: biar ga ganggu neeh??<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: yaaaaaaaaaaaaaaaa<br />
luwak_toe: ya ini komp ana aj<br />
luwak_toe: komp teman ana masih da<br />
luwak_toe: tapi itu kecil mempengaruhi<br />
noor farida: mang kalo kakak pake kompi sendiri ..<br />
noor farida: apa yang paling banyak mempengaruhi??<br />
noor farida: bukan adek kan??<br />
noor farida: hehe<br />
luwak_toe: bukan<br />
noor farida: truz?<br />
luwak_toe: tapi klo adek OL ya mempengaruhi juga<br />
luwak_toe: soalnya pasti pingin nyapa<br />
noor farida: tenang ja kaak<br />
noor farida: adek OLnya invisible ja deeeh<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: thanks<br />
luwak_toe: lagian untuk bulan ini ana mau cutu main internet<br />
luwak_toe: amp bulan juli<br />
noor farida: lammmmaaaaaaa<br />
luwak_toe: iya<br />
luwak_toe: itu habis ujiannnya<br />
noor farida: lama banget<br />
noor farida: masak seh?<br />
noor farida: ya dah<br />
noor farida: kuat2 in ya kaaak<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: insaalah<br />
noor farida: adek dukung<br />
luwak_toe: thanks<br />
luwak_toe: eh..<br />
luwak_toe: tahu gak ustad lapang wafat?<br />
noor farida: yes<br />
noor farida: I know<br />
luwak_toe: kemarin habis magrib<br />
luwak_toe: di sholati goib gak d mantingan?<br />
noor farida: innalillahi wainna ilaihi rooji&#8217;un<br />
noor farida: belum<br />
noor farida: solat ghoibnya&#8230;<br />
noor farida: udah<br />
noor farida: deh<br />
noor farida: tadi<br />
noor farida: ba;da maghrib<br />
luwak_toe: itu ustad lapang bapak ana<br />
luwak_toe: marhalah ijo<br />
luwak_toe: musrif DA ama PG<br />
luwak_toe: ana teringat ketika beliau ngasih tasji&#8217;<br />
noor farida: sedih dong kak??<br />
noor farida: apa tasyji&#8217; bliau??<br />
luwak_toe: aduh sedih banget<br />
luwak_toe: apalagi kita yg di sini<br />
luwak_toe: satu marhalah<br />
noor farida: sholat ghoib juga kan?<br />
luwak_toe: ana kurang tahu<br />
luwak_toe: soalnya sebagian ad yg blm tahu<br />
noor farida: oOo<br />
noor farida: kalo di mantingan solat ghoib itu diatur<br />
noor farida: tiap hari rabu<br />
noor farida: malem ini<br />
noor farida: ya tadi<br />
luwak_toe: OOo<br />
luwak_toe: jadi di kumpulkan jadi satu ya?<br />
noor farida: ya langsung<br />
noor farida: ba&#8217;da solat maghrib<br />
luwak_toe: ana tahu kemarin sih<br />
luwak_toe: habis isa&#8217;<br />
luwak_toe: emang beliau d pondok juga pernah sakit<br />
luwak_toe: sakit tumor<br />
luwak_toe: apalagi beliau itu pekerja kerass<br />
luwak_toe: mungkin kecapekan terus berakibat beliau sakit<br />
noor farida: banyak<br />
noor farida: banyak yang gara2 kerja terlalu kecapean akhirnya sakit<br />
noor farida: &#8230;.<br />
luwak_toe: makanya adek harus jaga kesehatan<br />
luwak_toe: imbangi dengan banyak makan vitamin<br />
noor farida: oke bro&#8230;<br />
luwak_toe: soalnya vitamin d pondok sangat tidak d perhatikan<br />
luwak_toe: yg penting kenyang itu aj<br />
noor farida: lah itu kak..<br />
noor farida: aku ga pernah tuh minum vitamin<br />
noor farida: except<br />
noor farida: pas sakit aja<br />
noor farida: misalkan&#8230;<br />
noor farida: panas treus dibawa ke BKSM<br />
noor farida: baru minum vitamin<br />
noor farida: &#8230;<br />
noor farida: laen hari ya nggak kepikiran ke situ<br />
noor farida: vitamin<br />
luwak_toe: emh&#8230;.ya udah klo udah tahu kayak gitu besok gak usah di ulangin lagi<br />
noor farida: gak akn<br />
noor farida: dah ga ada lagi jadwalnyaa<br />
luwak_toe: klo kita sakit ortu juga repot lo<br />
luwak_toe: udah jauh rmh<br />
noor farida: ga lagi<br />
noor farida: aku ga kasih tau kok<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: ya di kasih tahu aj waktu udah sembuh<br />
luwak_toe: biar ortu itu ngasih nasehat<br />
noor farida: tapi<br />
noor farida: ga ad nasehat<br />
luwak_toe: yang penting kan nasehat beliau<br />
noor farida: nya]<br />
noor farida: ga pernah ah<br />
noor farida: diomongn gini<br />
luwak_toe: terus<br />
luwak_toe: g mn ?<br />
noor farida: kayak kak hijrah<br />
noor farida: ya udah<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: sembuh kan?<br />
noor farida: ga ditanya sebab musababnyaa<br />
luwak_toe: masak<br />
noor farida: paling laporan<br />
luwak_toe: bukanya anak ce lebih d perhatikan?<br />
noor farida: aku barusan sembuh<br />
noor farida: syukron<br />
noor farida: fareed nggak lagii<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: adekmu ini ga terlalu manja kok<br />
noor farida: ga manja2 amat mo ortu<br />
luwak_toe: klo ana sih d perhatikan sekali<br />
luwak_toe: meskipun ana co<br />
luwak_toe: tapi g mn<br />
noor farida: kak<br />
noor farida: beda kak<br />
noor farida: kakak ada disanaa<br />
noor farida: jauuuh<br />
noor farida: dari rumah<br />
noor farida: jauh banget<br />
noor farida: &#8230;<br />
noor farida: ibuku sama kali kayak ortunya kakak kalo aku jadi ke kuliah ke misro<br />
luwak_toe: gak tahu sih ana<br />
luwak_toe: kemarin waktu ana ujian kelas kelas enam<br />
luwak_toe: kan pakaian ana kan numpuk kotor semua<br />
luwak_toe: soalnya gak sempat nyuci<br />
noor farida: trus?<br />
luwak_toe: konsentrasi belajar<br />
luwak_toe: eh&#8230;<br />
noor farida: dicuciin ya??<br />
luwak_toe: di jenguk ama ortu<br />
luwak_toe: terus pakaiannya mau d cucikan<br />
luwak_toe: ana gak maulah<br />
luwak_toe: malu  tahu masak udah gede di cucikan bajunya<br />
noor farida: trus<br />
noor farida: akhirnya nyuci sendiir?<br />
luwak_toe: tapi ana sadar bahwa beliau itu kepingin anaknya najah ujiannnya<br />
noor farida: so?<br />
luwak_toe: yup akhirnya ana nyuci sendiri<br />
luwak_toe: setelah beliau pulang langsung ana cuci<br />
noor farida: hahahaha<br />
noor farida: kenapa tak mau kak??<br />
noor farida: masak malu sih<br />
luwak_toe: ya gak mau ngerepotkan aj<br />
luwak_toe: udah datang jauh2  eh di suruh nyucikan lagi<br />
luwak_toe: kan kasihan<br />
noor farida: benar2 suporter hebat yaaaa..ortu ituu<br />
noor farida: langsung semangat nyuci<br />
luwak_toe: iyalah<br />
noor farida: kalo ce lain lagi kak<br />
luwak_toe: g mn?<br />
noor farida: ya pinter2nya kita bagi waktu&#8230;<br />
noor farida: kapan nyuci<br />
noor farida: kapan belajar<br />
noor farida: malahna keseringan<br />
noor farida: nyuci sambil belajar<br />
luwak_toe: masak bisa emang?<br />
noor farida: asik<br />
noor farida: bareng2<br />
noor farida: bisa<br />
noor farida: bsa banget<br />
noor farida: co aja ga tau caranyaaa<br />
luwak_toe: klo mandi mungkin klo nyuci g mn ya?<br />
noor farida: mandi sambil belajar??<br />
luwak_toe: ya sambil nunggu antrian<br />
noor farida: ya mending nyuci sambil belajar<br />
noor farida: ooo<br />
luwak_toe: terus d matbah<br />
noor farida: kirain mandi di kamar mandi sambil belajar<br />
luwak_toe: ya gak lah<br />
luwak_toe: basah donk<br />
noor farida: maksud kk itu waktu tbur yaa?<br />
noor farida: thobur<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: ya?<br />
noor farida: itu dah biasaaa<br />
noor farida: nah kalo  nyuci itu yaaa<br />
noor farida: sambil nyuci kita bahas soal2<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: masak<br />
noor farida: seru<br />
noor farida: hehe<br />
noor farida: walah ga percayaaa<br />
noor farida: yo wis<br />
luwak_toe: wah bererti enaknya nyuci setiap hari donk<br />
noor farida: emang<br />
luwak_toe: bisa tanya jawa b<br />
noor farida: baru tau yaaa<br />
noor farida: iya lah<br />
luwak_toe: emh&#8230;<br />
luwak_toe: baru tahu ana<br />
noor farida: haha<br />
luwak_toe: udah makan malam blm?<br />
noor farida: lum<br />
noor farida: ga sempet<br />
noor farida: ba&#8217;da maghrib langsung kuliah<br />
luwak_toe: yaaa entar sakit donk<br />
luwak_toe: terus..<br />
luwak_toe: makan apa?<br />
noor farida: ga insyaalah<br />
noor farida: ga makan satu kali ini&#8230;<br />
luwak_toe: bukanya klo malam itu lapar banget?<br />
noor farida: aku ga tau lauk malam ini<br />
noor farida: apa ya??<br />
noor farida: tahan lah kak<br />
noor farida: dibuat tidur<br />
luwak_toe: iya ya<br />
luwak_toe: klo lapar d buat tdr aj<br />
noor farida: kecuali kalo masanya ujian<br />
noor farida: laper itu kerasa kalo udah tengah malam<br />
luwak_toe: iya ya<br />
luwak_toe: emang biasanya lauknya apa klo malam?<br />
luwak_toe: sama ya d santriwati<br />
noor farida: ya ga tentu<br />
noor farida: ga sama lah<br />
noor farida: guru gitu lo<br />
noor farida: lebih enakan<br />
luwak_toe: tapi blhkan makan d dalam kamar?<br />
noor farida: kita<br />
noor farida: boleh<br />
noor farida: kita ga da qism l-amn<br />
noor farida: kak<br />
noor farida: tau ga?<br />
luwak_toe: terus yang berpengaruh d situ spa ?<br />
luwak_toe: yang ngatur2<br />
noor farida: oh<br />
noor farida: guru SAg<br />
noor farida: yang dah syuyuh<br />
noor farida: yang dah lamaa banget tingal di pondok<br />
noor farida: n belum seelsi ngabdinya<br />
luwak_toe: tapi gak resek kan ama guru2?<br />
noor farida: rese ya iya lah<br />
noor farida: tapi resenya untuk kebaikan kan??<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: kan ga semua guru itu baek kak<br />
noor farida: pastoi ada yang siriroh<br />
noor farida: ada yang mau enaknya doang<br />
noor farida: ya itu gunanya guru senior<br />
noor farida: benerin yang salah2<br />
noor farida: kak?<br />
noor farida: boleh tau ga?<br />
luwak_toe: apa?<br />
noor farida: apa yang paling kaka inginkan waktu jatuh sakit??<br />
luwak_toe: apa ya&#8230;&#8230;.<br />
noor farida: ayo dong!!!<br />
luwak_toe: sembuh<br />
noor farida: ntar aku kasih tau apa mauku..<br />
noor farida: yah pasti lah kak<br />
noor farida: kita semua minta sembuh<br />
noor farida: laen..<br />
noor farida: bukan itu&#8230;<br />
luwak_toe: klo ana sakit sih biasanya nlp ortu<br />
luwak_toe: minta doa aj<br />
noor farida: gitu yaaaa<br />
noor farida: beda dong ya ma adek<br />
luwak_toe: klo adek apa donk?<br />
noor farida: adek nangiss<br />
noor farida: minta dipeluk&#8230;<br />
noor farida: trus bobo<br />
noor farida: tapi karen adisini ga ada yang bisa meluk yaaa<br />
noor farida: nangis doang<br />
noor farida: trus kebawa tidur<br />
noor farida: &#8230;<br />
luwak_toe: klo gitu d jaga biar gak sakit<br />
luwak_toe: kan susah ntra klo sakit gak da yg meluk<br />
luwak_toe: bisa2 gak sembuh ntar<br />
luwak_toe: tapi ya setidaknya nlp ortu<br />
luwak_toe: minta doanya<br />
noor farida: doa..<br />
noor farida: aku yakin<br />
noor farida: tanpa minta doa pun ibu pasti mendoakan<br />
noor farida: &#8230;.<br />
noor farida: jadi ga perlu bikin resah ma orang rumah<br />
noor farida: bikin susah aja<br />
noor farida: fareed ga mau mreka susah<br />
noor farida: aku tau kok..<br />
noor farida: ibu pasti mendoakan<br />
luwak_toe: iya sih&#8230;&#8230;&#8230;<br />
luwak_toe: tapi kan biar doannya lebih bersungguh2<br />
noor farida: iyaa..<br />
luwak_toe: ana pasti klo mau ujian nlp ortu<br />
noor farida: tapi orang sakit kak<br />
luwak_toe: bahkan meminta beliau untuk tahajud<br />
noor farida: nelpon berarti ke wartel dulu<br />
noor farida: ..<br />
noor farida: sakit itu ga enak di bawa jalan<br />
noor farida: kalo ujian pasti kak<br />
noor farida: pasti minta doanyaaa<br />
noor farida: kan pas sehat2 ajaaaa&#8230;<br />
luwak_toe: klo sakit sih ntar nlpnya habis sembuh<br />
noor farida: hehe<br />
noor farida: iyaaa<br />
noor farida: he-eh<br />
noor farida: tau ga kak kenapa farid penegn di peluk kao sakit?<br />
luwak_toe: napa emang?<br />
noor farida: rsanya tenteram<br />
luwak_toe: kebisaan ya dr kecil<br />
luwak_toe: ?<br />
noor farida: bukan<br />
noor farida: karena jarang2 dipeluk ituuu<br />
noor farida: jadinya<br />
noor farida: damai banget kalo di peluk<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: mungkin ce kali ya<br />
luwak_toe: klo co mana mingkin d peluk<br />
luwak_toe: malu lah<br />
noor farida: ga semua iiii<br />
luwak_toe: masak gak semua?<br />
noor farida: ntar aj\na peluk looo<br />
noor farida: ntar kak hijrah ana pelukin looo<br />
noor farida: biar maluu<br />
noor farida: biar maluuu<br />
luwak_toe: emh&#8230;&#8230;&#8230;<br />
noor farida: ups<br />
luwak_toe: eh&#8230;.<br />
luwak_toe: ana ujian tanggal 17<br />
luwak_toe: doakan ya<br />
noor farida: afwan kalo kelewatan<br />
noor farida: mei yaa?<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: insaalah ana besok nlp ortu<br />
noor farida: iya kak<br />
luwak_toe: minta doanya<br />
noor farida: iya kak<br />
noor farida: harus ituuu<br />
noor farida: seperti yang kak hijrah bilang tadii<br />
noor farida: biar tahajud n doanya makin manteb<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: eh<br />
luwak_toe: kemarin d sini hujan debu<br />
noor farida: kayak gimana tuh?<br />
luwak_toe: waktu pergi k kampus<br />
noor farida: hujan kok debu?<br />
luwak_toe: debunya memenuhi kelas<br />
luwak_toe: plus masjid<br />
noor farida: wuih<br />
noor farida: &#8230;.<br />
luwak_toe: itu kan debu dr padang pasir<br />
luwak_toe: jadi debunya masuk kota giru<br />
luwak_toe: kayak d film ja<br />
noor farida: wuzz<br />
luwak_toe: jadi lihat depan itu gak kelihatan<br />
luwak_toe: pokoknya debu tok<br />
luwak_toe: udah panas debu lagi<br />
luwak_toe: soalnya ini udah mulai musim panas<br />
luwak_toe: setelah melalui musim semi<br />
luwak_toe: eh&#8230;<br />
noor farida: what s up?<br />
luwak_toe: udah berapa hari masuk kelas nih?<br />
noor farida: kakak kalo musim panas sehari mandi brapa kali kak?<br />
noor farida: 2 weeks till next friday<br />
noor farida: &#8230;.<br />
luwak_toe: emh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
luwak_toe: klo musim panas mandi nya perjam<br />
noor farida: masak???<br />
luwak_toe: terus malamnya gak bisa tdr<br />
luwak_toe: sampai subuh<br />
noor farida: karen akepanasan??<br />
noor farida: kakak dah pernah ceritaa<br />
luwak_toe: jadi kehidupan itu samapi subuh<br />
noor farida: ngobrol kan?<br />
noor farida: mpe pagi?<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: tapi ya itu klo pagi buka activitasnya jam 9 pagi<br />
noor farida: brarti<br />
noor farida: tidur pagi kan?<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: gak tahu ya sekolahan d mesir ini lbh cepat<br />
luwak_toe: berangkat jam 9 pagi pulang jam 12<br />
noor farida: apanya??<br />
noor farida: waaaaaaah<br />
noor farida: asik yaaaa<br />
noor farida: cepet banget<br />
luwak_toe: iya<br />
luwak_toe: cepat banget<br />
noor farida: liburannya panjang kan?<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: panajng banget<br />
luwak_toe: musim panas yg paling panjang<br />
luwak_toe: soalnya libur kenaikan<br />
noor farida: liburan musim panas..<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: kayak cerita2 komik yaaa<br />
noor farida: musim panas<br />
luwak_toe: iya<br />
noor farida: musim panas yang banyak kenangan<br />
noor farida: hehe<br />
luwak_toe: iya sih<br />
luwak_toe: tapi misim panas juga banyak kegiatan<br />
luwak_toe: padat banget<br />
noor farida: misalnya??<br />
luwak_toe: ini aj gak ad soalnya mau ujian<br />
noor farida: oo<br />
noor farida: kirainn<br />
luwak_toe: mulai  dr PPMI amp IKPM ama Kekeluargaan<br />
noor farida: bisa santai2..<br />
noor farida: jalan2<br />
noor farida: waaaaaaaaaaaaaaaaaaaah<br />
luwak_toe: mungkin pas habis ujian da rihlah<br />
luwak_toe: setelah itu padat kegiatan<br />
luwak_toe: ampe gak sempat makan<br />
noor farida: kakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak<br />
luwak_toe: emh&#8230;.<br />
noor farida: wh<br />
luwak_toe: napa?<br />
noor farida: wah<br />
noor farida: ngantuk<br />
noor farida: kebangun ma telepooon<br />
noor farida: kaget<br />
luwak_toe: eh<br />
luwak_toe: adek ngantuk ya?<br />
noor farida: hehe<br />
noor farida: apa?<br />
noor farida: kak?<br />
noor farida: nggak jadi<br />
noor farida: &#8230;<br />
luwak_toe: kok gak jadi sih<br />
luwak_toe: lapar ya?<br />
noor farida: gpp kok<br />
noor farida: ya<br />
luwak_toe: emh&#8230;..<br />
noor farida: ada gerry sallut kok<br />
luwak_toe: makan dulu ya?<br />
luwak_toe: ana mau sholat magrib nih<br />
noor farida: moh<br />
noor farida: oo<br />
noor farida: ya kak<br />
noor farida: silakan<br />
luwak_toe: tapi ana masih kangen tahu<br />
luwak_toe: wait moment ya?<br />
noor farida: mosok?<br />
noor farida: lama juga gpp<br />
noor farida: doanya yang lama kak<br />
luwak_toe: thank ya gitu donk jadi calon istri yg solehah<br />
noor farida: ya imam ya musti gitu lah&#8230;<br />
noor farida:<br />
noor farida: kaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk<br />
noor farida: adek ngantuuuk<br />
luwak_toe: emh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
luwak_toe: ngantuk ya<br />
luwak_toe: sorry klo lama<br />
noor farida: yah kakak ga muncul2<br />
luwak_toe: iya nih baru selesai doa<br />
noor farida: jadinya ngantuk kak<br />
noor farida: ya kakak balik lageee<br />
noor farida: dah ag angantuk kok<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: blh tdr kok d pundakku<br />
luwak_toe: tapi ntar&#8230;&#8230;.<br />
noor farida: kakaaaaak<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: why?<br />
luwak_toe: ortu adek sangat protek sekali<br />
noor farida: kak<br />
noor farida: protek apa nya?<br />
luwak_toe: ya pokonya sangat kwatirlah klo terjadi ama adek<br />
noor farida: kak..<br />
noor farida: ga jugaaa<br />
noor farida: kau pulang ke demak aja sendiri kok<br />
noor farida: eh<br />
noor farida: aku pulang sendiri kok<br />
luwak_toe: mask<br />
noor farida: pertama kali nyaaa<br />
noor farida: diantar<br />
noor farida: mpe terminal<br />
noor farida: trus<br />
noor farida: brangkat sendiri<br />
noor farida: tapi kalo balik ke pondok<br />
noor farida: kemaren<br />
noor farida: dianter coz<br />
noor farida: cuman an yang belum ngerasain pake mobil bapak<br />
noor farida: gituuu<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: baru ya mobilnya?<br />
noor farida: ga kayaknya second deh<br />
noor farida: tapi maseh muluss jalanya<br />
luwak_toe: adek mau belajr nyopir ya?<br />
luwak_toe: belajrlah mumpung da kan<br />
luwak_toe: eh..<br />
luwak_toe: tahu gak?<br />
noor farida: gak<br />
luwak_toe: hehehhehee<br />
luwak_toe: iyalah wong blm ana kasih tahu<br />
noor farida: kenapa kak?<br />
luwak_toe: udah baca blm mesege dr ana?<br />
luwak_toe: d fs<br />
noor farida: udah<br />
noor farida: puanjang banget<br />
noor farida: banget<br />
luwak_toe: emang apa intisarinya?<br />
noor farida: waduuuh<br />
luwak_toe: napa?<br />
luwak_toe: blm baca ya<br />
noor farida: udah tapi belum di hayati<br />
noor farida: ahehe<br />
luwak_toe: iya sih<br />
luwak_toe: baca itu harus d hayati biar masuk apa yg d baca<br />
luwak_toe: emh&#8230;<br />
luwak_toe: udah jam berapa d sana?<br />
noor farida: 12<br />
luwak_toe: woh<br />
noor farida: adek ngantuk beneran<br />
luwak_toe: udah malam ya<br />
luwak_toe: ya udah<br />
luwak_toe: tapi  ana masih kangen tahu<br />
luwak_toe: ya udah klo adek ngantuk<br />
luwak_toe: ntar ana kirim messege aj<br />
luwak_toe: ok<br />
noor farida: ok<br />
luwak_toe: emh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
noor farida: assalmu&#8217;alaik<br />
noor farida: apa?<br />
luwak_toe: i want say to U?<br />
noor farida: apa?<br />
luwak_toe: i want spend my life time with you<br />
luwak_toe: tapi ana selalu berdoa<br />
luwak_toe: semoga d kasih yang terbaik<br />
luwak_toe: bagi kita<br />
luwak_toe: biarlah ntar waktu yg akan menjawabnya<br />
luwak_toe: but &#8230;.<br />
noor farida: ya doa aja kak<br />
noor farida: ya<br />
luwak_toe: udahlah<br />
luwak_toe: attoyyibun lilthoyyibat<br />
noor farida: amiin<br />
noor farida: ya<br />
luwak_toe: gitu aj<br />
noor farida: Rabb<br />
luwak_toe: udah ya<br />
luwak_toe: i will be yearn U<br />
luwak_toe: forever<br />
noor farida: iyaaaa<br />
noor farida: aku yang salam duluan ya kaaak<br />
luwak_toe: ya udah MET tdr ya<br />
luwak_toe: moga mimpi ya indah<br />
noor farida: yup<br />
noor farida: amin<br />
noor farida: assalamu&#8217;alaikum wr.wb.<br />
luwak_toe: waalaikumsalam</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=44&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/18/tanggal-18-april-1917/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MESIR NEGERI GUDANG ILMU DAN PERADABAN</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/09/mesir-negeri-gudang-ilmu-dan-peradaban-2/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/09/mesir-negeri-gudang-ilmu-dan-peradaban-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 12:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsif PPMI CAIRO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/09/mesir-negeri-gudang-ilmu-dan-peradaban-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Jamaluddin Ahmad Khaliq, MA.
