Ummu Yumna Sabîlal Hudâ
Iftitâh
Kesuksesan atau keberhasilan adalah harapan puncak setiap manusia dalam tiap aktivitas yang ia lakukan. Pedagang punya harapan usaha niaganya sukses dan memberinya laba berlimpah. Pegawai suatu instansi atau karyawan sebuah perusahaan ingin sukses meniti karir. Panitia kegiatan suatu organisasi ingin acara yang mereka gelar berjalan lancar sesuai rencana. Pelajar dan mahasiswa berharap sukses dalam studi mereka. Begitulah, dalam aktivitas apapun—besar maupun kecil— termasuk aktivitas keseharian, setiap orang ingin segalanya terlaksana sesuai harapan: lancar dan sukses.
Namun pada realitanya, tidak semua orang mampu menggapai kesuksesan yang ia idamkan. Sebab seseorang hanya akan sukses bila ia tahu dan meniti jalannya. Begitu juga kita, para penuntut ilmu di Al-Azhar. Kita hanya akan berhasil bila sudah memiliki kunci dan memutar kunci itu untuk membuka dan memasuki gerbang kesuksesan belajar di Al-Azhar. Sebuah syair Arab mengingatkan:
ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها إن السفينة لا تجري على اليابس
Mengapa Kita Mesti Sukses dan Berprestasi?
Karena kesuksesan dan prestasi yang kita raih:
Menumbuh-suburkan rasa percaya diri
Menanamkan rasa kesanggupan untuk memberi
Merealisasikan impian, harapan dan cita-cita
Menempatkan kita pada posisi dan peran strategis di masyarakat
Juga untuk:
Meraih kecintaan Allah Swt.
Membalas budi kedua orang tua dan keluarga
Mampu berkontribusi bagi negara dan bangsa serta umat Islam pada umumnya
INGAT: Tempat terhormat di masyarakat hanya tersedia bagi mereka yang
SUKSES dan BERPRESTASI
bukan untuk mereka yang GAGAL!
Fakta-fakta penting yang dapat membantu kita untuk sukses dan berprestasi:
Kesuksesan bukan mimpi, tapi realita
Kalau ada yang menyangka bahwa kesuksesan adalah mimpi yang bisa menjadi kenyataan hanya dengan berandai-andai, maka ia salah besar. Sukses adalah tujuan riil yang menuntut kita untuk mengkonsentrasikan fikiran dan mengerahkan segala daya untuk merealisasikannya. Karena itu, mari berfikir, kemudian berbuat. Jangan hanya duduk berangan-angan dan diam berpangku tangan.
Kesuksesan tidak datang secara kebetulan
Satu fakta lagi yang tidak bisa dipungkiri bahwa seseorang tidak mungkin secara kebetulan sukses. Tentu dibelakang sederet prestasi yang diraihnya ada serangkaian panjang kisah kesungguhan, perjuangan dan kerja keras. Jadi, selama kita mau bergerak dan berupaya, setinggi apapun harapan dan cita-cita, Insya Allah akan menjelma nyata.
Kesuksesan merupakan “buah tangan” kita
Kesuksesan atau kegagalan yang dialami seseorang dalam kehidupannya sangat berkaitan erat dengan potensi yang ia miliki dan kembangkan serta usaha yang ia kerahkan. Betul, kita tidak menafikan tawfîq dari Allah Swt. Tapi sekali lagi, titilah jalan! Dayung sampan! Berbuatlah sesuatu!
Ketenangan jiwa akan membimbing kita menuju kesuksesan
Para penggemar olahraga sepakbola, tentu tahu Zinedine Zidane. Yang setia mengikuti jalannya Piala Dunia Jerman 2006 atau sekedar menyaksikan babak finalnya, juga tentu hafal “sundulan telak” kapten kesebalasan Perancis berdarah Arab ini di dada Mattirezzi, pemain asal Italia. Meski tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006, toh, orang—dan penulis yakin termasuk Zidane sendiri—masih sulit melupakan perilaku tidak sportif Zidane dan “hadiah” kartu merah untuknya.