Pendahuluan
Ungkapan yang didengar dari setiap pengunjung negeri Mesir cukup bervariasi, sesuai dengan obyek yang dituju serta latar belakang masing-masing pengunjung. Seorang pecinta sejarah mungkin akan mengatakan “Mesir kaya akan peradaban”, seorang pecinta ilmu akan berkata “Mesir gudang ilmu,  seorang yang disiplin mengatakan “Mesir serba tidak teratur”, seorang pemerhati lingkungan akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=40&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: Jamaluddin Ahmad Khaliq, MA.</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Ungkapan yang didengar dari setiap pengunjung negeri Mesir cukup bervariasi, sesuai dengan obyek yang dituju serta latar belakang masing-masing pengunjung. Seorang pecinta sejarah mungkin akan mengatakan “Mesir kaya akan peradaban”, seorang pecinta ilmu akan berkata “Mesir gudang ilmu,  seorang yang disiplin mengatakan “Mesir serba tidak teratur”, seorang pemerhati lingkungan akan mengatakan “Mesir Negara yang kotor” dan masih banyak lagi ungkapan yang sering kita dengar dari para pengunjung negeri yang sedang kita jadikan tempat menimba ilmu ini.</p>
<p>Sudah barang tentu negara manapun mempunyai sisi positif di samping hal-hal yang negatif. Mesirpun tak lepas dari dua penilaian ini, banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dibumi ful dan tha’miyah ini. Demikian juga banyak hal negatif yang kita jumpai di mana-mana. Namun seorang mu’min harus cerdas dalam menentukan pilihan-pilihan, madu atau racunkah yang akan diambil untuk dibawa pulang ke negeri asal nanti, tentunya pilihan kita diharapkan tidak jauh dari niat pertama meninggalakan kampung halaman ketika berangkat menuju Mesir, yaitu menuntut ilmu dan meningkatkan keimanan kita terhadap Allah Swt.</p>
<p>Untuk menentukan pilihan-pilihan tersebut, perlu kiranya kita mengenal lebih dalam kondisi negeri ini dalam berbagai dimensi, agar pilihan-pilihan kita tidak salah. Hanya saja dalam tulisan ini tidak akan dibicarakan tentang sejarah Mesir dari zaman Fir’aun hingga sekarang secara perinci, karena bisa membuka buku-buku sejarah mesir yang banyak bertebaran di toko-toko buku, disamping menghemat halaman. Hanya kepada Allah kita memohon, semoga selalu mendapatkan taufiq dan hidayah-Nya dalam semua aktivitas kita.<br />
Data singkat negara Mesir<br />
o	Nama resmi negara Mesir: Jumhuriyatu Mishr Al’Arabiyyah (Arab Republic of Egypt)<br />
o	Kepala Negara: Presiden Muhammad Husni Mubarak (sejak tahun 1981)<br />
o	Perdana menteri: Dr. Ahmad Nadzif<br />
o	Hari Nasional: 23 juli (hari revolusi)<br />
o	Lagu kebangsaan: Bilady, Bilady, Bilady<br />
o	Ibu kota: Cairo, kode telefon: 20-2<br />
o	Kurs mata uang: $ 1:LE 6,20<br />
o	Beda waktu Kairo-Indonesia lebih lambat 5 jam dari waktu Indonesia pada Oktober-April dan 4 jam pada Mei-September.<br />
o	Iklim:<br />
o	Musim Panas (Shaif): Mei-Juli<br />
o	Musim Gugur (Kharif): Agustus-Oktober<br />
o	Musim Dingin (Syita’) :November-April<br />
o	Musim Semi (Rabi’): Februari-April<br />
o	Suhu terendah di Kairo berkisar antara 4-12 derajat celcius, dan pada puncak musim panas mencapai 42 derajat Celcius.<br />
o	Maskapai penerbangan: Misr li Thairan (Egypt Air) untuk skala intenasional, dan Sinai Air untuk penerbangan regional.<br />
o	Agama: Islam (85%), Kristen Koptik (6%), Yahudi (0,1%), lain-lain (8,9%)<br />
o	Makanan pokok: gandum, roti (‘isy), kacang (ful) dan beras.<br />
o	Produk pertanian: kapas, gandum, beras, gula, susu, kurma, domba, ayam, dll.<br />
o	Industri utama: semen, pupuk, goni, alumunium, gula, besi, baja, produk kapas, kimia.<br />
o	Bendera: terdiri dari tiga warna :</p>
<p>Hitam bagian paling bawah, melambangkan bahwa Mesir sebelum revolusi 23 juli 1952 Mesir hidup di bawah penindasan dan penjajahan (era gelap).</p>
<p>Putih di bagian tengah, melambangkan perdamaian dan ketentraman.</p>
<p>Merah di bagian atas, mencerminkan gambaran perlunya pengorbanan, kesungguhan dan darah demi pembangunan, menjaga kehormatan serta kemerdekaan. Di tengah-tengah warna putih terdapat gambar elang yang melambangkan bahwa Mesir dalah negara Arab tulen.<br />
o	Provinsi di Mesir:<br />
Negara Mesir terdiri dari 26 provinsi (plus 1 provisi khusus luxor), terbagi menjadi tiga bagian:<br />
•	Wajhu’l bahri (belahan utara)<br />
•	Wajhu’l Qibli/ al sha’idy (belahan selatan)<br />
•	Syibhu jazirah Saina’( provinsi-provinsi di daratan  Sinai)<br />
Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia (4161 mil) dan menjadi sumber air paling utama negeri Mesir.</p>
<p>Agama di mesir dan sebelum islam<br />
Pada masa – masa fir’an ( julukan raja – raja mesir kuno )mesir menganut paganisme, menyembah banyak tuhan, sampai masuknya mesihiyyat  pada saat romawi menguasai mesir setelah mengalahkan ratu cleopatra ketuju tahun 30 M. Masuknya sebagian penduduk mesir ke dalam agama  masihiyat menyebabkan terjadinya penindasan yang tak kunjung padam dari pihak romawi yang menganut paganisme sebelum agama masihiyat menjadi agama resmi imperatur romawi tiga abad kemudian.</p>
<p>Ketika kostantin menjadi imperatur romawi dan masuk agama nasrani pada tahun  337 M. Dia menjadikan agama masehi sebagai agama resmi bagi seluruh orang –orang mesir, dan memaksa seluruh penduduk untuk memeluk agama masehi dan meninggalkan paganisme. Sebenarnya dia hanya menggantikan penyembahan banyak tuhan orang-orang mesir dengan penyembahan banyak tuhan menurut orang – orang masehi. Pemaksaan agama masehi terhadap orang – orang mesir ini di ikuti oleh imperatur-imperatur setelah kostantin, sampai – sampai kaisar theodor<span id="more-40"></span> pada tahun 389 Masehi memerintahkan untuk menghancurkan seluruh patung-patung tuhan mesir kuno dan tempat – tempat peribadatannya, sedang tempat – tempat peribadatannya yang tidak mudah di hancurkan cukup dirusak tulisan-tulisannya. Akhirnya mesir memeluk agama nasrani, tapi menganut dua mazhab :pertama mazhab mulkani yang dianut oleh para penguasa romawi dan perwakilan-perwakilanya di semua imberatur. Kedua adalah mazhab ya’kubi, yang dianut oleh kelompok – kelompok lain dari penduduk mesir, yang didirikan oleh pendeta (patriarkh)iskandariyah :deosquroes.</p>
<p>Sekitar sembilan tahun wilayah – wilayah romawi banyak yang jatuh ke tangan persi, termasuk mesir , sejak tahun 618 masehi, namun akhirnya romawi berhasil merebut kembali daerah – daerah tersebut, seperti yang di beritakan oleh allah dalam al-qur’an surat ar-Rum ayat :2-5 . selama dalam kekuasaan persi yang menganut agam majusi dengan di bantu oleh orang-orang yahudi , orang – orang kibty penganut nasroni mendapatkan musibah yang dasyat, pembunuhan , penyiksaan, penghancuran gereja-gereja dll.</p>
<p>Setelah imberatur Heraclius berhasil mengalahkan persia, dia berusaha menyatukan mazhab masehi di mesir, dengan mengutus muqauqas menjadi pimpinan keuskupan di iskandariyah dan kepala administrasi umum.namun penduduk mesir menolak usaha penyatuan mazhab masehi mengikuti mazhab penguasa imberatur. Akhirnya jalan yang di tempuh muqauqas adalah dengan dengan menyiksa orang-orang yang yang tidak mau mengikuti mazhab penguasa , pertama-tama dengan menghabisi para pimpinan mazhab ya’qubi. Setelah mengetahui kondisi yang membahayakan itu pendeta benyamin berpesan agar pengikut ya’qubi tetap teguh dalam memegang mazhabnya sampai mati. Binyamin lari ke lembah nathrun, kemudian ke daerah sha’id sampai datang islam. Yang akhirnya di panggil untuk kembali pada masa ‘Amr bin Ash.</p>
<p>Penindasan muqauqas terhadap penduduk qibti berlansung sekitar sepuluh tahun, penindasan tersebut menjauhkan penduduk mesir untuk loyal kepada pemerintahan muqauqas. Terlihat ketika tentera Amr bin Ash masuk mesir, penduduk mesir tidak mau membantui muqauqas menghadapinya, yang akhirnya muqauqas mengadakan perjanjian perdamaian dengan Ame bin Ash. Bahkan orang-orang qibti berbondong-bondong masuk islamyang datang.</p>
<p>Pemerintahan islam di mesir<br />
 Mesir berhasil ditundukkan pasukan islam yang dipimpin Amr bin Ash pada hari jum’at tanggal 22 desember tahun 640 H /muharrom tahun 20 H. Tapi imam thobari mengatakan bahwa fathul misr terjadi pada tahun 16 H.kemenangan ini setelah pengepungan benteng sekitar  6 bulan , di sela-selanya sesekali terjadi pertempuran, tapi banyak masa damainya, sampai muqauqas menyerah dan memilih perjanjian damai dan tunduk di bawah pemerintahan islam denga bawah jizyah.</p>
<p>‘Amr bin ‘Ash akhirnya dipilih menjadi amir di Mesir, dan setelah musyawarah dengan khalifah, Fushthath dijadikan ibu kota wilayah Islam di Mesir. Kemudian dibangun mesjid jami’ Fushthath/ jami’ ‘Amr bin ‘Ash. Awwam, Miqdad bin ‘Amr, ‘Ubadah bin Shamit, Abu Darda’, ‘Uqbah bin Amir, Fudhalah bin‘Ubaid, ‘Amr bin ‘Ash , dua anaknya  Muhammad dan ‘Abdullah, Maslamah bin Mukhallid dan lainnya. Fushthath merupakan tempat yang strategis, dari Fushthath dapat diawasi dua sisi belahan selatan (qibly) dan utara (bahri), dan dapat diawasi daereha-dareha padang pasir (shahra’) baik dari timur maupun barat.<br />
Ulama besar yang mengajar di masjid ‘Amr bin ‘Ash antara lain: seorang tabi’in Laists bin Sa’d, Imam Abdullah bin Wahb al-Fihri, salah seorang sahabat Imam Malik, Imam Syafi’i, Sulthan al ‘Ulama Izzudin Bin Abdus Salam, Al Muqrizi (muarrikh Mesir terkenal), Ibnu Hajar Al Asqallani, dll. </p>
<p>Pada abad pertama hijriyah, Mesir dipimpin oleh 15 amir, 4 diantara mereka di bawah di bawah khulafurrasyidin di Madinah, dan sisanya di bawah Bani Umayah di Damaskus. Kemudian dilanjutkan oleh para amir pada abad-abad setelahnya secara turun temurun sampai terjadi revolusi di Mesir:<br />
1.	Dinasti Thouluniyyah (868-905 M/ 254-292 H)<br />
2.	Dinasti Ikhshids (935-969 M/ 323-358 H)<br />
3.	Dinasti Fathimiyyah (969-1171 M/ 358-567 H)<br />
4.	Dinasti Ayyubiyyah (1171-1250 M/ 648-992 H)<br />
5.	Dinasti Mamalik (1250- 1517 M/ 648-922 H)<br />
6.	Turki Usmani .(1517-1805 M/ 922-1220 H)<br />
7.	Muhammad Ali (1805-1953M/ 1220-1372 H)<br />
Pemimpin-pemimpin Mesir setelah revolusi:<br />
1.	Presiden Muhammad Naquib (1953-1954 M)<br />
2.	Presiden Gamal Abdul Nashir (1956-1970 M)<br />
3.	Presiden Anwar Sadat (1970-1981 M)<br />
4.	Presiden Muhammad Husni Mubarak (1981- sekarang)</p>
<p>Politik di mesir</p>
<p>Dalam kanca internasional, mesir merupakan negara yang di hormati dari kawasan timur tengah. Kalau berbicara politik timur tengah, maka mesir tidak bisa dilepaskan, bahkan segi angkatan peran, mesir adalah negara terkuat tentaranya.<br />
Sedang dalam tataran dalam negeri mesir menganut multi partai, partai politik yang diakui  di mesir ada 16 partai,6 diantaranya adalah partai besar dan lainnya adalah partai – partai kecil, keenam partai besar tersebut adalah:<br />
Hizbul wathoni al-demokrati atau national democratic party(PND)<br />
Partai ini yang berkuasa di mesir, didirikan oleh alm anwar sadat pada 10 ramadhon 1395 H/Agustus 1978 M sebagai pengembangan partai sosialisme arab mesir (PSAM). NDP menjadi partai besar di bawah kepemimpinan  muhamad husni mubarok.</p>
<p>Hizbul ‘amal  (labour party)<br />
Partai oposisi ini didirikan pada tahun 1978, sekretaris jendral pertamanya adalah mendiang Mahmud abu wafiah . partai bertujuan untuk menciptakan jalur politik yang menyokong haluan islam yang mendapat tantangan keras dan luas saat itu , yang mengalami kemajuan pesat dibawah pimpinan Ibrahim sukri. Haluan partai ini dimulai dengan sosialis yang kemudian berkoalisi dengan ikhwanul muslimin pada 23November 1987, yang mengakibatkan friksi dan perpecahan dalam tubuh partai antara kelompok islam dan sosialis, kini hizbul ‘amal dibekukan dan surat kabarnya “asy sya’b”dengan motto “islam adalah solusi “ dibrendel.</p>
<p>Partai nasser<br />
Partai inimembawa paham-paham mendiang gamal abdul nashir  mantan presiden mesir kedua. Dalam perjalanannya partai ini dengan sekjennya Dhiyauddin dawud tidak mampu merealisasikan kemajuan apapun dalam menarik pendukung dari rakyat mesir.</p>
<p>Partai NPUG ( national progressive unionist grouping)<br />
Berdiri tahun 1976, pada mulanya partai ini menghadapi problem intern dengan 3 front: kelompok nassser dibawah kamaluddin rif’at dan sebagian kelompok tua marxisme dibawah abdurrahman syarqowi serta kelompok muda marxisme .surat kabar yang diterbitkan adalah surat kabar al ahali, yang pernah dibrendel, namun kini terbit kembali. Kini tetapi dipimpin oleh kholid muhyidin dan Dr. Rif’at sa’id sebagai sekjennya.</p>
<p>Hizbul ahrar<br />
Merupakan partai oposisi pertama di mesir, dan surat kabar hariannya “al ahrar” yang terbit pertama pada tahu 1977. partai ini didirikan oleh mustofa kamil murad, sebagai koalisi dari unsur  nasionalis, sekuler, dan islam. Setelah meninggalnya mustafa kamil terjadi perpecahan yang luas dalam partai ini, hingga dibekukan oleh komite partai mesir, dan surat kabarnya dibredel , meskipun belakangan terbit kembali.</p>
<p>Hizbul wafd al jadid<br />
Didirikan pada 5 Januari 1978, berdasarkan kesepakatan , dipilihlah  Fuad sirajuddin sebagai ketua partai dan ibrohim faraj sebagai sekretaris umum.</p>
<p>Kondisi sosial budaya<br />
Ketika kita melihat dinamika sosial budaya mesir, akan kita jumpai banyak hal yang unik . mesir merupakan negara yang kaya akan sejarah, barangkali laksana bangunan yang sudah tua, atau seorang yang cukup lelah yang ditelan umur. Banyak kita jumpai peninggalan – peninggalan bersejarah dibumi ini, dari masa fir’aun hingga mas pemerintahan islam.<br />
Ajaran islam yang dianut mayoritas penduduk negeri ini semenjak berabad-abad sangat mempengaruhi karakter dan watak masyarakatnya. Meski sisa – sisa perwatakan fir’aun masih terkadang kita jumpai juga dalam dikap sebagian individu dalam masyarakat maupun pemerintahan.<br />
Diakui atau tidak, suasana agamis masih banyak kita rasakan di tengah – tengah masyarakat  mesir, kehidupan beragama di masjid –masjid cukup semarak, apalagi kalau bulan romadhon, mulai sholat tarawih , tahajud dan budaya i’tikaf pada sepuluh terkhir bulan ramadhon menjadi pemandangan yang menyejukakan hati. Ghiroh persaudarannya terhadap sesama muslim juga sangat kuat, sebagai contoh kecil, ketika negara kita dilanda krisis ekonomi yang imbasnya sangat kuat sekali terhadap kondisi mahasiswa indonesia di luar negeri, dimesir kususnya , banyak dari  para demawan mesir yang memberikan bantuan kepada para mahasiswa kita , baik berupa sembako , uang atau tempat tinggal. Apalagi kalau ada penindasan terhadap saudara-saudara seiman di negeri lain, dengan serentak masyarakat mesir melakukan demostrasi sebagai penolakan dan solidaritas terhadap saudara-saudaranya yang ditindas, seperti peristiwa pembantaian di palestina oleh kekejaman zionis israil, tindakan arogansi amerika terhadap afganistan , irak dan penindasan –penindasan lain terhadap kaum muslimin di belahan dunia.<br />
Kehidupan agamis juga bisa kita saksikan dimana –mana, sampai seorang polisi yang sedang jaga sambil membaca al qur’an, ditengah –tengah bis yang sesak pun kita didengarkan lantunan ayat –ayat allah dikumandangkan juga ucapan salam ,sholawat nabi , dan kalimat –kalimat thoyyibah kita dengarkan di mana-mana , sampai dipasar-pasar yang penuh dengan urusan dunia sekalipun.</p>
<p>Kondisi ekonomi masyarakat mesir yang termasuk rendah, tidak membuat wajah – wajah penduduk menjadi cemberut. Senyum penjual makanan &#8220;full&#8221; dan &#8220;tho&#8217;miyyah&#8221;memberi rasa tersendiri bagi makanan yang di jualnya, yang tidak tidak jarang mereka bercanda<br />
Dengan kita, hanya kita terkadang merasa jenkel dengan canda – canda mereka. Barangkali sifat qona&#8217;ah yang ditanamkan oleh islam meninggalkan bekas yang kentak dalam kehidupan masyarakat mesir. Kalau tidak, mungkin banyak kita lihat orang stres di negeri ini. Betapa tidak , kemiskinan , ketidak teraturan lalulintas , pemerintah yang tidak segan –segan memenjarakan penduduknya dan masih banyak lagi kondisi yang dapat mendorong orang menjadi stres, tapi itu tidak terjadi di negri ini.</p>
<p>Termasuk ajaran islam juga, msyarakat mesir memiliki sifat lapang dada, tidak pendendam, ketika terjadi cek cok misalnya yang tidak jarang terjadi perang mulut, setelah itu habis begitu aja. Atau ketika seprang bersalah kepada temannya, dia cukup bilang ma&#8217;alyis selesai masalah. Tetepi ada juga sebagaian mereka yang banyak bicara<br />
Suka marah dan mencela, sikap puas, bangga dan memuja keadaan yang ada sehingga muncul ungkapan seperti Misr ummu dunya dan sejenisnya barangkali ini sisa –sisa peninggalan fir&#8217;aun.<br />
Budaya berbicara dan tulis – menulis sangat maju dimesir, terbukti dengan banyaknya buku baru yang terbit dalam waktu yang cukup berdekatan. Lebih – lebih saat pameran buku internasional yang digelar setiap tahun sekali. Kita dapat memilih buku dari berbagai penerbitditimur tengah ini . maktabah mesir sangat berjamur. Dikairo saja kalau mau mengunjungi semua bisa memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak mulai dari maktabah – maktabah di daaaerah di sekitar masjid al-azhar dan husen, maktabah-maktabah didaerah syari&#8217; jumhuriyah dan sekitarnya . ada juga maktabah yang khusus untuk baca, seperti maktabah – maktabah yang ada di setiap fakultas di unuversitas- universitas , maktabah umum al-azhar yang berada didekat gedung masyikhotul al azhar, darrasah , maktabah darul kutub al-illmiyah , maktabah kubro , maktabah IIT , maktabah bank faisol  di H7, dll. Belum lagi maktabah –maktabah pribadi yang diperuntukkan siapa saja yang mau membaca , seperi maktabah di dar malak , maktabah doktor rif&#8217;at di H7 . di daerah pun tidak sedikit maktabah –maktabah yang bisa kita kunjungi , seperti maktabah nasional di iskandariyah , dan maktabah – maktabah lain diprovinsi – provinsi </p>
<p>Berbagai jenis media mas kita jumpai di mesir ini mulai yang berorentasi keislaman , nasionalis maupun yang lainnya. Koran al ahrom merupakan koran nasional yang menjadi corong pemerintahan mesir, di samping koran –koran partai –partai oposisi seperti afaq &#8216;Arabiyyah ( yang banyak menyuarakan ide-ide keislaman secara kental), koran Ahrar, Al Wafd dan koran-koran yang diterbitkan oleh partai –partai politik di mesir maupun lembaga –lembaga lain. Sedang korang-koran keislaman ,seperti &#8220;shoutul al azhar &#8221; (terbitan lembaga al azhar ), Aqidati, Al Liwa&#8217; Al islami, dll. Di samping koran , banyak majalah – majalah yang beredar di mesir baik terbitan dalam negeri maupun luar negeri , seperti majalah al azhar , la muslim al mu&#8217;ashir, al  manar al jadid, majalah dirosat al islamiyah, al – wa&#8217;yu al-islami, al-iqtishod al-islami, al-arisalah al-zuhur, al-quds,al-mukhtar al-islami ,Ruz al-yasuf(majalah kelompok sekuleris), dan masih banyak lagi.<br />
Di mesir kita jumpai banyak ulam&#8217; yang kaliber internasional, ulama&#8217;yang tawhadu&#8217; dan ikhlas yang mengajarkan ilmunya kepada para penuntut ilmu. Namun anehnya tingkat buta huruf di mesir masih tetap tinggi. Kontrakdiksi serupa dapat kita saksikan pula pada aspek-aspek kehidupan lain seperti budaya prang –orang kaya yang gemar kendaraan impor muthakir. Sementara di sisilain masih ada saja orang miskin di kota yang mengendarahi keledai.<br />
Ada juga hal-hal yang seharusnya yang terjadi di negara yang kuat keislamannya seperti mesir ini, seperti masalah kebersihan yang tidak diperhatika, tidak ada kedislipinan lalulintas, administrasi semrawut, dan kondisi-kondisi lain yang aneh. Maka tidak jarang , dalam urusan –urusan administrasi , seorang capek-capek antri dalam waktu yang lama, ketika tiba gilirannya dibilang bukroh(besok), atau nisfu saah (setangah jam lagi) sehingga dibutuhkan satu kesabaran yang tinggi dalam urusan –urusanm di negeri ini. Tapi bila kita pandai melobi (mujamalah ), biasanya urusan menjadi lebih gampang beres, sehingga kita perlu juga mempelajari bahasa pasaran(&#8216;amiyah) agar dapat mudah berinteraksi dengan orang mesir, khususnya ketika kita pinya urusan dengan mereka<br />
Sedang dari segi keamanan , mesir relatif aman ,dan prosentase kriminalitas pun cukup rendah kalau dikomprasikan dengan negara kita.</p>
<p>Sejarah singkat al-Azhar ( kiblat keilmuan dunia islam)<br />
Berbicara tentang mesir tidak bisa terlepas dari al-Azhar, sebuah benteng keilmuan tempat para santri dari berbagai penjuru dunia menuntut ilmu . karena tingginya kedudukan al-Azhar di mata uamat islam, tidak mengherankan kalau orang menyebutnya dengan qiblatul ilmi. Sejarah telah mencatat betapa besar peranan al-Azhar dalam menjaga kemurnian ilmu-ilmu islam . bahkan tidak terbatas peranyan dalam bidang keilmuan lainnya, seperti dimensi sosial dan politik. Terbukti ketika para imperealis menginjakkan kakinya dio bumi mesirdan belahan dunia islam lainnya , para ulama al-azhar berada di garis depan dalam mengobarkan semangat umat islam untuk berjihad melawan arogansi kaum kolonial , bahkan masjid al-Azhar menjadi markas penggemblengan para mujahidin saat itu.<br />
Jami&#8217; al-Azhar didirikan bersamaan dengan masuknya kekuasaan fathimiyah di kairo, pembangunan jami&#8217; al-Azhar memakan waktu kurang lebih dua tahun, yang kemudian dibuka secara resmi oleh jauhar al-shiqilli ( seorang panglima perang daulah fathimiyah) dengan sholat jum&#8217;at pada tanggal 7 ramadhon 361 H /21 juni 972 M.sedang al-mu&#8217;iz lidnillah baru datang dari maroko masuk kairo setahun kemudian dari tanggal dibukanya jami&#8217; al-Azhar secara resmi.<br />
Sebagai mana tradisi, ketika suatu kota dibuka, didirikanlah sebuah jami&#8217; yang namanya dinisbatkan kepada kota tersebut, demikian halnya al-Azhar , nama jami&#8217; ini pertama-tama adalah al-qohiroh. Konon ketika jauhar Al-shiqillidatang dia namakan kota yang diduduki dengan al-mansuriyah, kemudian saat al-mu&#8217;iz lidinillah datang tahun  362 H. Dirubah namanya menjadi qohiroh . namun ada riwayat lain mengatakan bahwa yang menamakan al-qohiroh adalah al-jauhar al –shiqilli. Terlepas dari siapa yang memberi nama al-qohiroh , jami&#8217; al Azhar dikenal dengan nama jami&#8217; al-qahiroh pada awal –awal kekuasaan fathimiyah di mesir, dan ketika banyak jami&#8217; lain dibangun, maka dipilihlah nama jami&#8217; al-Azhar yang kita kenal sampai sekarang.<br />
Jami&#8217; al-Azhar mempunyai penghargaaan tersendiri dari para khalifah fathimiyyah, mereka ingin menjadikannya markas penyebaran faham syi&#8217;ah. Suatu saat abu faraj ya&#8217;qub ibnu kals ( mentri mu&#8217;is lidinillah yang kemudian menjadi menteri anaknya al-Aziz) mengusulkan kepada al-Aziz untuk mengumpulkan para fuqoha&#8217; dan menggajinya untuk mengadakan halakoh pengajaran di jami&#8217; al-Azhar. Akhirnya al-Aziz mengabulkan usulan tersebut dan memilih tiga puluh fuqaha&#8217; untuk mengajar di jami&#8217; al-Azhar serta membangunkan rumah bagi mereka disekitar al-Azhar dari sinilah dimulai pengajaran di jami&#8217; al-Azhar.<br />
Dalam belantika dunia keilmuan , al-Azhar merupakan universitas tertua, tidak hanya di dunia islam , namun diseluruh dunia . karena universitas-universitas di Amerika dan eropa baru didirikan dua abad setelah didirikanya al-Azhar , seperti universitas paris didirikan pada abad ke-12 Masehi, universitas oxford di inggris pada abad  ke-13, demikian juga universitas – universitas Eropa lainnya. Universitas yang mengimbangi al-Azhar dari sejarah Adalah universitas qarawain di kota fas, maroko. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jami&#8217; Al-qarawain adalah universitas tertua di dunia, karena pengajarannya sudah bermula sejak didirikannya yaitu sejak tahun 245 H / 859 M. Dan sampai sekarang masih eksis. Ketika maroko merdeka tahun 1956 M. Jami&#8217; al-qarawain ditetapkan menjadi universitas yang terdiri dari tiga fakultas : fakultas sastra , syari&#8217;ah , dan ilmu pengetahuan umum.kalupun jami&#8217; al-Qarawain adalah universitas tertua di dunia, tapi al-Azhar merupakan universitas pertama yang para pengajarnya didanahi oleh negara. Posisi mesir yang setrategis ditengah dunia islam , menjadikan al-Azhar tempat tujuan menimba ilmu agama dari para masyayikhnya, hanya saja tingginya kedudukan al-Azhar bukan karena tertua atau tidaknya, tapi karena besar peran yang dijalankan selama eksisnya dalam menjaga kemurnian ilmu-ilmu agama, peradaban islam dan bahasa arab sebagai bahasa al qur&#8217;an dan sunnah rosul-nya saw. Seperti yang disebutkan oleh muhammad kamal al-sayid muhamad dalam bukunya al-Azhar jami&#8217;ah wa jami&#8217;ah Au mishr fi alfi am.<br />
Dalam kekuasan daulah fathimiyah jami&#8217; al-Azhar mengalami beberapa kali renovasi , seperti pada masa al hakim biamrillah. Al- mustanshir billah, dan al-hafiz lidinillah. Terlihat hingga sekarang hasil renovasi yang dilakukan oleh al-hafiz lidinillah dengan peninggalan qubah yang dihiasi dengan tulisan ayat-ayat Al-qur&#8217;an dengan khath kufi dan bermacam-macam hiasan yang indah.<br />
Kekuasaan khilafah fathimiyah berakhir dengan khilafahnya al-&#8217;Adhid lidinillah. Setelah meninggalnya kholifah al-&#8217;Adhid lidinillah tahun 567 H/ 12 september 1171 M, sholahundin al-Ayyubi( wajirnya )memegang tampuk kekuasaan mesir. Dari sinilah berakhir kekuasaan fathimiyah di mesir dan keluarga Ayyubiyin mulai berkuasa . pada masa sholahuddin, mazhab syi&#8217;ah dihapus dari mesir dan di ganti dengan mazhab sunni. Dalam rangka menghilangkan syi&#8217;ar-syi&#8217;ar syi&#8217;ah, sholahuddin mengikuti fatwa qodhinya yang bermazhab safi&#8217;i bahwa tidak boleh  ada dua kutbah / sholat jum&#8217;at di dua masjid pada satu kpots , sehingga kutbah shoplat jum&#8217;at ditiadakan dijami&#8217; al-Azhar dan cukup dengan kutbah /sholat jum&#8217;at di jami&#8217; al-anwar. Karena fatwa ini , jami&#8217; al-Azhar tidak dipakai sholat jum&#8217;at kurang lebih selam seratus tahun, dan baru digunakan sholat jum&#8217;at lagi ketika masa sultan al-Dzahir bebers ( masa mamalik dimesir). Sholahuddin disamping meniadakan sholat jum&#8217;at di jami&#8217; al-Zahar , dia dan penguasa-penguasa setelahnya mendirikan sekolah –sekolah al-ayyubiyah sebagai pengganti jami&#8217; al-Azhar untuk mengajarkan mazhab-mazhab ahli sunnsh . meskipun demikian jami&#8217; al-Azhar tetap digunakan sebagai tempat pengajaran oleh para ulama , seperti ibnu al faridh, abdul latif al- bagdadi dan ulama lain , seperti tersebut bahwa tidak terfokus dalam ilmu-ilmu agama saja, tetapi meliputi juga ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan umum lainnya.<br />
Pada masa mamalik , khususnya masa raja al-dzahir bebers , jami&#8217; al-Azhar mulai digunakan sholat jum&#8217;at lagi serta menjadi pusat pengajaran berbagai ilmu seperti pada masa – masa daulah fathimiyah dahulu, bahkan menjadi pusat keilmuan teramai di seluruh dunia islam. Ada dua faktor yang menjadikan jami&#8217; al-Azhar sebagai pusat keilmuan teramai saat itu.<br />
-Ekpansi yang dilakukan oleh tartar hingga menahlukkan khilafah Abbasiyyah di bagdad dan khilafah abbasiyyah dipindahkan ke mesir mulai tahun 660 H. Hingga tahun 923 H awal khilafah utsmaniyyah di turki akhibat serangan tartar , banyak ulama&#8217; muslim dari timur hijrah kemesir yang dipimpin oleh raja mesir sultan al-Mudzofar quthus.<br />
-umat islam di andalus ditindas oleh orang – orang eropa , hingga banyak ulama dunia islam bagian barat hijrah ke timur dengan tujuan kota kairo juga.<br />
Dua hal inilah diantara faktor penyebab al-Azhar menjadi menara keilmuan dunia islam saat itu. Dari situlah para ulama dan poenuntut ilmu berduyun-duyun dari berbagai penjuru menuju al-Azhar untuk mengembangkan maupun menimba ilmu. Disamping ilmu-ilmu agama dan bahasa , dipelajari juga di al-Azhar ilmu-ilmu ekssakta, seperti matematika falak , ilmu pengetahuan , kimia kedokteran ,logika , sejarah dan ilmu-ilmu lain. Diantara ulama-ulama yang terkenal mengajardi alAzhar adalah ibnu khaldun, imam ibnu hajar al &#8216;Asqalani,imam abdul wahhab sya&#8217;roni , imam kamaluddin al –Damiri,dan ulama ulama lain. Pada masa mamalik sudah di kenal ruwaq di jami&#8217; al-Azhar tempat mukim orang –orang dari daerah-daerah bahkan luar mesir. Namun tidak sebanyak ruwaq pada masa ustmaniyyah , sampai ada 37 ruwaq jawa, tempat mukim orang –orang dari indonesia dan sekitarnya.<br />
Ketika masa kholifah utsmaniyyah , kondisi keilmuan di al-Azhar mengalami kemunduran yang drastis, kerena pada masa itu ilmu-ilmu matematika , fisika,dan ilmu-ilmu aksakta lain tidak dipelajari lagi. Kecuali yang berkaitan dengan penghitungan dalam ilmu faraidh dan penentuan waktu sholat dan awal bulan. Meskipun al-Azhar mengalami pembangunan secara besar-besaran dari segi fisik pada saat pemerintahan abdurrahman kadkha, gubenur perwakilan dari khilafah utsmaniyyah di mesir, namun kemunduran dari segi keilmuaan tetap berlangsung . dan pada tahun 1869 M. Datang jamaluddin al-Afghoni ke mesir dan mengajar dial-Azhar. Disela-sela pengajarannya beliau mengajak umat islam untuk mempelajari ilmu -ilmu modern seperti ilmu pengetahuan alam , kimia, dan matematika yang pernah menjadi kebanggaan umat islam di masa lampau , namun karena tidak di pelajari lagi akhirnya menjadi tertinggal oleh umat lain. Beliau juga mengajak umat islam untuk menggalang persatuan . karena argumentasi-argumentasinya yang kuat banyak para pemikir islam saat itu tertarik dengan pemikirannya , seperti syeikh muhamad abduh, ahmad &#8216;arobi,Sa&#8217;d zaghlul , abdul nadzim dan lain-lain.madrosah darul ulum yang didirikan tahun 1871 M . merupakan langka untuk mereformasi al-Azhar dari luar. Dalam madrosah ini dipelajari bshasa perancis , matematika , kimia dan ilmu-ilmu pengetahuan umum, disamping ilmu-ilmu agama . murid-muridnya adalah pilihan dari al-Azhar , dan guru-gurunya dalam bidang agama dan bahasa arab juga dari ulama al-Azhar . namun usaha untuk mereformasi al-Azhar melalui darul ulum kandas, karena pada tahun 1945 M. Darul ulum digabungkan dengan universitas kairo.<br />
Memang tidak muda mengadakan reformasi di al-Azhar . kita lihat ketika syekh muhamad abduh mengusulkan untuk memasukkan muqoddimah ibnu khaldundijadikan materi dalam al-Azhar, ditolak oleh syekh muhammad al-anbani, syekh al-azhar saat itu.usaha untuk memasukkan materi ilmu-ilmu pengetahuan umum di al-Azhar baru berhasil pada tahun 1895 M yang  aslinya hanya mencakup 11 cabang ilmu menjadi 26, namun hanya meliputi beberapa cabang ilmu pengetahuan umum seperti al jabar , ilmu hitung , dasar –dasar tehnik dan beberapa cabang ilmu. Pada tahun 1930 M . dikeluarkan undang –undang dibentuknya tiga fakultas di al-azhar , yaitu fakultas ushuluddin , fakultas syariah, dan fakultas bahasa arab, belum menyakup fakultas- fakultas umum . dan pada tahun 1961 M, masa syekh mahmud syaltut menjabat syekh al-Azhar dikeluarkan undang – undang no. 103 tahun 1961 M yang menetapkan fakultas- fakultas cabang ilmu pengetahuan umum , seperti fakultas kedokteran , fakultas perdagangan , tehnik,pertanian farmasi dan lain-lain, tyang dapat kita saksikan hingga sekarang ini merupakan kemajuan yang patut kita sukuri.</p>
<p>Struktur badan –badan di al-Azhar<br />
Berdasarkan undang-undang revolusi yang dikeluarkan tahun 1961 M. Institusi al-Azhar terdiri dari elemen –elemen sebagai berikut:<br />
-syekh al-Azhar, al- imam al-akbarpimpinan tertinggi institusi al-Azhar, di angkat melelui ketetapan presiden dari salah satu anggota majma al- buhuhs al islamiyyah , atau orang yang memenuhi persaratan untuk menjadi anggotanya.<br />
-wakil syekh al-Azhar , yang harus memenuhi sarat seperti yang disyaratkan bagi syekh al-Azhar<br />
-diangkat juga kementrian al-Azhar<br />
-di samping itu ditetapkan lima badan atau lembaga yang mengindukkepada al-Azhar, yaitu:<br />
     1. Al-Majlis A&#8217;la lil Azhar(majlis tinggi al-Azhar)<br />
     2. Majma&#8217; Al- buhuts al-islamiyyah ( lembaga riset islam ), lembaga ini divisi riset<br />
         Dan penerbitan yang mengelolah majalah al-Azhar.<br />
     3. kantor kebudayaan dan al-buhuts al-islamiyyah ( kemudian di gabungkan ke<br />
         Dalam majma&#8217; al-buhuts al-islamiyyah)<br />
5.	universitas al-Azhar<br />
al-Ma&#8217;hadi al- azhariyyah</p>
<p>sekitar tentang universitas al-Azhar<br />
seperti yang pernah kita singgung di depan pada tahun 1930 M.. universitas al-Azhar hanya memiliki tiga fakultas : ushuluddin , syari&#8217;ah , dan bahasa arab , namun semenjak tahun 1961 M.didirikanlah berbagai fakultas lain. Dan pada tahun ini pula mulai ada kuliah al-banat, fakultas-fakultas yang ada hingga sekarang adalah:</p>
<p>a.	fakultas – fakultas putra ( yang ada di kairo)</p>
<p>fak. Ushuluddin<br />
fakultas ini memiliki empat jurusan pada strata satu (s1) maupun dua (S2) yaitu: tafsir dan &#8216;ulumul qur&#8217;an dan hadist, aqidah dan falsafat, dan jur. Dakwah wa tsaqafah al –islamiyyah . pada masa kuliyahnya penjurusan dimulai sejak tahun ketiga.</p>
<p>Fak. Syari&#8217;ah wal qanun<br />
Fakultas ini pada strata satu memilikidua jurusan, yaitu jurusan syari&#8217;ah islamiyyah dan syari&#8217;ah wal qanun . sedang pada strata dua memiliki enam jurusan , jurusan ushul fiqh, siyasah syar&#8217;iyah, fiqh muqoran, fiqh &#8216;am qanun  &#8216;am , dan jur,qanun khas( jur. Qanun &#8216;am dan qanun khas baru ada pada tahun ajaran 200/2001 dan tahun ajaran 2005/2006 ditiadakan lagi)khusus untuk jurusan  syari&#8217;al wal qanun pada strata satu mempunyai lima tingkat. Sedang seluruh jurusan fakultas di al-Azhar pada strata satu hanya empat tingkat, dan penjurusan pada S1 dimulai sejak tingkat pertama pada fakultas ini.</p>
<p>Fak. Bahasa arab<br />
Ada empat jurusan pada fakultas ini pada S1: jur, umum ( syu&#8217;bah &#8216;amah), sejarah, peradaban , dan jurnalistik(shhafah wal i&#8217;lam). Penjurusan dimulai sejak tingkat pertama . sedang pada tingkat S2 jurusan yang ada adalah : al-balaghoh wa al-naqd, al-adab wa al- naqd, lughowiyat ( nahwu ,shorof,dsb) ushul al- lughah (ma&#8217;ajim , fiqh lughoh , qiraat, dsb)shahafah al i&#8217;lam, dan tarikh wal hadhoroh.</p>
<p>Fak. Dirosat islamiyyah wal &#8216;Arobiyyah<br />
Dalam fakultas ini belum ada penjurusan kecuali setelah S2 , yaitu jur.syari&#8217;ah, ushuluddin dan lughah , dan dari setiap jurusan mempunyai bagian lagi.</p>
<p>Fak. Dakwah islamiyyah<br />
Fakultas ini tidak memiliki jurusan-jurusan seperti fakultas-fakultas lainnya. Disamping fakultas – fakultas tadi ada fakultas-fakultas umum, seperti fakultas perdagangan (tijaroh), fak. Lughah wa al tarjamah, fak. Tarbiyyah, fak. Kedokteran , fak. Farmasi ,fak.thib al-asnan,fak. Tehnik,fak ilmu – ilmu eksakta ( &#8216;ulum),dan fak. Pertanian.</p>
<p>b.	fakultas-fakultas untuk putri<br />
fakultas yang ada di kairo untuk mahasiswi adalah:</p>
<p>fakultas dirosat islamiyyah wa &#8216;Arabiyyah<br />
fakultas ini memiliki beberapa jurusan:<br />
1.	jurusan ushuluddin , yang terdiri dari tiga spesialis setelah tingkat tiga :tafsir dan ilmu-ilmu al-qur&#8217;an , hadistdan ilmu hadist,dan aqidah wa al falsafah.<br />
2.	jurusan syari&#8217;ah yang memberikan ijazah syari&#8217;ah islamiyyah<br />
3.	jurusan bahasa arab<br />
4.	jurusan syari&#8217;ah wal qanun<br />
5.	jurusan shafah wa al i&#8217;lam</p>
<p>sedang fakultas-fakultas umumnya adalah: fakultas dirasat insaniyyah, yang terdiri dari beberapa jurusan , fakultas perdagangan , fakultas kedokteran , fak.farmasi, fak, kedokteran gigi,dan fak. Ilmu-ilmu eksakta ( sains)</p>
<p>tempat- tempat bersejarah dan wisata (simbol kekayaan peradaban )<br />
banyak sekali di mesir tempat-tempat bersejarah dan wisata , baikdi kairo maupun di luar kairo, peninggalan peradaban mesir kuno maupun mada masa islam . tempat-tempat bersejarah di kairo, misalnya : piramida dan spinx, masjid-masjid bersejarah seperti masjid &#8216;Amr bin &#8216;Ash, masjid al-Azhar, masjid husein, mesjid ahmad bin tholun, mesjid imam safi&#8217;i, benteng sholahuddin, musium mesir di daerahtahrir yang tersimpan di dalamnya mimi ramses dua dan berbagai peninggalan bersejarah, mesir kuno, musium seni islam, musium koptik, musium istana abidin dan masih banyak lagi. Sedang pusat perbelanjaan untuk para wisatawan di kairo adalah pasar khan khalili yang terletak dekat dengan masjid husein. Di samping itu pabrik kristal syubro merupakan tujuan bagi yang menyenangi perhiasan terbuat dari kristal asli, baik cincin, kalung dan lainnya dengan harga murah. Disamping kairo, masih banyak lagi kawasan-kawasan wisata dimesir, seperti di daerah iskandariyah , faiyum, port said, ismailiyyah, sinai, syarqiyyah, luxor dan aswan.</p>
<p>penutup<br />
mesir boleh dikata sebagai gudang ilmu, jangan sampai kita seperti pepata mengatakan : ayam mati kelaparan di lumbung padi. Al-Azhar mempunyai risalah agar ulama&#8217; dan santri-santrinya bisa menjadi penerang bagi masyarakatnya, seperti halnya lilin kita harus rela untuk lebur dan terbakar demi risalah al-qur&#8217;an untuk menerangi jalan manusia menuju surga, dan menunjukkan jalan orang-orang yang kebingungan untuk menuju jalan allah. Kalau ada yang belajar di al-Azhar hanya untuk memperoleh ijazah agar mendapat jabatan, sungguh tidak memahami risalah al-Azhar dan ia akan merugi sendiri , karena rasulullah bersabda&#8221; barang siapa hijrah denga tujuan untuk mencapai dunia atau mendapat perempuan yang bisa dinikahinya, maka hijrahnya hanya akan mendapat apa yang ia inginkan&#8221;. Tugas kita adalah tugas yang paling mulia, tugas yang di embanoleh para  nabi dan rosulnya, yaitu berdakwah menyeruh manusia kejalan allah &#8220;ala bashiroh, meski menjadi guru, hakim, atau profesi lain.wama taufiqi illqh &#8216;alaihi tawakkaltu wailaihi unib(jamal).</p>
<p>referensi<br />
-muhamad kamal Al sayid muhammad, Al-Azhar jami&#8217;an wa jami&#8217;ah au mishr fi Alfi&#8217;am , majma&#8217; al buhuts al –islamyyah , kairo tahun 1406 H/ 1986 M.<br />
-Dr. Yusuf Al Qordhowi, risalatu al-azhar baina al ams wa al ghad, maktabah wahba, kairo.<br />
-Dr. Abdus shabur Asy syahin, islah bdus salam Ar Rifa&#8217;i , mishr fi Al islam al Qarn ql awwal, al haiah al mishriyah  al &#8216;Amah li al kitab, mahrojan al qira&#8217;ah lil jami&#8217; 2001, maktabatu al usroh kairo.<br />
-Syahatah &#8216;Isa ibrohim, Al qahiroh, al haiah al mashriyyah al amah li al kitab , mahrojan al qiraah lil jami&#8217; 2001, maktabatu al usrah, kairo.<br />
-KMA,panduan kemesiran dan al –azhar, cet III Rabi&#8217;ul akhir 1424 H/ juni 2003, Kairo.<br />
-jamaluddin achmad kholiq, mengenal lebih dekat institusi al-azhar, makalah dalam buku memoer aktivis panduan aktivitas pelajar dan mahasiswa indonesia di mesir, diterbitkan oleh DPP-PPMI priode 2002- 2003, cet.i  11maret 2003.<br />
-dalil al thalib lil qabul bikuliyat jami&#8217;ati al azhar fil &#8216;am al jami&#8217; I 1422 H /2001- 2002 M, mathba&#8217;ah jami&#8217;ah al azhar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=40&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/09/mesir-negeri-gudang-ilmu-dan-peradaban-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANGGAL:8 APRIL;21.17</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/08/tanggal8-april2117/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/08/tanggal8-april2117/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2007 19:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[my memory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/08/tanggal8-april2117/</guid>
		<description><![CDATA[luwak_toe: assalamualaikum
noor farida: wassalamualaikum
noor farida: huh
noor farida: gi ngapain kak?
luwak_toe: sahirul lailah lagi ya?
noor farida: barusan slesei kursus
noor farida: barusan
noor farida: refreshing lah
luwak_toe: kursus apaan?
noor farida: kursus mw
noor farida: microsoft word wat anak 3 int B
luwak_toe: emh&#8230;
noor farida: apa kak?
luwak_toe: gpp
noor farida: isya&#8217; ya?
luwak_toe: blm
luwak_toe: baru dari masjid
luwak_toe: magrib
noor farida: dah dinner?