Terlepas dari apapun sebab yang melatarbelakangi tindakan Zidane itu, kita belajar bahwa kemampuan menjaga kestabilan emosi adalah salah satu bekal penting untuk menghantarkan seseorang sampai di puncak kesuksesan. Karena umumnya, mereka yang mampu mencapai kesuksesan adalah orang-orang yang relatif tenang dan stabil emosinya.
Rasa percaya diri dapat mendorong kita menggapai kesuksesan
Jika kita memiliki rasa percaya diri yang memadai dan tidak bergantung pada pandangan dan penilaian orang lain, berarti kita telah memiliki sumber energi dan kekuatan untuk hidup sukses. Percaya diri terkait sangat erat dengan pengenalan dan pemahaman kita yang mendalam terhadap diri kita.
Untuk menanamkan rasa percaya diri, cobalah untuk selalu menghargai diri sendiri sebagaimana kita perlu menghargai orang lain. Selalu berfikir positif dan realistis. Hindari pikiran negatif dan rasa pesimis yang dapat mengguncang kekuatan kepribadian, seperti cemas yang berlebihan, takut gagal dan sejenisnya. Jangan pernah meremehkan diri sendiri dan yang terpenting mintalah selalu bimbingan dari Allah Swt.
Aneka Tipe dan Gaya Belajar Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir):
1. Konsentrasi penuh terhadap kuliah dan muqarrar sejak awal tahun akademis, serta mengurangi atau bahkan meninggalkan bacaan non-muqarrar dan aktivitas luar kampus, seperti talaqqi ‘ulûm syar‘iyyah atau berorganisasi.
2. Konsentrasi penuh kepada buku-buku non-muqarrar dan aktivitas luar kampus, baru serius memperhatikan muqarrar pada waktu ujian sudah dekat.
3. Tetap menaruh perhatian untuk mempelajari muqarrar dari awal, dengan tidak meninggalkan bacaan serta aktivitas di luar kuliah
4. Hanya sibuk dan peduli dengan aktivitas luar kampus.
5. Santai-santai. Aktif kuliah tidak, talaqqi tidak juga, aktif berorganisasipun tidak.
Anda bisa menentukan sikap dan mengambil keputusan yang bijak untuk mengkategorikan diri Anda sendiri. Sesuai tujuan dan kepentingan Anda di Mesir. Yang penting, Anda tahu potensi dan kemampuan diri. Hanya saja, mahasiswa yang gagal kebanyakan pada kategori keempat dan kelima.
Metode Belajar Efektif
Seseorang tidak mungkin bisa berhasil dan berprestasi tanpa belajar. Belajar (al-Mudzâkarah) adalah sebuah seni. Ini harus kita ketahui dan fahami. Sebagai sebuah seni, artinya belajar memiliki cara, teknik, atau metode tersendiri. Belajar hanya akan efektif bila cara, teknik dan metodenya diikuti dan dilakukan dengan benar. Meski bisa menjadi acuan metode belajar secara umum, namun uraian berikut lebih ditekankan pada metode belajar untuk menghadapi ujian.
Tentu saja, sejatinya kita belajar bukan sekedar “exam-oriented”. Namun, karena ujian merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan, apalagi di dunia yang mengagungkan formalitas masih menjadikan berhasil-gagalnya kita dalam ujian sebagai neraca penilaian, maka sudah semestinya kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
I. Langkah-langkah Awal:
a. Pilih dan tentukan waktu khusus yang tepat untuk belajar. Ini tergantung kepada keinginan masing-masing individu. Tidak ada formula khusus yang bisa dijadikan panduan permanen. Namun berdasarkan analisa, waktu menjelang subuh atau pagi setelah subuh merupakan waktu paling baik untuk belajar.
b. Pilih tempat belajar yang bersih, nyaman dan kondusif. Hindari belajar di atas tempat tidur, apalagi sambil berbaring. Anda tak mesti selalu belajar di kamar.Untuk menghilangkan jenuh dan memberi semangat baru, Anda bisa belajar di masjid, di taman, di balkon, di suthuh imarah rumah Anda atau tempat lainnya yang mendukung suasana belajar Anda. Bisa juga belajar sambil berdiri atau (more…)