luwak_toe: udah
noor farida: mesjidnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=39&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>luwak_toe: assalamualaikum<br />
noor farida: wassalamualaikum<br />
noor farida: huh<br />
noor farida: gi ngapain kak?<br />
luwak_toe: sahirul lailah lagi ya?<br />
noor farida: barusan slesei kursus<br />
noor farida: barusan<br />
noor farida: refreshing lah<br />
luwak_toe: kursus apaan?<br />
noor farida: kursus mw<br />
noor farida: microsoft word wat anak 3 int B<br />
luwak_toe: emh&#8230;<br />
noor farida: apa kak?<br />
luwak_toe: gpp<br />
noor farida: isya&#8217; ya?<br />
luwak_toe: blm<br />
luwak_toe: baru dari masjid<br />
luwak_toe: magrib<br />
noor farida: dah dinner?<br />
luwak_toe: udah<br />
noor farida: mesjidnya deket dari rumah ya kak?<br />
luwak_toe: dekat banget<br />
luwak_toe: tapi kadang capek<br />
noor farida: sebelah?<br />
noor farida: kenapa?<br />
noor farida: kenapa capek kak?<br />
luwak_toe: soalnya rmh ku tinggat atas sendiri<br />
luwak_toe: capek naik nya<br />
noor farida: turun naik ya?<br />
noor farida: ga da lift ya?<br />
luwak_toe: iya<br />
luwak_toe: gak da<br />
noor farida: capek deeeh<br />
luwak_toe: iya sih<br />
luwak_toe: makanya habis ke luar rmh harus refresing<br />
noor farida: kak.aku ada usul<br />
luwak_toe: apa?<br />
noor farida: ooo<br />
noor farida: usulku<br />
noor farida: gimana kalo dipasang tali jaaa dari tingkat atas?<br />
noor farida: langsung merosot ke bawah<br />
noor farida: kalo turun<br />
luwak_toe: waduh gak punya tali<br />
luwak_toe: yang da cuma benang<br />
luwak_toe: kira2 bisa gak ya?<br />
noor farida: bisa<br />
luwak_toe: masak<br />
luwak_toe: ini benag laba2 lo<br />
noor farida: bisa lah<br />
noor farida: ngaco<br />
luwak_toe: ehehhe<br />
noor farida: udah ah<br />
noor farida: becandanya<br />
luwak_toe: gak kok<br />
noor farida: ganti topik dong kak<br />
luwak_toe: tapi klo udah biasa gak capek lagi<br />
noor farida: ya capek itu kadang kan?<br />
noor farida: nggak sering2<br />
noor farida: ya kak?<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: tapi kadang malas klo subuh<br />
noor farida: waduh<br />
noor farida: jadinya solat di rumah dong?<br />
luwak_toe: jarang k masjid<br />
luwak_toe: subuhnya<br />
noor farida: kakak suka add tidur ba&#8217;da ssubhi ga?<br />
luwak_toe: ya lihat kondisi<br />
luwak_toe: klo da kuliah pagi ya tdr dulu<br />
luwak_toe: klo gak da ya tdr nya jam 9<br />
noor farida: ih kak ,<br />
noor farida: sibuk<br />
noor farida: sitik-sitik bubuk<br />
luwak_toe: hehehhehhe<br />
luwak_toe: kan jamuh kuah<br />
noor farida: hehehe<br />
noor farida: iya deh<br />
luwak_toe: soalnya di sini jarang olahraga<br />
luwak_toe: paling olaraga hari jumat aj<br />
noor farida: kok bisa?<br />
noor farida: wah kok kayak di pondok ya?<br />
luwak_toe: iya sih<br />
luwak_toe: jadi kebanyakan ngangur<br />
luwak_toe: kalo gak di gunakan sebaik mungkin akan terlena<br />
noor farida: kayak ceritanya fahri itu ya<br />
luwak_toe: emh&#8230;.hampir mirip tapi ana buka fahri lo<br />
noor farida: iya yaaa<br />
luwak_toe: hehehehe<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: napa?<br />
noor farida: ga<br />
luwak_toe: udah pembagian jadwal ngajar KMI?<br />
noor farida: besok malem<br />
noor farida: nungguin asaatidz komplet<br />
noor farida: kenapa kak?<br />
noor farida: mau taukah aku ngajar apa aja?<br />
luwak_toe: gpp cuma tanya aja<br />
noor farida: oo<br />
luwak_toe: emang sepesialis apa km?<br />
noor farida: english<br />
noor farida: math<br />
noor farida: khot<span id="more-39"></span><br />
noor farida: yang paling baru dapet<br />
noor farida: nahwu<br />
noor farida: tapi Mi ngajar bahasa jawa<br />
luwak_toe: hehe<br />
luwak_toe: wah bahasa jawanya bagus donk km<br />
luwak_toe: ana gak bisa bhs jawa yg alus<br />
noor farida: gak juga&#8230;<br />
noor farida: alus itu susah<br />
noor farida: soale ibu nggak biasain matur alus<br />
luwak_toe: tapi itu penting lo, klo mau ngomong ama yg lebih tua<br />
noor farida: ya sama yang tua omong seperlunya aja kak<br />
luwak_toe: ana kadang bhs ngoko, jadi gak PD gitu klo ngomong<br />
noor farida: yang penting jangan salah panggil<br />
noor farida: kalo orang yang lebih tua kita panggil apa kak?<br />
noor farida: panjenengan apa sampeyan?<br />
luwak_toe: wah kayaknya sampeyan<br />
noor farida: wah<br />
noor farida: kakak perlu di training dulu deh<br />
luwak_toe: klo penjenengan itu halus banget ya<br />
noor farida: injih<br />
noor farida: panjenengan itu buat bapak /ibu dan orang yang lebih tua darikita<br />
luwak_toe: ana gak terbiasa<br />
noor farida: gpp<br />
noor farida: bisa dimaklumi<br />
luwak_toe: ana biasanya peyan<br />
luwak_toe: sampeyan ana singkat menjadi payan<br />
noor farida: pake ja bahasa indonesia<br />
noor farida: ah<br />
noor farida: lucu ah<br />
luwak_toe: bhs indo klo d desa ku malah asing<br />
noor farida: sampeyan itu kan buat temen sendiri , yang sebaya sama kita<br />
noor farida: wah&#8230;<br />
noor farida: kak misal dong satu kalimat aja<br />
noor farida: bahsa jawanya kakak<br />
luwak_toe: apa ya&#8230;&#8230;.?<br />
noor farida: misalkan bapak mau kemana?<br />
luwak_toe: ini bhs apa halus ya<br />
noor farida: iya..lah<br />
noor farida: sama orang tua musti alus<br />
luwak_toe: bapak ajeng teng pundi<br />
noor farida: bapak mau pergi kemana?<br />
noor farida: kalo pergi apa kak?<br />
luwak_toe: maksudnya?<br />
noor farida: bapak mau pergi kemana?<br />
noor farida: translate it to java langiuage<br />
luwak_toe: bapak ajeng tindak pundi?<br />
luwak_toe: blt gak?<br />
noor farida: pinter<br />
luwak_toe: yes<br />
luwak_toe: lagi donk bu guru<br />
noor farida: good boy<br />
luwak_toe: tapi kadang lupa<br />
luwak_toe: maksudnya pakai bhs halus ternyata &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.bhs ngoko<br />
noor farida: gpp lagee<br />
noor farida: orangtua pun dah pada lupa bahasa alus itu<br />
luwak_toe: klo kita bhs alusnya apa ayo?<br />
noor farida: kita?<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: apa ya?<br />
noor farida: apa pak guru?<br />
luwak_toe: pasti gak bisa<br />
luwak_toe: kito<br />
noor farida: oya<br />
luwak_toe: kali aj<br />
noor farida: kito<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: btl gak?<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: lupa<br />
luwak_toe: tapi lucu ya klo kita bilang , kito<br />
luwak_toe: lucu banget<br />
noor farida: mboten ah<br />
noor farida: kito<br />
luwak_toe: yg betul apa<br />
noor farida: iya juga sih<br />
noor farida: kito<br />
noor farida: kayak bahasa jepang<br />
luwak_toe: heheheh<br />
noor farida: isya&#8217;nya erapa menit lagi?<br />
luwak_toe: blm<br />
luwak_toe: ktang seperempat lagiiii<br />
noor farida: masih lama<br />
luwak_toe: don&#8217;t go<br />
noor farida: noup<br />
luwak_toe: ya kepingin canda aj ama km<br />
noor farida: Im here&#8230;.side you broo<br />
luwak_toe: thanks<br />
luwak_toe: klo tanduk apa bhs indonya ayo?<br />
noor farida: nambah?<br />
luwak_toe: yup betul<br />
noor farida: haha<br />
noor farida: gantian<br />
luwak_toe: ana pernah &#8230;.<br />
noor farida: apa bahasa alusnya gula<br />
luwak_toe: gendis<br />
noor farida: puinter<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: pernah apa kak?<br />
luwak_toe: ana pernah salah ngomong alias gak paham bhs<br />
luwak_toe: jawa<br />
luwak_toe: waktu itu kan ana lagi ke rmh nenek di tung agung<br />
luwak_toe: tulung agung<br />
noor farida: so?<br />
luwak_toe: kan da makan2 gitu<br />
noor farida: lalu?<br />
luwak_toe: habis makan da yg ngomong k ana tanduk le<br />
noor farida: than?<br />
luwak_toe: ana gak paham kan bhsnya<br />
luwak_toe: ana bilang aj inggih<br />
luwak_toe: maksud ana biar gak buat kecewa  ama ibu tadi<br />
noor farida: ternyata?<br />
luwak_toe: ana asal jawab aj<br />
luwak_toe: eh ternyata ana di bawahin nasi lagi satu piring<br />
luwak_toe: padahal ana udah kenyang itu<br />
noor farida: hahahah<br />
luwak_toe: keluarga ana ketawin ana semua<br />
noor farida: kakak kurang lengkap jawabnya<br />
noor farida: harusnya&#8230;inggih, sampun<br />
luwak_toe: oh gitu ya<br />
noor farida: iya..<br />
luwak_toe: waktu ini ana gak tahu artinya tanduk<br />
noor farida: lucu<br />
noor farida: kapan itu kak?<br />
luwak_toe: waktu kelas 2 smp<br />
luwak_toe: liburan pondok<br />
luwak_toe: jadi malu tahu&#8230;&#8230;.<br />
noor farida: dont shy&#8230;<br />
noor farida: to me<br />
luwak_toe: makanya klo da yg ngajak bicara mendingan ana dengarin aj<br />
noor farida: iya kak<br />
noor farida: lha kalo yang bicara itu nanya ke kita kayak gini:<br />
noor farida: &#8221; lha nopo nang, kok mendel mawon??<br />
luwak_toe: woh apa tuh<br />
noor farida: kenapa diem aja?<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: bilang aja&#8230;<br />
luwak_toe: lagi sariawan gitu ya<br />
noor farida: haha<br />
noor farida: nggak sopan<br />
luwak_toe: terus..<br />
noor farida: bukan lah<br />
noor farida: bialng ja : &#8221; jarene wong nom niku kudu mirengake dawuhe tiyang sepuh&#8221;<br />
noor farida: bilang aja kalo anak muda itu musti dengerin yang tuaa<br />
luwak_toe: emh gitu ya&#8230;.<br />
noor farida: so kita diem aja&#8230;<br />
luwak_toe: baru tahu ana<br />
noor farida: nggak  gitu sih<br />
noor farida: ini canda kak<br />
luwak_toe: heheeh<br />
noor farida: ini kejadian yang nimpa aku<br />
noor farida: aku ketemu sama temen SDku<br />
luwak_toe: terus<br />
noor farida: kami semobil<br />
noor farida: mobil penganten<br />
noor farida: dia sopirnya<br />
luwak_toe: terus..<br />
noor farida: aku pulang berbarengan sama budhe ma bulik<br />
noor farida: sengaja<br />
luwak_toe: terus..<br />
noor farida: sama mreka untuk ikut pulang bareng&#8230;<br />
noor farida: aku disuruh duduk samping temen Sdku ituu<br />
noor farida: samping sopir<br />
luwak_toe: terus..<br />
noor farida: sepanjang perjalan pulang itu<br />
noor farida: kami berdua diemmm<br />
noor farida: tapi<br />
noor farida: bulik ngomong terus<br />
noor farida: gitu tuh<br />
noor farida: bilang2katanya..gini<br />
noor farida: ah<br />
noor farida: intinya belia bilang..<br />
luwak_toe: g mn?<br />
noor farida: beliau bilang<br />
noor farida: kami cocok<br />
luwak_toe: terus..<br />
noor farida: dst&#8230;<br />
noor farida: aku ma dy gak ada rasa<br />
noor farida: ketemu juga baru<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: yang pasti aku sm dy itu musuhan<br />
noor farida: SD..<br />
noor farida: kita diam<br />
luwak_toe: emang pernah punya masalah apa kok sampai musuhan<br />
noor farida: biasa<br />
noor farida: dia anak baru yang sok<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: pindahan dari Sd laen<br />
noor farida: kemaki<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: gualak<br />
noor farida: gak ada baeknya<br />
noor farida: suka masang nomer<br />
noor farida: anak orang kaya<br />
luwak_toe: wah<br />
noor farida: tapi anehnya<br />
noor farida: dy masuk gontor juga<br />
luwak_toe: tahun berapa?<br />
noor farida: seangkatan<br />
noor farida: wong se SD<br />
noor farida: lulus smp ke gontor<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: tapi kelas 5<br />
noor farida: pulang<br />
luwak_toe: napa?<br />
noor farida: ga naek<br />
luwak_toe: terus nerusin k mn?<br />
noor farida: UNDIP<br />
luwak_toe: OOO<br />
noor farida: bulet<br />
luwak_toe: yg terkenal itu ya<br />
noor farida: udah<br />
noor farida: kok ngomongin orang<br />
luwak_toe: UNDIP  yang terkenal itu ya<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: dy ambil peternakan<br />
luwak_toe: kayaknya ana punya teman <!--more-->yg kul d sana<br />
noor farida: iya ka?<br />
noor farida: banyak<br />
noor farida: gontor kah?<br />
luwak_toe: iyaaaa..<br />
luwak_toe: angkatanku<br />
noor farida: wah<br />
noor farida: oo<br />
luwak_toe: anak semarang<br />
noor farida: siapa coba?<br />
luwak_toe: aspil fuad<br />
noor farida: fuad?<br />
noor farida: gak tau ah<br />
luwak_toe: mungkin klo km tanya nashoka pasti tahu dia<br />
noor farida: aku sering denger namanya<br />
noor farida: fuad<br />
luwak_toe: teman akrab waktu d berlin<br />
noor farida: ow<br />
noor farida: kak deket ma nashoka juga kak?<br />
luwak_toe: klo gak salah nashokah itu kiftir<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: trus ke pembangunan<br />
luwak_toe: mudabir GBS ANA mudabir GBK<br />
noor farida: trus?<br />
luwak_toe: jadi satu gedung<br />
luwak_toe: dia di bawah ana d atas<br />
noor farida: oo<br />
luwak_toe: aligar<br />
noor farida: pak nashoka itu lulusan sma<br />
luwak_toe: masak bukannya kelas 2 sma<br />
luwak_toe: lalu masuk pondok<br />
noor farida: aku gak tau&#8230;<br />
noor farida: denger2 aja<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: bulet2<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: napa?<br />
noor farida: tay calonya nashoka ga?<br />
noor farida: calon istrinya<br />
luwak_toe: emang km tahu<br />
luwak_toe: mantingan juga ya<br />
noor farida: ofcourse<br />
noor farida: iya<br />
luwak_toe: marhalah apa?<br />
noor farida: juz<br />
noor farida: qobli<br />
luwak_toe: biru ya?<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: pake cadar<br />
luwak_toe: woh<br />
luwak_toe: masak<br />
noor farida: katanya<br />
luwak_toe: kayaknya anak mantingan anti cadar<br />
noor farida: lha udah ada yang punya gitu<br />
luwak_toe: sepengetahuan ana tahu gitu sih<br />
noor farida: ya<br />
luwak_toe: meskipun udah da yg punya<br />
noor farida: oo gitu ya?<br />
luwak_toe: soalnya anak mantingan itu mentalnya kayak anak gontor<br />
luwak_toe: ingin bebas gak terikat<br />
luwak_toe: apalagi pakai cadar<br />
noor farida: oooooo<br />
luwak_toe: musmumkin<br />
noor farida: ka hijrah juga yaaa<br />
noor farida: ingin bebas tak terikat<br />
luwak_toe: emang gontor ngajarkan kayak gitu<br />
luwak_toe: lihat alumni gontor<br />
luwak_toe: beragam sekali menjadi orang<br />
luwak_toe: da yg jadi MD .NU bahkan SESEPUH JIL PUN ANAK GONTOR<br />
noor farida: ada yg jadi vokalis band ya?<br />
luwak_toe: MAKANYA<br />
luwak_toe: kelihatanya yg pakai cadar itu satu dalam seribu<br />
noor farida: brarti dy 1 dalam 1000 itu<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: tapi gpp sih<br />
luwak_toe: itukan perinsipnya dia<br />
luwak_toe: jadi kita hargai aj<br />
noor farida: iya<br />
luwak_toe: tapi ana respek<br />
luwak_toe: soalnya pakai jilbab aj susah kok malah pakai cadar<br />
luwak_toe: klo gak bener2 mungkin bisa cuma seminggu<br />
luwak_toe: pakai cadar<br />
luwak_toe: tapi kita doakan aj biar istiqomah<br />
noor farida: iya..<br />
noor farida: semoga cinta mereka abadi..<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: dan cinta kita<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: apa kak?<br />
luwak_toe: kira2 jilbab itu wajib atau tidak<br />
luwak_toe: menurut km<br />
luwak_toe: ?<br />
noor farida: wajib<br />
luwak_toe: wajib ya<br />
noor farida: tapi kamu gak kan?<br />
luwak_toe: klo seumpama da yg bilang gak wajib gmn?<br />
noor farida: dah jelas kan<br />
luwak_toe: soalnya ana nilis artikel bahwa jilbab itu produk peradabab<br />
luwak_toe: jadi ana angap gak wajib<br />
luwak_toe: itu menurut ana untuk saat ini<br />
luwak_toe: km klo mau baca lihat di wordpress ana , di wacana<br />
luwak_toe: wacana<br />
luwak_toe: tlng d diskusikan ya, klo da waktu luang<br />
noor farida: tapi aku setuju dengan<br />
noor farida: itu<br />
luwak_toe: dengan yg pakai jilbab ya<br />
noor farida: bukan<br />
noor farida: yang kamu tulis<br />
luwak_toe: ana lebih suka wanita berjilbab ketimbang tidak kok<br />
noor farida: kalo di negara ini<br />
noor farida: relatif kaum prianya dapat menghargai<br />
noor farida: wanita dengan baik<br />
noor farida: &#8230;<br />
noor farida: bukan setuju deh<br />
luwak_toe: km udah baca ya?<br />
noor farida: tapi kakak liat kondisi negara kita<br />
noor farida: udah<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: mo didiskusikan sekarang kak?<br />
luwak_toe: km bisa nulis di wordpress ku lo<br />
noor farida: koment ya&gt;<br />
luwak_toe: bukan<br />
luwak_toe: ya nulis<br />
noor farida: gimana?<br />
luwak_toe: km buka situs /&#8230;. wordpress.com<br />
noor farida: so?<br />
luwak_toe: pakai username : supraptoe<br />
noor farida: password?<br />
luwak_toe: pasword : noorfarida<br />
noor farida: wah<br />
luwak_toe: napa<br />
luwak_toe: gak blh ya<br />
noor farida: aku jadi tersanjung<br />
luwak_toe: gitu caranya<br />
luwak_toe: mau buka sekarang<br />
luwak_toe: sambil chat ana ajari<br />
noor farida: boleh<br />
luwak_toe: buka dulu..wordpress.com<br />
noor farida: trus?<br />
luwak_toe: tulis user nama ama pasword<br />
luwak_toe: enter<br />
noor farida: kok ga mau ya<br />
luwak_toe: mask<br />
luwak_toe: pakai mozila firefox<br />
noor farida: mosok ku salah ketik?<br />
noor farida: pake itu<br />
luwak_toe: user name udahkan?<br />
noor farida: supraptoe<br />
luwak_toe: paswordnya?&gt;<br />
noor farida: iya kan?<br />
luwak_toe: ya udah<br />
noor farida: noorfarida<br />
luwak_toe: coba lagi<br />
noor farida: tanpa spasi<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: nggak bisa iiiii<br />
luwak_toe: susah ya<br />
luwak_toe: koneksi km berat ya<br />
luwak_toe: coba di refres<br />
noor farida: aku bisa buka punya mu kak<br />
noor farida: masak ini gak mau buka ya?<br />
luwak_toe: bisa<br />
luwak_toe: di sini bisa d buka kok<br />
noor farida: di aku gak bisa<br />
luwak_toe: ya udah bisok d coba lagi<br />
noor farida: oke deh&#8230;<br />
luwak_toe: kali aj koneksinya lagi error<br />
noor farida: kali aja ..<br />
noor farida: mang hari ini koneksinya kuang bagus<br />
luwak_toe: besok ngajar  ya?<br />
luwak_toe: atau sedang libur ngajar<br />
noor farida: iya..<br />
luwak_toe: gak ngantuk nih km?<br />
noor farida: gak<br />
luwak_toe: betah banget ya km<br />
luwak_toe: gak tidur<br />
noor farida: dah biasaa<br />
luwak_toe: iya sih<br />
luwak_toe: ana juga sering kayak gitu<br />
luwak_toe: apalagi klo musim panas<br />
luwak_toe: sampai subuh gak tdr<br />
noor farida: ngapain?<br />
luwak_toe: ya ngobrol ama teman<br />
luwak_toe: soalnya panas<br />
luwak_toe: bisa tdr dr mana<br />
noor farida: wah<br />
luwak_toe: kecuali klo habis subuh baru bisa tdr<br />
noor farida: oo<br />
luwak_toe: apalagikan musim panas liburan<br />
luwak_toe: ya buat refresinglah<br />
noor farida: refreshing daimaaan<br />
luwak_toe: iya klo gak gitu bisa suntukkkk<br />
luwak_toe: masak baca buku terus<br />
luwak_toe: harus ad balance<br />
noor farida: ow<br />
noor farida: buku 2 pelajaran ya?<br />
luwak_toe: gaklah rugi klo baca cuma buku pelajaran<br />
luwak_toe: ya buku lain2<br />
noor farida: kayak buku anjuran?<br />
noor farida: apa buku cerita ?<br />
luwak_toe: bukaan]<br />
luwak_toe: buku bacaan<br />
luwak_toe: kitab2 turash<br />
noor farida: yasslam<br />
luwak_toe: tapi klo bosen cari kegiaatn lain<br />
noor farida: misal?<br />
noor farida: panas2 mo ngapain.?<br />
luwak_toe: nimbrung d organisasi<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: malah yg panas itu banyak ke giatan<br />
noor farida: boleh naya ga?<br />
luwak_toe: apa?<br />
noor farida: tahun brapa kakak mulai blajar ke mesir?<br />
luwak_toe: tahun2005<br />
luwak_toe: desember<br />
luwak_toe: napa emang?<br />
noor farida: kapan pulang?<br />
noor farida: brapa taon lagi?<br />
luwak_toe: pertengahan 2009<br />
luwak_toe: insaalah lebaran 2009 ana udah d rmh<br />
noor farida: 2 setengah taun lagi?<br />
luwak_toe: 1,5 tahun lagi<br />
noor farida: sekarang 2007<br />
luwak_toe: tapi globalnya 2 tahun lagi<br />
noor farida: coba dihitung kak<br />
luwak_toe: soalnya lulusnya bulan agustus<br />
luwak_toe: emh&#8230;<br />
noor farida: kenapa kak?<br />
luwak_toe: gpp<br />
luwak_toe: benarkan ana<br />
luwak_toe: hitungan ana salah atau btl?<br />
noor farida: 2005/2006; 2006/2007; 2007/2008; 2008/2009<br />
luwak_toe: emh,,,,<br />
luwak_toe: gak tahulah<br />
noor farida: betul kok<br />
luwak_toe: pokoknya 2009 perttengahan harus selesai<br />
noor farida: agustus 2009<br />
luwak_toe: doakan aj]<br />
noor farida: yup<br />
luwak_toe: ana gak mau lama 2 d sini<br />
luwak_toe: banyak hal yg harus ana lakukan<br />
noor farida: misalnya&#8230;<br />
luwak_toe: udahlah ana serahkan semua k pada allah<br />
luwak_toe: biarlah kehendak allah yg bicara<br />
luwak_toe: sebagai manusia biasa kita sewajarnya harus malu<br />
luwak_toe: jangan minta yg muluk2<br />
luwak_toe: perjuangan baru di mulai<br />
luwak_toe: jangan berhenti di tengah jalan<br />
luwak_toe: apalagi terlena<br />
luwak_toe: selama kita masih perbuat untuk kepentingan orang banyak maka lakukannya<br />
luwak_toe: klo ana merasa di mesir,mungkin ana gak seberapa di butuhkan<br />
luwak_toe: mendingan di desa yang masih banyak orang lain yg lebih membutukkan kita<br />
luwak_toe: tapi serahkan semua k tuhan<br />
luwak_toe: manusia bisa merancang tapi akhirnya allah jualah yg menentukan<br />
noor farida: yup<br />
noor farida: u right<br />
luwak_toe: eh<br />
luwak_toe: kok jadi serius sih<br />
luwak_toe: maksudnya refresing  tapi kok malah mikir ya<br />
luwak_toe: ganti madah aj ya?<br />
noor farida: ya<br />
luwak_toe: apa ya&#8230;..?<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: apa coba?<br />
luwak_toe: lingso<br />
luwak_toe: itu jawanya apa ya?<br />
luwak_toe: indonya apa ya?<br />
noor farida: telur kutu<br />
luwak_toe: masak<br />
luwak_toe: bukanya minyak<br />
noor farida: lingso<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: iya ya?<br />
luwak_toe: mana yg betul donk bu guru?<br />
luwak_toe: wah bu gurunya harus lebih banyak baca lagi nih<br />
noor farida: au<br />
noor farida: mana ya?<br />
noor farida: ada pilihan lain ga?<br />
luwak_toe: maksudnya<br />
noor farida: a b c d<br />
luwak_toe: heheheheeh<br />
luwak_toe: da sih<br />
luwak_toe: tapi udah ana robek2<br />
noor farida: apa lagi?<br />
luwak_toe: jadi tinggal dua aj<br />
luwak_toe: ya itu tadi<br />
noor farida: kok bisa?<br />
luwak_toe: bisalah<br />
luwak_toe: jadi mana yg blt donk?<br />
noor farida: jenengan yang betul mas?<br />
luwak_toe: jenang apaan tuh<br />
luwak_toe: jenang kan makanan<br />
noor farida: yeah<br />
noor farida: panjenengan<br />
noor farida: dudu jenang<br />
luwak_toe: beda ya<br />
noor farida: banget<br />
luwak_toe: eh<br />
luwak_toe: benar nih km gak ngantuk<br />
luwak_toe: ntar paginya gak bisa bangun lagi<br />
noor farida: gak<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: emang MI nya masuk jam berapa?<br />
noor farida: gak MI<br />
noor farida: besok ya KMI<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: bukannya guru baru sering dapat tiket<br />
luwak_toe: kelas kosong<br />
noor farida: aku dak agak lama<br />
luwak_toe: OoO gitu<br />
luwak_toe: jadi udah jarang ya dapat tiket<br />
noor farida: jadi gak sering dapet tiket<br />
luwak_toe: jam berapa nih di indo?<br />
noor farida: tebak aja<br />
luwak_toe: jam tiga ya?<br />
noor farida: 5 jam lebih cepat dari mesir<br />
luwak_toe: jam tiga ya?<br />
noor farida: 2<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: ya udah   sholat tahajudd dulu<br />
luwak_toe: emang udah sahirul lailah gak sholat<br />
noor farida: solat lah kak&#8230;<br />
noor farida: ohya..<br />
luwak_toe: apa<br />
noor farida: aku solat sekarang aja ya..<br />
luwak_toe: iya<br />
luwak_toe: ana juga mau sholat isa&#8217;<br />
luwak_toe: tapi kompi km matikan kan?<br />
noor farida: iya,,<br />
noor farida: aku tidur setelah solat..<br />
noor farida: ya kak?<br />
luwak_toe: emh&#8230;..<br />
noor farida: apa?<br />
luwak_toe: ya udah MET sholat<br />
noor farida: met solat juga<br />
luwak_toe: jangan lupa bertdoa<br />
noor farida: pastilah<br />
luwak_toe: and met tdr noga mimpi yang inda<br />
noor farida: doamu apa ka?<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: amin<br />
noor farida: mimpi indah<br />
noor farida: apa lagi?<br />
luwak_toe: i want say to you<br />
noor farida: appa?<br />
noor farida: met tidur?<br />
noor farida: udah kan?<br />
luwak_toe: i wanna spend my life time with u<br />
luwak_toe: udah<br />
noor farida: God will<br />
luwak_toe: hati2 di pondok<br />
noor farida: iya kak<br />
luwak_toe: jangan buat kesalahan<br />
luwak_toe: ingat pondok itu suci<br />
luwak_toe: jangan km kotori dengan hal2 yg melam\nggar aturan<br />
luwak_toe: ok<br />
noor farida: aku jadi takut<br />
luwak_toe: napa takut<br />
noor farida: aku kan chat sama kamu kak?<br />
luwak_toe: iya<br />
luwak_toe: bahkan ana sarankan<br />
luwak_toe: sehabis chat klo bisa di hitung jamnya<br />
noor farida: untuk tak berchat lagi?<br />
luwak_toe: berapa jam terus km hargai berapa rpiah<br />
noor farida: oh itu&#8230;<br />
luwak_toe: jadi sistemnya km nyewah k pondok<br />
noor farida: masalh itu gak da tanggungan<br />
luwak_toe: km harus bayar<br />
noor farida: soalnya kami juga isa dibilang kerja buat pondok<br />
noor farida: kita ngajar kursus<br />
noor farida: jaga warnet dsb<br />
luwak_toe: itulah yg sering di buat alasan oleh ustad juga<br />
noor farida: chat itu bisa dibilang sbg hadiah<br />
noor farida: nah<br />
noor farida: persis<br />
noor farida: ustadz yang bilang<br />
luwak_toe: OOo<br />
luwak_toe: klo udah dapat ijin ya gpp sih<br />
luwak_toe: ana kira blm dapat ijin<br />
noor farida: udah..<br />
noor farida: dari dcc putra<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: ya udah klo gitu nyatai aj<br />
noor farida: apak fadli jg<br />
luwak_toe: ana takutkan masih dalam subhat<br />
noor farida: chat<br />
luwak_toe: klo udah dapat ijin ya gpp<br />
noor farida: just for staff<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: yg lain gak blh ya<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: pinter2nya kita juga seh<br />
noor farida: yg laen gak boleh<br />
luwak_toe: emang yg ngatur itu semua siapa<br />
luwak_toe: ustad seniar ya<br />
noor farida: pak rahmat sasongko<br />
noor farida: 9 taon di dcc<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: maustadz fadli<br />
noor farida: jomblo sejati<br />
luwak_toe: kok jomlo sih<br />
noor farida: lha kelahiran 64 blum nikah<br />
luwak_toe: wah<br />
luwak_toe: ya udah kita doakan aj ya<br />
luwak_toe: biar cepat dapat jodoh yg sholehah<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: amin<br />
noor farida: daripada<br />
noor farida: njitakin kpala kita2<br />
luwak_toe: masak<br />
luwak_toe: suka jitakin ya<br />
noor farida: hobi banget<br />
luwak_toe: gemes kali<br />
luwak_toe: lihat kalian<br />
noor farida: pasti<br />
luwak_toe: heheheheh<br />
noor farida: dah tua gituu<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: ya udah di doakan aj<br />
luwak_toe: eh&#8230;<br />
luwak_toe: klo riayah situ pengaruh gak<br />
noor farida: ya ?<br />
noor farida: aku kan mo solat ya?<br />
luwak_toe: hehehhe<br />
luwak_toe: iya ya<br />
noor farida: riayah<br />
noor farida: iya lah<br />
noor farida: aku solat ya kak<br />
luwak_toe: ok<br />
noor farida: takut 1/3 malemnya habis<br />
noor farida: assalamu&#8217;alaikum<br />
luwak_toe: wassalamuailakumsalam<br />
noor farida has signed out. (10/03/1427 09:15 م)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=39&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/08/tanggal8-april2117/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meraih multi sukses</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/07/meraih-multi-sukses/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/07/meraih-multi-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 15:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsif PPMI CAIRO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/07/meraih-multi-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:saiful bahri ,Lc.
Pendahuluan
Ani,seorang perempuan kecil melepaskan pandangannya menyapu langit. Ia sedang memperhatikan sebuah kapal terbang melintas diatasnya,berada diketinggian yang tak mampu ia ukur.nampaknya ia takjub dan terpana.terlihat dari rona wajahnya ,tertegun cukup lama. Disaat yang sama ia membayangkan seandainya ia bias naik kapal terbang tersebut menyapu angkasa yang berada di atas awan ,ia ingin terbang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=38&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh:saiful bahri ,Lc.</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Ani,seorang perempuan kecil melepaskan pandangannya menyapu langit. Ia sedang memperhatikan sebuah kapal terbang melintas diatasnya,berada diketinggian yang tak mampu ia ukur.nampaknya ia takjub dan terpana.terlihat dari rona wajahnya ,tertegun cukup lama. Disaat yang sama ia membayangkan seandainya ia bias naik kapal terbang tersebut menyapu angkasa yang berada di atas awan ,ia ingin terbang bagai burung.</p>
<p>Ketika umurnya memasuki usia remaja,ia bisa berfikir lebih strategis dan terencana .ani tumbuh menjadi gadis muslimah yang cerdas .saat itu tentunya ia mempunyai cita –cita yang tinggi.setamat dari SLTA ia ingin melanjutkan kuliah di luar negeri .awal juni di milinium ketiga ia mendaftarkan diri dalam tes penyaringan beasiswa Universitas Al-Azhar,mesir.<br />
Pada awal juli ,Ani termasuk salah satu nama yang lulus dalam tes tersebut .Pda bulan September ia terbang ke cairo .mimpi kecilnya menjadi kenyataan .ia bisa terbang berada di atas awan .pada saat yang sama ia meraih cita-citanya ,meneruskan sekolahnya di luar negeri.</p>
<p>Dari renungan ke perencanaan<br />
Belajar dari kisah singkat di atas ,sebuah kesuksesaan di awali sebuah mimpi dan angan –angan .mimpi bukan segalanya ,namun segalanya bisa berawal dari mimpi.</p>
<p>Rosulullah saw. Pada perang khandaq memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya . pada penggalian parit untuk menghadapi peperangan , ada  sebongkah batu besar. Rosullah pun tutun langsung dengan godamnya.dari benturan godam dan batu tersebut terlihat tiga kali percikan api.Dengan itu beliau memberi wacana obsesif ke depan berupa futuhat islamiyah  di Persia ,yaman dan romawi.</p>
<p>Kita bisa membayangkan, pada kondisi yang demikian sulit dan pada musim paceklik serta di tengah musim dingin dan konspirasi musuh-musuh islam. Pada saat itu rosulullah mempunyai pencanangan yang obsesif.</p>
<p>Kondisi diatas kita korelasikan dengan situasi kita yang berada dalam suasana aman, tentram serta serba kecukupan .maka sudah semestinya kita mampu hanya sekedar  memiliki pencanangan obsesif.</p>
<p>Renungan dari sebuah angan dan mimpi ini tidak lantas kita biarkan hanya menjadi penghias dan bunga-bunga activitas harian kita atau bahkan hanya menjadi hiburan dari kepenatan di tengah rutinitas. Namun di perlukan beberapa perencanaan  yang matang .meliputi rencana realities jangka pendek dan jangka panjang.</p>
<p>Idealnya, sebuah rencana terdiri dari sub:bentuk sasaran, target, waktu, langkah-langkah yang perlu di tempuh serta beberapa konsideran baik yang berupa factor pendukung maupun apa saja yang dikhawatirkan akan menghalangi rencana tersebut.</p>
<p>Disamping itu sebuah rencana juga memiliki skup yang integral dan makro :individu, social dan pengkondisian (da’wy).</p>
<p>Persepsi sukses<br />
Sebelum lebih jauh membicarakan kiat atau idialisme kesuksesan, kita perlu mengenaltabiat dan hakikat sukses. Point-point utamanya.<br />
1.	diselamatkan allah dari api neraka<br />
2.	meraih cinta allah dan orang –orang yang mencintai allah serta segala sesuatu yang dapat menghantarkan pada cinta allah.<br />
3.	hari-harinya senantiasa lebih baik dari sebelumnya, bermanfaat bagi sesamanya.</p>
<p>Dari empat persepsi diatas kita dapat melanjutkannya dengan merealisasikan dalam berbagai bentuk aktivitas yang sejalan misi meraih sukses hakiki. Sukses ini bermakna sangat integral ; meliputi aspek vertical dan aspek horizontal. Bila tak ada balance dalam keduanya kita akan menjadi bangkrut, yang oleh rosul saw. Diistilakan dengan muflis. Selain itu agar standar kesuksesan kita tak selamanya terpatok pada materi dan pada subtansi sebuah nilai .</p>
<p>Dan kesuksesan manusia tak bisa dilepaskan dari misi hidup sesungguhnya:beribadah.</p>
<p>Percaya diri<br />
    “maaf, saya belum pernah menerima tugas dan tanggung jawabseperti ini” atau ; “aduh hafalan saya kurang baik , otak saya tumpul “, atau saya minder dan kurang berani jika harus berhadapan dengan orang yang lebih dari saya dalam segala hal”.</p>
<p>Benarkah demikian?<br />
Setiap manusia, bahkan mahluk allah di bumi ini selalu di bekali keistimewaan tersendiri. Keistimewaan inilah yang menjadi sarana baginya untuk melaksanakan tugas dibuminya-NYA. Terlebih manusia , sebagai mahluk yang di muliakan oleh allah , dengan segala kelebihannya.</p>
<p>Lantas, mengapa minder di depan sesama?<br />
Kita perlu membedakan minder dan tawadhu. Keduanya terkesan sama., pada hakeketnya jauh berada pada kutub yang berbeda. Yang pertama , akan mematikan potensi dan refleksi ketakutan semu.yang kedua, merupakan sifat mulia dengan kedewasaan yang matang.</p>
<p>Sukses selalu lebih mudah dari pada gagal ? benarkah?.<br />
Karena allah telah menyidiakan segala perangkat sukses pada manusia. Sedang perangkat kegagalan tak pernah disiapkan. Kegagalan merupakan <span id="more-38"></span>akumulasi beberapa masalah atau rintangan yang di hadapi manusia untuk menuju tangga-tangga sukses. Dan rintangan ini merupakan standar untuk menujju tangga berikutnya. Ingin lebih tinggi ; maka melompatlah, berlarilah.</p>
<p>Beberapa banyak orang menulis resep dan kiat-kiat sukses. Mereka mendifinisikannya secara detail dengan trik-trik tertentu. Dan berapa banyak yang membuka kursus serta manajemen  diri , demi melejitkan potensi manusia dan meraih kesuksesan dengan baik. Dan tak pernah terdengar ada seorangpun yang menulis resep ataupun kiat-kiat untuk gagal. Karena kegagalan merupakan bayangan dari suatu konsideren kesuksesan yang bernama rintangan yang harus dilewati dalam setiap tangga menuju sukses. Bila kita belum mampu. Mungkin perlu strategi yang lebih pas. Itu hanya permasalahan waktu. Hanya sesuatu yang tertunda.</p>
<p>Dengan demikian katakanlah :SUKSES LEBIH MUDAH DARIPADA GAGAL.<br />
Bila anda telah mempercayai dan menyakininya, berarti peluang sukses bagi anda lebih besar.”aku- kata allah “sebagaimana hambaku berperasangkah pada-ku” demikian kata allah dalam sebuah hadist qudsi-NYA. </p>
<p>Keyakinan akan janji allah terhadap  kemenangan inilah yang mampu membuat pasukan mukminin menang dalam perang badar. Bahkan menyaksikan kebenaran berita gembira pada saat –saat sulit di perang khandaq dan menjadi pelaku utama dalam futuhat tersebut, meskipun  rosulullah saw. Sudah tidak lagi bersama mereka.</p>
<p>Tangga sukses<br />
Para pakar manajemen diri menganalogkan kesuksesan senantiasa berada pada tangga –tangga. Artinya tak ada kesuksesan yang diraih dengan tiba-tiba. Ia merupakan rangkaian proses yang terus menerus dan tak terpisahkan. Imam safi’I pernah menyetir dalam sebuah baitnya ,” jika ada seseorang terlahir dalam keadaan berilmu ( sebagai alim ) sudah barang tentu takkan ada seorang bodah pun di bumi”.karena segalanya perlu dicapai dengan usaha. Sedang tawakal merupakan proses spiritual yang mengiringinya. Semakin kuat berusaha, semakin kuat bertawakal.<br />
Demikian juga sebaliknya, seharunya demikian .</p>
<p>Secara global tangga-tangga tersebut terangkum dalam sepuluh hal.<br />
1.	memiliki tujuan dan target<br />
2.	serius dalam memikirkan tujuan dan tidak main-main.<br />
3.	motivasi dan percaya diri yang tinggi.<br />
4.	ada figure dan contoh yang pas<br />
5.	positif thinking<br />
6.	memiliki manajemen yang rapidan program terplaning<br />
7.	proses belajar yang terus menerus<br />
8.	sabar dan tekun<br />
9.	konsisten terhadap program<br />
10.	nikmatilah waktu berjuan dalam hidup anda</p>
<p>tangga –tangga diatas merupakan suatu keniscayaan yang mesti kita jadikan bekal untuk meraih dan menapaki kesuksesan. Selanjutnya perlu ada keberanian untuk berbuat. Dengan berbuat seseorang mengubah mimpinya di alam nyata. Kemudian ia akan mampu membedakan antara alam mimpi dan angan dengan alam realita serta perjuangan. Dan setelah berbuat seseorang akan mengevaluasi. Evaluasi yang berfungsi sebagai auditing potensi dan kemampuan seseorang dalam beraktivitas.</p>
<p>Bila ada sedikit saja rasa manja, ketahuilah ada yang membujuk anda untuk segera keluar dari arena sukses. Mengapa?</p>
<p>Arena ini bukan anda yang mengisinya, takkan kekurangan figure dan orang lain yang akan tampil di sana. Makna yang senada juga diungkapkan oleh seorang ulama terkenal hasan bashry meski dengan redaksi yang sekilas kelihatan bertentangan ,” aku tahu pekerjaanku takkan dikerjakan selain olehku maka aku bersemangat mengerjakannya” . artinya bila kita malas berbuat maka hanya sedikit hasil yang kita capai.</p>
<p>Ibarat sebuah kompetisi atau perlombaan . jika kita tidak bersemangat mengejer dan meraih tempat terbaik , pasti aka nada orang lain yang mengisinya. Maka oleh al-qur’an mengistilakan berlomba dalam kebaikan dengan kata bergegaslah, berlarilah, bersegerahlah dan yang semakna.</p>
<p>Kini anda mengetahui tangga-tangga itu. Maka selanjutnya, time to act. Semakin anda cepat menaikinya maka semakin banyak kesuksesan yang anda raih. Dan hati-hati terkadang tangga yang anda naiki licin. Segera bangkit bila anda terpeleset. Hal itu bukanlah aib.anda masih terus bisa melanjutkannya. Yakinlah!</p>
<p>Belajar dan beraktivitas</p>
<p>Balance dalam setiap kegiatan perlu dioptimalkan. Dalam beraktivitas kita perlu mengimbanginya dengan pengisian diri. Kerena tidak bisa dihindarkan semakin kencang kita melaju maka semakin semakin jauh yang akan kita tempuh. Dengan sendirinya kita membekali diri dengan bekal yang cukup</p>
<p>Belajar dan senantiasa membaca. Tak berarti ketika anda beraktivitas anda akan kehilangan kesempatan untuk belajar. Karena membaca memiliki dimensi yang sangat luas. Selain mesti membaca buku, literature tertulis dan sejenisnya ; perlu juga membaca fonemena alam. Hal ini merupakan salah satu cara dan jalan untuk mengasah ketajaman analisa dan mencermati sesuatu.</p>
<p>Barngkali –pada baris-baris berikut -. Penulis tidak ingin menggambarkan suatu kesuksesan secara abstra. Kita akan mengerucutkan permasalahan pada spesifikasi dunia akademis.</p>
<p>Berikut ini merupakan salah satu trik mengefisienkan waktu dan mengefektifkan potensi belajar. Bukan berarti mutlak seperti itu, karena hal tersebut merupakan kumpulan dari beberapa kiat belajar dari buku-buku manajemen diri dan belajar juga beberapa pengalaman pribadi penulis. Dan perlu di ketahui bahwa gaya belajar tiap orang pun pasti berbeda.</p>
<p>Langkah – langkah yang bisa di tempuh :<br />
1.	datang kekuliah lebih pagi<br />
2.	usahakan duduk didepan<br />
3.	konsentrasi tinggi dan pusatkan perhatian<br />
4.	hindari banyak melamun<br />
5.	tulislah ungkapan – ungkapan penting<br />
6.	malu bertanya menyesal kemudian<br />
7.	bacalah sebelum kuliah<br />
8.	istirahatlah sesaat per 30 menit<br />
9.	ulangilah sebelum tidur<br />
10.	belajar bersama</p>
<p>menghafal dengan baik<br />
1.	mulai dengan wudhu dan doa<br />
2.	optimis jangan sampai pesimis<br />
3.	pahami yang akan and abaca<br />
4.	mulailah dengan yang mudah<br />
5.	gunakan stabilo<br />
6.	aktifkan otak<br />
7.	buatlah ringkasan<br />
8.	istirahatlah sesaat per 30 menit<br />
9.	ulangilah sebelum tidur<br />
10.	belajar bersama<br />
11.	perkirakan soal dan jawabannya</p>
<p>setelah ikhtiar ini anda siap untuk bertempur. Tak perlu memikirkan menangkah atau sebaliknya. Kerena anda sudah berusaha dengan sebaik-baiknya. Maka untuk menghadapi ujian anda perlu mengenal materi, tipe soal, dosen serta segala sesuatu yang berhubungan dengan hal tersebut.</p>
<p>Waktu merenung dan kebersamaan dengan diri anda</p>
<p>Kebersamaan dengan diri sendiri merupakan salah satu unsure keberhasilan seseorang. Beragam aktivitas yang di kerjakan sepanjang hari tentunya menyedot sebagian energi baik yang berupa fisik maupun pikiran. Keletihan – keletihan tersebut perlu di lenturkan dengan baik. Di antara cara yang terbaik adalah dengan muhasabah. Formatnya  dengan kontemplasi dan introspeksi diri.</p>
<p>Kebersamaan ini terkadang sekaligus sebagai kesempatan berdialog untuk lebih mengenal diri sendiridengan tenang dan lebih dekat tampa intervensi orang lain maupun lingkungan. Misalnya factor-faktor yang muncul baik berupa pujian maupun cacian atau kritikan. Atau terbawa tren sebuah model lingkungan tertentu. Jadi benar-benar berada dalam independensi dan kejernian berfikir. Maka nilai objektivitasnya lebih tinggi. Meskipun factor luar tetap mempengarui materi dan model introspeksi. Akan tetapi pelaksanaannya akan jauh lebih dengan tenang. Ini sekaligus merupakan latihan berkonsentrsi.</p>
<p>Namun, tak terlalu di bayangkan meski sekian lama waktu yang di butahkan, di tempat tertentu dan dengan point-point tertentu.</p>
<p>Contoh sederhana, seperti yang dilakukan oleh sahabat rosul saw. Yang di beri kabar gembira merupakan salah satu penduduk surga. Kemudian Abdullah bin amr bin ash ra. Pun penasaran dan menyelidikinya. Amaln sederhana yang dilakukannya dalah senantiasa mengintrospeksi diri, kemudian sama sekali ia tak menyisakan sedikitpun kedengkian dalam hatinya kepada saudara-saudaranya.</p>
<p>Ya, dengan menyempatkan diri. Bukan pada durasi waktu akan tetap kontiyuitas yang berkelangsungan setiap hari. Tiga sampai lima menit perhari berarti sampai setahun anda mampu meluangkan waktu selama: 1095 menit/ 18,25 jam – 1825 menit / 30,42 jam.</p>
<p>Jangan pernah menyepelekan menit- menit yang berlalu dari diri kita. Karena menit –menit tersebut takkan berulang dalam hari-hari kita. Dan kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban. Sebelum dan sesudahnya, menit-menit tersebut adalah bagian dari diri kita. Jika ia p[ergi berarti berkuranglah diri kita.</p>
<p>Meminimalisir factor-faktor lupa</p>
<p>Lupa adalah salah satu tabiat manusia. Maka hal itu tak mungkin untuk dihilanhkan sama sekali. Namun bukan berarti kita selalu menjadikan penyebab kegagalan kita atau melegitimasi terhadap suatu peristiwa yang tidak kita inginkan.</p>
<p>Maka dalam belajar pun kita perlu menyiasati factor-faktor penyebab lupa. Setidaknya kita bisa meminimalisirnya. Factor-faktor tersebut, diantaranya:<br />
1.	jarang mengulang<br />
2.	jarang melatih hafalan<br />
3.	kurang PD pada hafalan sendiri<br />
4.	kerja berat setelah menghafal<br />
5.	berdebat setelah menghafal<br />
6.	banyak problem<br />
7.	malas<br />
8.	maksiat</p>
<p>kuat menghadapi diri sendiri adalah modal untuk memenangkan pertempuran setelahnya. Karena jihad akbar –seperti kat rosulullah saw. Adalah melawan hawa nafsu. Karena itu menyiasati lupa ini merupakan salah satu upaya memaksimalkan potensi diri.</p>
<p>Tiba waktunya ;TIME TO ACT</p>
<p>Kini semuanya kembali pada diri anda sendiri. Dan berpulangnya hal tersebut pada sebuah jawaban satu di antara dua : MAU atau TIDAK MAU . karena motivasi terkuat berada dalam diri anda sendiri. Orang lain maupun lingkungan merupakan konsideran yang anda jadikan pertimbangan untuk memutuskan . setelah itu keputusan terakhir berada ditangan anda. Andalah yang memutuskan .BISMILLAH SAYA MAMPU.</p>
<p>Penutup<br />
Walahul al musta’an</p>
<p>Wisnu kairo, 07 maret 2003</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=38&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/07/meraih-multi-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANGGAL, 6 APRIL.21.05</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/06/tanggal-6-april2105/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/06/tanggal-6-april2105/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2007 19:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[my memory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/06/tanggal-6-april2105/</guid>
		<description><![CDATA[noor farida: assalamu&#8217;alaikum
noor farida: nungguin sapa kak?
luwak_toe: emh
luwak_toe: itu ID ku kemarin waktu nunggu km
luwak_toe: eh ntar ya
noor farida: wah
noor farida: mo kemana&#62;
luwak_toe: ..sebentar aj
luwak_toe: ok
noor farida: yup
luwak_toe: udah
luwak_toe: waalaikumsalam
luwak_toe: g mn kbnya?
noor farida: capek
luwak_toe: kok gak tdr sih
noor farida: kangen
luwak_toe: masak
luwak_toe: erh
luwak_toe: tahu gak k napa aq tlp km kemarin
noor farida: mang kangen ma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=37&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>noor farida: assalamu&#8217;alaikum<br />
noor farida: nungguin sapa kak?<br />
luwak_toe: emh<br />
luwak_toe: itu ID ku kemarin waktu nunggu km<br />
luwak_toe: eh ntar ya<br />
noor farida: wah<br />
noor farida: mo kemana&gt;<br />
luwak_toe: ..sebentar aj<br />
luwak_toe: ok<br />
noor farida: yup<br />
luwak_toe: udah<br />
luwak_toe: waalaikumsalam<br />
luwak_toe: g mn kbnya?<br />
noor farida: capek<br />
luwak_toe: kok gak tdr sih<br />
noor farida: kangen<br />
luwak_toe: masak<br />
luwak_toe: erh<br />
luwak_toe: tahu gak k napa aq tlp km kemarin<br />
noor farida: mang kangen ma siapa?<br />
noor farida: aku nggak tau<br />
noor farida: kenapa nelpon aku kemaren?<br />
noor farida: mosok kangen juga?<br />
luwak_toe: iya sih<br />
noor farida: gak percaya<br />
luwak_toe: lagian ana bingun<br />
luwak_toe: tadi nya minta chat<br />
luwak_toe: terus gak jadi<br />
luwak_toe: ana kira  da apa2 dgn km<br />
luwak_toe: atau ortu km mau bicara ama aq<br />
noor farida: nothin<br />
noor farida: its too fast<br />
noor farida: they think<br />
noor farida: its too fast for us<br />
noor farida: for me<br />
luwak_toe: maksudnya<br />
luwak_toe: ?<br />
noor farida: mereka masih belum bisa terima<br />
noor farida: tentang kemajuan teknologi yang memang sebenarnya bisa mengantarkan kita untuk berhubungan dengan orang walopun jauh jaraknya<br />
noor farida: khususnya internet<br />
noor farida: mreka kolot<br />
luwak_toe: emh&#8230;<br />
noor farida: dan berpikiran kalo aku ini<br />
noor farida: dimainin orang<br />
noor farida: gitu..<br />
luwak_toe: ana gak mau mempermainkan orang<br />
luwak_toe: cukup km di mantingan itu udah menjadi alasan ku untuk suka pada mu<br />
noor farida: kak<br />
noor farida: antum mungkin belum kenal sama anak mantingan yang laen&#8230;<br />
luwak_toe: kenal banyak<br />
luwak_toe: wong ana juga pengurus IKPM mesir<br />
noor farida: yang di Mantingan<br />
noor farida: why u pick me ?<br />
luwak_toe: emh<br />
luwak_toe: itu menjadi sebuah mesteri<br />
luwak_toe: ana juga gak tahu<br />
luwak_toe: alumni sini mantingan juga banyak<br />
luwak_toe: tapi gak tahu ya&#8230;&#8230;<br />
luwak_toe: perasanku bilang gitu sih<br />
luwak_toe: atau ini sebuah khayalan<br />
luwak_toe: klo khayalan ya allah mohon aq di sadarkan<br />
luwak_toe: biar gak terlalu jauh aq melangkah<br />
luwak_toe: klo tuh ini beneran tolong buat ini kenyataan<br />
luwak_toe: ana gak mau hidup dalam ke mayaan<br />
noor farida: i hope too<br />
luwak_toe: emh<br />
luwak_toe: blh gak ana tanya sesuatu k km?<br />
luwak_toe: tapi harus jujur ya<br />
luwak_toe: ana gak mau km boong<br />
noor farida: ofcourse<br />
noor farida: silakan<br />
luwak_toe: mau gak km nikah ama aq ntar setelah aq pulang dari mesir?<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: napa?<br />
noor farida: aku masih kuliah<br />
luwak_toe: km lulus s1 dulu<br />
noor farida: brarti&#8230;.<br />
noor farida: tuh kan<br />
noor farida: sampe situ lagi&#8230;<br />
luwak_toe: berarti ana nunggu km  dulu s1 baru nikah<br />
luwak_toe: itu pun klo km mau nikah ama aq<br />
luwak_toe: ana gak mau boongin perasaaan ku<br />
luwak_toe: apalagi mempermainkan seseorang<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: napa?<br />
luwak_toe: km masih penasaran ya?<br />
noor farida: iya<br />
luwak_toe: g mn ya&#8230;.<br />
noor farida: memutuskan untuk menikah itu tak mudah kak<br />
noor farida: banyak yang musti kita pikirkan terlebih dahulu&#8230;<br />
luwak_toe: setidaknyakan ana merasa tenang<br />
noor farida: so<br />
noor farida: my i ask one think?<br />
luwak_toe: emang klo udah jodoh<span id="more-37"></span> iti tak kan kemna<br />
luwak_toe: tapi siapa yg tahu sifat manusia itu mudah berubah<br />
luwak_toe: sehari sejam bahkan sedetik<br />
luwak_toe: tapi klo da kepastian untuk berubah itupun akan sulit<br />
noor farida: siapa bilang?<br />
noor farida: kepastian akn sebuah ikatan klaolah belum menikah beneran bisa saja berubah pikiran<br />
noor farida: kamu sendiri gimana kak?<br />
luwak_toe: emh<br />
luwak_toe: &#8230;&#8230;<br />
luwak_toe: kecil kemungkinan akan berubah ..<br />
luwak_toe: 1, udah da kepatian<br />
luwak_toe: 2 . karena kita masih kul<br />
luwak_toe: mungkin klo kita gak da kepatian terus setatus kita nganggur pikiran mudah berubah<br />
luwak_toe: tapi klo tujuan kita jelas mengapa tidak gitu lo<br />
luwak_toe: g mn &#8230;<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: ana bilang gini karena ana gak mau di bilang mepermainakan<br />
luwak_toe: ya udahlah kita jalani aj..km di pondok ana di sini<br />
luwak_toe: lagian pertanyaan ana gak wajib di jawab kok<br />
luwak_toe: make our life be enjoy<br />
noor farida: Enjoy our life but..<br />
noor farida: dengan catatn kita nggak boleh saling melupakan?<br />
luwak_toe: ok<br />
luwak_toe: oh iya<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: ana udah buat word press<br />
luwak_toe: napa?<br />
noor farida: kalo umpamanya ada wanita lain yang tiba2 datang ke kakak?<br />
luwak_toe: makanya ana mau kepastian k km<br />
luwak_toe: ana gak mau mengatungkan harapan ke seseorang yg blm jelas<br />
luwak_toe: apalagi menyakiti<br />
noor farida: let me think&#8230;<br />
luwak_toe: udah ah<br />
luwak_toe: jangan di bahas lagi<br />
noor farida: kak?<br />
noor farida: nggak marah kan?<br />
luwak_toe: napa harus marah<br />
luwak_toe: eh<br />
luwak_toe: tahu gak<br />
noor farida: ga<br />
noor farida: ga kamu kasih tau<br />
luwak_toe: ana udah buat wordpress.<br />
noor farida: wordpress apa kak?<br />
luwak_toe: lihat ya&#8230;.di situ juga da foto km kok<br />
noor farida: wah<br />
noor farida: dapet dari mana poto aku?<br />
luwak_toe: supraptoe.wordpress.com<br />
luwak_toe: itu situsnya<br />
luwak_toe: buka ya.<br />
noor farida: yup<br />
noor farida: noup<br />
noor farida: i dont see my pic<br />
luwak_toe: situnya&#8230;supraptoe.wordpress.com<br />
noor farida: dah<br />
noor farida: ive opened it<br />
luwak_toe: seh km tulis situsnya<br />
luwak_toe: ?<br />
noor farida: so?<br />
luwak_toe: salah tulis kali km<br />
luwak_toe: hallo<br />
luwak_toe: supraptoe.wordpress.com<br />
luwak_toe: supraptoe.wordpress.com<br />
luwak_toe: g mn ?<br />
noor farida: ya<br />
noor farida: berfikir<br />
luwak_toe: udah blm?<br />
luwak_toe: y up<br />
luwak_toe: berfikir sejenak demi masa depan<br />
noor farida: berfikir<br />
noor farida: trus?<br />
luwak_toe: udah lihat blm<br />
luwak_toe: emh&#8230;.<br />
noor farida: gak ada udah kulihat<br />
noor farida: gak ada potoku<br />
luwak_toe: km refres dulu di atas<br />
noor farida: oke<br />
luwak_toe: muncul gak tulisannya?<br />
noor farida: ada tapi cuman tulisan yg gd<br />
luwak_toe: lagi loding kali<br />
luwak_toe: ?<br />
luwak_toe: tulisanya apa?<br />
noor farida: jilbab<br />
luwak_toe: panjangnya jibab bukan alternatif<br />
luwak_toe: berati lagi loding<br />
noor farida: iya<br />
noor farida: oke aku tunggu<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: apa?<br />
luwak_toe: di lihat ya bawa sendiri klo DONE minta di refres lagi<br />
noor farida: 24 items remaining<br />
luwak_toe: oh<br />
luwak_toe: blm masih loding<br />
luwak_toe: sabar ya<br />
noor farida: ya aq tunggu&#8230;<br />
noor farida: kak<br />
noor farida: TK<br />
noor farida: eh<br />
noor farida: kok TK<br />
luwak_toe: maksudnya<br />
noor farida: salah ketik<br />
luwak_toe: OoO<br />
noor farida: masih loading luaamaaaa<br />
luwak_toe: ya udah sabar aj<br />
luwak_toe: g mn tadi perjalanannya?<br />
luwak_toe: macet ya?<br />
noor farida: wah<br />
noor farida: bukannya macet<br />
noor farida: tapi ga tau jalan<br />
luwak_toe: emhh<br />
luwak_toe: pakai mobil pribadi ya?<br />
noor farida: yup<br />
luwak_toe: ana kira lagi macet<br />
luwak_toe: terus nyampek pondok jam berapa?<br />
noor farida: jam 1/2 10<br />
luwak_toe: jam berapa tuh?<br />
noor farida: 1/2 10 malem<br />
noor farida: 21.30<br />
luwak_toe: OoO<br />
luwak_toe: udah blm lodingnbya?<br />
luwak_toe: masih lama ya<br />
luwak_toe: di refres lagi&#8230;<br />
noor farida: maseh<br />
luwak_toe: gak ngantuk nih<br />
luwak_toe: ?<br />
noor farida: noup<br />
luwak_toe: klo capek besok aj lihatnya<br />
noor farida: iyaa<br />
luwak_toe: istirahat dulu<br />
noor farida: isteri<br />
noor farida: aduh<br />
noor farida: kok sampe situ<br />
luwak_toe: emh<br />
luwak_toe: &#8230;.<br />
noor farida: ngantuk kak<br />
luwak_toe: km ngantuk ya<br />
luwak_toe: udah tdr dulu ya<br />
noor farida: cuman gitu<br />
luwak_toe: maksudnya<br />
noor farida: no word<br />
noor farida: no other words<br />
noor farida: ??<br />
luwak_toe: emh<br />
luwak_toe: &#8230;&#8230;.<br />
noor farida: nothing?<br />
luwak_toe: apa ya<br />
noor farida: relly?<br />
noor farida: apa ya?<br />
noor farida: apa ?<br />
noor farida: kayak<br />
noor farida: kemaren ja<br />
noor farida: hayooo<br />
luwak_toe: iya ya<br />
luwak_toe: ana gak da madah sih<br />
noor farida: wah<br />
luwak_toe: cari madah ya<br />
noor farida: ana yang mulai deh<br />
luwak_toe: ok<br />
noor farida: sebelumnya ana minta maaf kalo ana kelewatan<br />
noor farida: but<br />
noor farida: kakak sendirian kah?<br />
luwak_toe: yup<br />
noor farida: bener?<br />
noor farida: kak<br />
luwak_toe: iya masak ana boong<br />
noor farida: ok<br />
noor farida: i wanna sleep by your side, in ur warmly hug&#8230;<br />
luwak_toe: that nevemind<br />
noor farida: oya?<br />
luwak_toe: emh&#8230;<br />
luwak_toe: &#8230;<br />
luwak_toe: masih loding ya<br />
noor farida: iyaaa<br />
noor farida: kakak nggak romantis bangetya?<br />
luwak_toe: emh<br />
luwak_toe: aduh sorry ana gak bisa<br />
luwak_toe: tapi klo buat puisi ana jogonya<br />
luwak_toe: lagian klo ana romantis ntar malah gak seru<br />
luwak_toe: biar ana yg minta ajari km<br />
noor farida: oke deeeh<br />
noor farida: yah<br />
noor farida: harusnya ya bagi- bagi kaka<br />
luwak_toe: please teach me ya?<br />
luwak_toe: emh&#8230;..<br />
luwak_toe: apa lagi ya<br />
luwak_toe: &#8230;<br />
luwak_toe: oh iya<br />
noor farida: appa?<br />
luwak_toe: km cerita tentang liburan kemarin<br />
noor farida: aku ngantuk kak<br />
luwak_toe: emh&#8230;<br />
luwak_toe: ya udah tidur ya&#8230;<br />
noor farida: dah ya kak<br />
noor farida: aku tidur<br />
noor farida: assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.<br />
luwak_toe: waalaikumsalam<br />
luwak_toe: jangan lupa ya<br />
luwak_toe: &#8230;&#8230;&#8230;<br />
noor farida: appa?<br />
luwak_toe: km pikirkan yang tadi..<br />
noor farida: iya kak<br />
luwak_toe: sekali lagi ana gak mau menyakiti orang lain<br />
luwak_toe: apalagi mempermainkan<br />
luwak_toe: gak mau mengantungkan harapan terhadap seseorang yang blm jelas<br />
noor farida: kak<br />
noor farida: sebelum aku tidur<br />
noor farida: aku mo tanya<br />
noor farida: apakah aku dah begitu jelas buat kakak?<br />
luwak_toe: klo ana anggap jelas g mn?<br />
luwak_toe: cukup km di pondok itu udah menjadi alasan ku suka k km<br />
luwak_toe: itu udah sangat jelas<br />
noor farida: yaaaaaaaaa<br />
noor farida: biarkan aku memikirkannya&#8230;<br />
noor farida: tapi kok jadinya kayak gantung gini ya?<br />
noor farida: Udahlah kak<br />
noor farida: dari awal aku juga mo tak percaya tapi gimana<br />
noor farida: aku ngerasa cocok<br />
noor farida: cuman feeling<br />
luwak_toe: ana juga<br />
luwak_toe: tapi biarlah waktu yg jawab<br />
noor farida: &#8230;&#8230;<br />
noor farida: ya, biarkan waktu yang menjawab..<br />
luwak_toe: yup<br />
luwak_toe: eh<br />
noor farida: kenapa?<br />
luwak_toe: mungkin untuk bulan2 ini kita jangan sering chat lagi soalnya ana mau ujian<br />
luwak_toe: anba mau konsen dulu<br />
noor farida: iya kak<br />
luwak_toe: ana gak mau gak naik<br />
noor farida: iya kak<br />
noor farida: u must success<br />
luwak_toe: mungkin kita chat tiap tanggal 18 aj<br />
luwak_toe: ?<br />
luwak_toe: sampai habis ujian ya<br />
noor farida: ya<br />
noor farida: terserah kakak<br />
noor farida: selamt berjuang<br />
noor farida: selamat belajar<br />
luwak_toe: thanks<br />
noor farida: n<br />
noor farida: jaga kesehatan<br />
noor farida: Im off<br />
luwak_toe: udah ya<br />
noor farida: ya?<br />
noor farida has signed out. (08/03/1427 08:38 م)</p>
<p>luwak_toe: MET tdr  semoga mimpi yang indah.. I LOVE YOU</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=37&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/06/tanggal-6-april2105/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JILBAB BUKAN ALTERNATIF</title>
		<link>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/05/jilbab-bukan-alternatif/</link>
		<comments>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/05/jilbab-bukan-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2007 17:09:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/05/jilbab-bukan-alternatif/</guid>
		<description><![CDATA[Upaya merekonstruksi ulang penafsiran hukum
Pemakaian jilbab di Indonesia dan beberapa  tempat di dunia, menjadi salah satu masalah social masyarakat, khususnya yang beragama islam di mata pergaulan dunia.Di Negara Eropa beberapa kasus terungkap dalam kaitannya dengan busana wanita muslim.
Ada problematika social yang harus di pahami dalam konteks batasan aurat wanita yang boleh diperlihatan.misalnya,apakah boleh berfoto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=36&subd=supraptoe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Upaya merekonstruksi ulang penafsiran hukum</p>
<p>Pemakaian jilbab di Indonesia dan beberapa  tempat di dunia, menjadi salah satu masalah social masyarakat, khususnya yang beragama islam di mata pergaulan dunia.Di Negara Eropa beberapa kasus terungkap dalam kaitannya dengan busana wanita muslim.<br />
Ada problematika social yang harus di pahami dalam konteks batasan aurat wanita yang boleh diperlihatan.misalnya,apakah boleh berfoto dengan memperlihatkan &#8221;aurat&#8221;,yaitu dengan memperlihatkan atau terlihat tangan,terlihat telinga( buat SIM, KTP,dan PASPORT), atau mau dengerin walkman,blututh yang harus ditempelin di telinga,di sini ada tarik-ulur kepentingan di satu sudut kita kepingin menjalankan syariat islam secara kaffah di sudut lain kita kepingin hidup normal<br />
Jilbab berasal dari kata kerja jalaba yang artinya menutupkan sesuatu di atas sesuatu yang lain sehingga tidak dapat di lihat.Dalam masyarakat islam, selanjutnya jilbab di tafsirkan pakaian yang menutupi tubuh seseorang tidak hanya luarnya saja tapi juga lekak-lekuk dan bentuk tubuh.Para ahli tafsir dalam menggambarkan jilbab berbeda-beda, Ibnu Abbas dan Abidah al-Samani merumuskan jilbab sebagai pakaian perempuan yang menutupi wajah berikut seluruh tubuhnya kecuali satu mata. Dalam keterangan lain disebutkan sebagai mata sebelah kiri. Qatadah dan Ibnu Abbas dalam pendapatnya yang lain mengatakan, makna mengulurkan jilbab adalah menutupkan kain ke dahinya dan sebagian wajahnya, dengan membiarkan kedua matanya. Mengutip pendapat Muhammad bin Sirin, Ibnu Jarir berkata, &#8220;Saya tanya kepada Abidah al-Samani mengenai ayat yudnina &#8216;alaihinna min jalabihinna (hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya). Maka dia menutupkan wajahnya dan kepalanya sambil menampakkan mata kirinya&#8221;. Ibnu al-Arabi dalam tafsir Ahkam al-Qur&#8217;an, ketika membicarakan ayat ini menyebutkan dua pendapat. Pertama, menutup wajahnya dengan kain itu sehingga tidak tampak kecuali mata kirinya,Azzamakhsyari dalam Alkasysyaf merumuskan jilbab sebagai pakaian yang lebih besar dari pada kerudung tetapi lebih kecil daripada selendang. Ia dililitkan di kepala perempuan dan membiarkannya terulur ke dadanya. Ibnu Katsir mengemukakan bahwa jilbab adalah selendang di atas kerudung. Ini yang disampaikan ibnu Mas&#8217;ud, Ubaidah Qatadah, Hasan Basri, Sa&#8217;id bin Jubair al-Nakha&#8217;i, Atha al- Khurasani dan lain-lain.Sementara Wahbah az-Zuhaili dalam at tafsir al-Munir pada kesimpulan akhirnya mengatakan bahwa para ulama ahli tafsir seperti Ibnu al-Jauzi, at-Thabari, Ibnu Katsir, Abu Hayyan, Abu as-Sa&#8217;ud, al-Jashash dan ar-Razi menafsirkan bahwa mengulurkan jilbab adalah menutup wajah, tubuh dan kulit dari pandanan orang lain yang bukan keluarga dekatnya (wahbah, II/108)<br />
Dalam al-qur&#8217;an ada dua ayat yang melegalkan pewajiban jilbab,pertama surat; al-ahzab ayat 59, yang kedua surat;an-nuur ayat 31.<br />
Pertama,surat al-ahzab ayat 59 &#8220;wahai nabi katakanlah pada istri-istrimu,dan anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang muslim,hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.hal itu agar mereka mudah di kenal &#8220;.Mengenai latar belakang turunnya ayat ini. Satu diantaranya, disampaikan Ibnu Sa&#8217;ad dalam bukunya al-Thabaqat dari Abu Malik. Katanya, &#8220;Suatu malam, para isteri Nabi Saw keluar rumah untuk memenuhi keperluannya. Saat itu, kaum munafiq menggoda dan mengganggu (melecehkan) mereka. Mereka mengadukan peristiwa itu kepada Nabi. Ketika Nabi menegur kaum munafiq itu berkata, &#8220;Kami kira mereka perempuan-perempuan budak.&#8221; Lalu turun surat al-Ahzab ayat 59 (Wahbah, II/107). Ibnu Jarir at-Thabari, guru para ahli tafsir, menyimpulkan ayat ini sebagai larangan menyerupai cara berpakaian perempuan-perempuan budak.<br />
Satu hal, perlu dicatat bahwa seruan mengenakan jilbab, sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas, dimaksudkan sebagai cara untuk memperlihatkan identitas perempuan-perempuan merdeka dari perempuan-perempuan budak. karena, dalam tradisi Arab ketika itu, perempuan-perempuan budak dinilai tidak berharga. Mereka mudah menjadi sasaran pelecehan kaum laki-laki. Status sosial mereka juga direndahkan dan dihinakan. Berbeda dari kaum perempuan merdeka. Dengan begitu, identifikasi perempuan merdeka perlu dibuat agar tidak terjadi perlakuan yang sama dengan budak. Istilah merdeka dimaksudkan agar mereka tidak menjadi sasaran pelecehan seksual laki-laki. Ini sangat jelas disebutkan dalam teks ayat.<br />
Sampai disini, pertanyaan kritis agaknya perlu dikemukakan. Kalau jilbab digunakan sebagai pencirian perempuan merdeka, bagaimana pakaian yang biasa dikenakan perempuan budak ? Abdul Halim Abu Syuqqah mengisyaratkan bahwa kaum perempuan Arab pra Islam sebenarnya biasa mengenakan pakaian dengan berbagai bentuk atau mode. Ada yang memakai cadar dan sebagainya. Beberapa bentuk dan mode pakaian yang dikenakan kaum perempuan Arab saat itu, berlaku bagi perempuan merdeka dan perempuan budak. Ketika Islam datang, mode dan bentuk pakaian yang menjadi tradisi masyarakat Arab jahiliyah masih diakui. Tetapi, ada dugaan kuat, seruan pemakaian jilbab terhadap perempuan-perempuan mukmin yang merdeka, mengindikasikan perempuan budak tidaklah mengenakan jilbab. Atau mereka mengenakannya, tetapi tidak mengulurkannya sampai menutup wajahnya. Tidak berjilbabnya perempuan budak masuk akal, karena tugas-tugas berat mereka untuk melayani majikannya.<br />
Atas dasar itu, surat al- Ahzab 59, tampaknya hanya membicarakan ciri khusus pakaian perempuan merdeka, yang membedakannya dari pakaian perempuan budak. Ciri itu adalah jilbab. Jadi, ayat ini secara lahiriah, serta didukung latar belakang turunnya, hanya membicarakan jilbab sebagai ciri perempuan merdeka, untuk membedakannya dengan perempuan budak. Ayat ini tidak membicarakan aurat perempuan.<br />
Wahbah juga mengatakan, jilbab merupakan pelengkap kewajiban menutup aurat. Ini adalah tradisi yang baik, untuk melindungi perempuan dari sasaran pelecehan laki-laki (Wahbah, II/108). Ketika seorang muslimah merdeka menyatakan tidak mempunyai jilbab untuk sholat &#8216;id, Nabi mengatakan, hendaklah temannya mengenakan jilbabnya kepada dia&#8221;. Mengomentari hadist ini, al-Kasymiri dalam Faidh al-Bari mengatakan,&#8221; Dari sabda Nabi ini, diketahui bahwa memakai jilbab hanya dituntut ketika perempuan keluar rumah.&#8221; Abu Syuqqah <span id="more-36"></span>mengatakan, perintah Nabi di atas menunjukkan jilbab bukanlah pakaian pokok untuk menutup aurat. Ia (perempuan itu), hanya memerlukan ketika keluar rumah, khususnya ketika akan buang air di malam hari dan ketika akan sholat jama&#8217;ah (Abdul Halim, IV/59).Bila jilbab menjadi pembeda perempuan merdeka dari budak, sedang budak sudah tak ada lagi, maka pemakaian jilbab saat ini tidak menjadi keharusan lagi, tetapi juga tak dilarang. Apalagi jilbab hanya sebagai assesoris atau sebagai pelengkap sebagaimana yang dikatakan Wahbah diatas. Itulah logika kausalitas.<br />
Kedua, surat an nuur, ayat;31 berbunyi &#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.<br />
Ada beberapa poin penting yang tersurat maupun tersirat dari ayat tersebut. Beberapa di antaranya agak ”nyeleneh” sehingga membutuhkan penalaran dan analisis yang logis untuk memahaminya. Karena memang seperti juga ayat-ayat lainnya, Allah ta’ala sengaja tidak membuka dan membeberkan segalanya secara gamblang serta terbuka untuk memancing penalaran dan pemikiran kita agar mampu menganalisis secara jernih dan cerdas.<br />
Poin penting pertama ada pada kalimat, ”Hendaklah mereka menahan pandangannya.” Kalimat tersebut dapat dipahami secara jelas bahwa seorang wanita seharusnya bisa menjaga pandangan matanya. Seperti kita ketahui bersama, sorot mata atau pandangan dari seorang wanita dapat memberi maksud tertentu dan diartikan lain bagi lawan jenisnya. Hal itu dapat saja kemudian disalahgunakan atau mendorong pada hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi sangatlah wajar bila Allah menghimbau agar para wanita menjaga dan menahan pandangannya.<br />
Poin kedua terdapat pada kalimat, ”hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” Menurut asal usul sejarahnya, perempuan Arab kala itu mengenakan jenis pakaian yang relatif terbuka pada bagian (maaf) dadanya. Kita juga tahu bahwa laki-laki Arab (bahkan hingga kini) mempunyai nafsu seksual yang relatif besar dan menggebu-gebu. Himbauan untuk menutupkan kain hingga ke dada dimaksudkan untuk tidak memancing nafsu laki-laki Arab kala itu sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Bahkan, perempuan Arab kala itu juga disarankan untuk tidak bepergian ke luar rumah karena alasan tersebut.<br />
Kemudian, kalimat ”janganlah menampakkan perhiasannya” juga perlu mendapat perhatian. Kata ”perhiasan” yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang dimiliki oleh seorang wanita dan dibanggakan. Perhiasan tersebut misalnya paras wajah yang cantik, mata yang indah, hidung, bibir, rambut, jari-jemari, pergelangan tangan, betis, (maaf) payudara, dan seterusnya. Perhiasan tersebut seharusnya dijaga dan dilindungi, kecuali pada orang-orang yang disebut pada kalimat selanjutnya.<br />
Sementara itu, titik kritis dari ayat tersebut ada pada kalimat, ”pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita)”. Jika pada kalimat sebelumnya disebutkan kata-kata suami, putra, ayah, saudara laki-laki, saudara perempuan, budak, atau anak-anak, mengapa kemudian Allah menyebut juga kata pelayan laki-laki yang relatif tidak mempunyai kedekatan atau hubungan darah dibandingkan dengan misalnya suami, putra, ayah, atau saudara laki-laki dan perempuan.<br />
Pada bagian ini, ”pelayan-pelayan laki-laki” sesungguhnya dapat merujuk pada suatu kaum, golongan, atau bangsa yang kaum laki-lakinya relatif menghargai dan menghormati kaum wanita, misalnya di negara-negara Asia,khususnya di Indonesia. Di negara ini, relatif kaum laki-lakinya dapat menghargai wanita dengan baik, bersikap santun terhadap lawan jenis, dan tidak mengumbar nafsu seksualnya secara serampangan.<br />
Memang harus dibedakan antara aurat untuk sholat (ibadah) dengan aurat untuk golongan (pergaulan). Aurat untuk sholat sudah jelas dan tidak perlu diulas. Sementara aurat untuk mu&#8217;amalah (pergaulan) adalah aurat sesuai dengan etika atau nilai yang dianut oleh golongan tersebut. Misalnya di Indonesia, saya menilai bahwa mengenakan pakaian menutupi dada, pusar, hingga lengan tangan dan lutut kaki relatif bisa dipandang sopan, wajar, dan menutup aurat. Tapi untuk kondisi di Arab, mengenakan pakaian semacam itu belum tentu ”aman”.<br />
Jadi, apakah memakai jilbab itu wajib atau tidak ?pembaca bisa menyimpulkan sendiri.Tapi yang jelas,tidak mengenakan jilbab pun sesungguhnya tidak diharamkan dan bukan alternatif utama,(tentunya penulis tidak bermaksud menolak jilbab apalagi setuju dengan wanita yang mempertontonkan auratnya). justru dengan memaksa orang lain untuk berjilbab atau memusuhi mereka bahkan mengkafirkan itulah yang diharamkan.<br />
 Hanya saja, mengenakan jilbab bagi seorang wanita bisa mengangkat martabat dirinya. Bagi dirinya sendiri, mengenakan jilbab juga bermanfaat sebagai sistem kontrol karena dirinya secara otomatis dituntut untuk bisa selalu menjaga sikap dan perilakunya secara Islami. Selain itu, laki-laki pun umumnya menjadi sungkan/segan untuk menjahili atau berbuat yang bukan-bukan pada wanita yang berjilbab.wallahu&#8217;alam </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptoe.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptoe.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptoe.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptoe.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptoe.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptoe.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptoe.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptoe.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptoe.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptoe.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptoe.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptoe.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptoe.wordpress.com&blog=907694&post=36&subd=supraptoe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptoe.wordpress.com/2007/04/05/jilbab-bukan-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac4fe1c246fb611b001512acc40551df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>